Prasasti Kuil YongningSketsa Prasasti Kuil Yongning dari The Russians on the Amur karya Ernst Georg Ravenstein (1834-1913), tahun 1861
Prasasti Kuil Yongning (永寧寺碑) adalah sebuah prasasti yang didirikan pada 1413, era Dinasti Ming sebagai tanda peringatan atas pendirian Kuil Yongning (永寧寺) yang berada di pos terluar Komisi Militer Regional Nurgan (奴兒干都指揮使司) di desa Tyr, Nikolayevsk-on-Amur, Krai Khabarovsk, Rusia, dekat muara Sungai Amur. Prasasti tersebut dibangun oleh seorang kasim bernama Yishiha dan dikenal sebagai contoh prasasti monumental dengan epigraf Om mani padme hum, dalam empat aksara berbeda di setiap sisinya, termasuk aksara Jurchen. Kemudian, prasasti kedua dengan aksara Tionghoa dibangun oleh Yishiha pada 1433, sebagai tanda peringatan atas pemugaran Kuil. Kedua prasasti tersebut kini tersimpan di Museum Arsenyev di Vladivostok, Rusia.
Latar belakang
Pemerintahan Ming di bawah kekuasaan Kaisar Yongle (1402-1424), berupaya untuk memperluas pengaruhnya ke wilayah timur jauh dengan membentuk sistem pertahanan terhadap bangsa Mongol dan pos-pos teritorial di wilayah Jurchen Haixi dan Jurchen Jianzhou di Semenanjung Liaodong, serta wilayah yang kini menjadi bagian dari provinsi Jilin. Kemudian memberikan posisi resmi kepada para pemimpin Jurchen sebagai tanda kesetiaannya.[1] Pada 1409, dibentuk Komisi Militer Regional Nurgan yang mencakup wilayah Sungai Amur dan pulau Sakhalin. Namun, wilayah ini berada di bawah kendali "Jurchen liar", terdiri dari kaum Tungusik yang melakukan penyerbuan terhadap pos-pos terluar tersebut. Pada 1412, Kaisar Yongle menanggapinya dengan memerintahkan seorang yang berasal dari kaum Jurchen Haixi, bernama Yishiha, untuk memimpin ekspedisi perdamaian atas wilayah tersebut. Tahun berikutnya, Yishiha berangkat bersama ribuan tentara, termasuk para arsitek dan perajin menggunakan dua puluh lima kapal. Ia menelusuri Sungai Sungari dan Sungai Amur hingga menepi di wilayah yang disebut oleh orang Tionghoa dengan nama Telin (特林) (kini Tyr, Rusia) dan hampir setahun tinggal di tempat tersebut. Yishiha kemudian membangun sebuah kuil Buddhis dekat tebing yang menghadap ke Sungai Amur, dinamakan "Kuil Ketenangan Abadi" (Kuil Yongning).[2][3]
Pada 1420-an, Yishiha melakukan ekspedisi lanjutan ke wilayah Nurgan dalam menanggapi penghancuran patung-patung Buddha oleh para kaum shamanisme setempat. Kemudian, pada 1432-1433, Yishiha melakukan ekspedisi terakhirnya dengan sejumlah dua ribuan tentara menggunakan lima puluh kapal, untuk mengangkat seorang kepala suku Jurchen sebagai Komisaris Militer Nurgan yang baru. Karena kuil yang telah ia bangun dua puluh tahun sebelumnya telah dihancurkan, Yishiha membangun kuil Yongning yang baru, terletak tidak jauh dari lokasi kuil sebelumnya yang menghadap ke Sungai Amur.[2][3] Pada 1435, pemerintah Ming membubarkan pasukan militernya di wilayah tersebut, sekaligus membubarkan Komisi Militer Regional Nurgan.[1]
Prasasti tahun 1413, dibuat untuk menandai pembangunan Kuil Yongning. Prasasti ini berukuran 179 x 83 x 42cm dan pada bagian muka prasasti, terukir epigrafi dalam bahasa Tionghoa yang memuji Kaisar Yongle dan menceritakan ekspedisi yang dilakukan oleh Yishiha. Pada bagian belakang, terdapat epigrafi versi singkat dari cerita yang tertera pada bagian muka, tertulis dalam bahasa Mongol dan Jurchen. Pada salah satu sisi prasasti, terukir secara vertikal mantra Buddha Om mani padme hum dalam empat aksara berbeda, yakni aksara Tionghoa, Jurchen, Mongol dan Tibet.[4][5]
Prasasti ini merupakan contoh terakhir yang diketahui sebagai prasasti yang ditulis dalam aksara Jurchen.[6] Catatan paling awal mengenai prasasti ini, kemungkinan terdapat dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh seorang cendekiawan Tiongkok bernama Yang Bin pada 1639. Namun, goresan epigrafi pada prasasti yang sebenarnya, tidak dipublikasikan sebelum 1887, hingga seorang pejabat Dinasti Qing yang bernama Cao Tingjie, melakukan perjalanan di sepanjang Sungai Amur pada 1885. Prasasti tersebut dipindahkan ke Museum di Vladivostok pada 1904.[4]
Prasasti 1433
Prasasti tahun 1433, dibuat sebagai penanda pemugaran kembali Kuil Yongning oleh Yishiha pada 1443. Prasasti ini hanya tertulis dalam bahasa Tionghoa.[5]
Galeri
Lihat pula
Teras Awan di Juyongguan, bangunan yang terletak di Perlintasan Juyong, dibangun pada 1345 dengan prasasti yang terukir dalam enam aksara yang sama dengan Prasasti Sulaiman
↑Pembacaan Jurchen diambil dari Kamus Jurchen karya Jin Qizong (Beijing: Wenwu Chubanshe, 1984). Karakter yang digunakan bersumber dari [Die Sprache und Schrift der Jučen] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan) karya Wilhelm Grube dengan karakter nomor 474, 370, 560, 419, 641, dan 385. (Leipzig: Otto Harrassowitz, 1896)
Referensi
12Li, Gertraude Roth (2002). "State Building before 1644". Dalam Peterson, Willard J. (ed.). The Ch'ing Empire to 1800. Cambridge History of China (dalam bahasa Inggris). Vol.9. Cambridge University Press. hlm.11–14. ISBN978-0-521-24334-6.
12Kane, Daniel (1989). The Sino-Jurchen Vocabulary of the Bureau of Interpreters (dalam bahasa Inggris). Indiana University, Research Institute for Inner Asian Studies. hlm.63–68. ISBN978-0-933070-23-3.
12Jin, Guangping; Jin, Qizong (1980). 女真語言文字研究[Study of Jurchen Language and Script] (dalam bahasa Tionghoa). Wenwu Chubaneshe. hlm.355–376.
↑Kiyose, Gisaburō Norikura (1977). A Study of the Jurchen Language and Script: Reconstruction and Decipherment. Hōritsubunka-sha. hlm.25.