Bukan Sekadar Makan, Mantan Napi Buka Warung Prasmanan dengan Konsep Unik: Pelanggan Bisa Ambil Lauk Sepuasnya!
Mantan napi di Singapura membuka warung prasmanan dengan konsep unik di Woodlands. Pelanggan bisa mengambil lauk sepuasnya dengan harga SGD 7 atau sekitar Rp97.000. Konsep warung ini memungkinkan pelanggan untuk mengambil aneka lauk tanpa batas jenis maupun jumlah makanan, asalkan tidak mengambil kembali atau refill.
Dari Penjara ke Dunia Kuliner
Royce Lee, pemilik gerai R&B Cai Fan, memiliki latar belakang yang cukup unik. Ia bergabung dengan kelompok rahasia sejak usia 14 tahun dan terjerat penyalahgunaan narkoba hingga dua kali dipenjara karena kasus perdagangan narkotika. Selama berada di penjara, Lee ditempatkan di dapur dan belajar memasak hidangan Barat (Western). Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari sang ibu yang rutin mengirimkan buku masak dan resep untuk dipelajari.
Setelah bebas dari penjara pada 2017, Lee membuka restoran sendiri. Namun, usahanya terpaksa tutup akibat kendala keuangan. Ia kemudian bekerja sebagai juru masak di MBox Mahota Market dan bertemu Benson Tong, yang kini menjadi rekan bisnisnya. Pada Januari 2026, Tong mengajak Lee membuka gerai makanan Barat di kawasan Woodlands. Ketika lapak nasi campur di lokasi tersebut kosong, keduanya memutuskan mengambil alih tempat itu dan mendirikan R&B Cai Fan yang resmi beroperasi sejak 15 Juni 2026.
Momen Penentu di Balik Kesuksesan
Lee mengatakan salah satu alasan membuka gerai tersebut adalah bentuk rasa syukur kepada orang-orang yang memberinya kesempatan memulai hidup baru setelah keluar dari penjara. Ia berharap warung nasi ini bisa membantu orang-orang agar bisa makan murah. “Saya bersyukur setelah bebas dari penjara, banyak orang tidak menghakimi saya dan justru memberi kesempatan yang sangat berarti. Ini menjadi cara saya untuk membalas kebaikan mereka,” ujar Lee.
harga prasmanan SGD 7 sempat memicu pertanyaan banyak orang. Menurut Tong, tidak sedikit yang bercanda dan mempertanyakan bagaimana usaha warung nasi rames itu bisa bertahan dengan harga semurah itu. Tong menjelaskan harga tersebut dapat diterapkan karena hubungan baik dengan para pemasok yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Berkat pembelian dalam jumlah besar, mereka memperoleh harga daging dan seafood sekitar 30 persen lebih murah dibanding harga pasar.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Saat ini gerai tersebut melayani sekitar 90 pelanggan setiap jam makan siang. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, pada malam hari tempat itu diubah menjadi restoran Korean barbecue dan steamboat. Keuntungan dari layanan makan malam digunakan untuk menopang operasional gerai nasi campur pada siang hari.
Ke depannya, Lee dan Tong berencana membuka cabang baru di kawasan industri lain serta mempertimbangkan gerai bersertifikat halal agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Dengan konsep unik dan harga yang terjangkau, R&B Cai Fan berpotensi menjadi salah satu destinasi kuliner yang populer di Singapura.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan perjalanan yang cukup panjang, Royce Lee dan Benson Tong telah membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih dengan kerja keras dan kesempatan yang tepat. Melalui R&B Cai Fan, mereka tidak hanya menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan untuk menikmati hidangan yang terjangkau.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-kuliner/d-8575598/mantan-napi-buka-warung-prasmanan-pelanggan-boleh-ambil-lauk-sepuasnya, without altering the facts of the original article.