Anak Sayuti Melik Ungkap Kenangan Masa Lalu Bersama Megawati di Gang Sempit
Kenangan Masa Kecil yang Berkesan
Heru tumbuh di lingkungan yang akrab dengan keluarga Presiden Soekarno. Ia mengingat ayahnya sebagai pribadi yang sederhana dan gemar bermain catur. Kegemaran itu rupanya menurun kepada dirinya. “Saya itu ingatnya cuma karena beliau suka main catur, jadi saya ikut pintar main catur,” katanya sambil tersenyum tipis. Bagi Heru, disiplin menjadi pelajaran yang paling membekas dari sosok ayahnya. Ketegasan Sayuti Melik tidak hanya terlihat dalam perjuangannya untuk bangsa, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai kepala keluarga. “Bapak Sayuti itu orangnya apa disiplin terlalu keras harus mengikuti aturan,” kata Heru.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sayuti Melik kerap menjadi teman berdiskusi sekaligus orang yang memahami cara berpikir Bung Karno. “Pak Sayuti ngomong A, Bung Karno ngomong A. Dia sudah menerjemahkan maksudnya,” ujar Heru. Kedekatan itu bukan sesuatu yang istimewa ketika masih kecil. Baru setelah dewasa ia menyadari bahwa sang ayah memiliki peran penting di sekitar Bung Karno. Kini, kenangan-kenangan itu menjadi salah satu yang masih tersisa di tengah kondisi kesehatan Heru yang terus menurun. Pria berusia 84 tahun itu mengalami gangguan penglihatan sejak 2016. Kini, menurut pengakuannya, hanya mata kirinya yang masih dapat melihat.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kondisi kesehatan Heru yang terus menurun membuatnya bergantung pada istrinya, Treyzia. Perempuan yang merupakan cucu Haji Agus Salim itu bercerita, sebelum sakit Heru pernah bekerja sebagai Direktur Keuangan Trans Bakrie. Setelah itu ia berkarier di perusahaan minyak di Texas, Amerika Serikat. Pasangan ini kemudian menetap cukup lama di Kanada karena mempertimbangkan sistem layanan kesehatan di negara tersebut. Namun perjalanan mereka berubah ketika Heru mengalami gangguan mata. Rumah keluarga di Indonesia akhirnya dijual untuk membiayai pengobatan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Treyzia setia mendampingi Heru di tengah keterbatasannya. Ia berharap suatu hari nanti Heru dapat kembali bertemu dengan Megawati, teman kecilnya. “Eh akhirnya jadi tertarik karena kesehatan terjamin. Kita pikir, sudah deh kita di sini saja,” kata Treyzia. Namun, perjalanan mereka masih panjang dan tidak mudah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8246336/tinggal-nestapa-di-gang-sempit-anak-sayuti-melik-kenang-main-gundu-bareng-megawati, without altering the facts of the original article.