Nama ini menggunakan kebiasaan penamaan Filipina; nama tengah atau nama keluarga pihak ibunya adalah Mercadodan marga atau nama keluarga pihak ayahnya adalah Tiongco.
Ye Fei lahir dengan nama Sixto Mercado Tiongco pada tanggal 7 Mei 1914 di kota Tiaong yang saat itu bernama Provinsi Tayabas, di Filipina. Ayahnya adalah Yap Sun Uy (葉蓀衛; Yap adalah pelafalan Minnan untuk nama keluarga Tionghoa Ye), seorang pedagang Tionghoa dari Nan'an, Provinsi Fujian yang pindah ke Filipina pada tahun 1900 dan mengadopsi nama Filipina Tiongco. Yap pindah agama menjadi Katolik agar mendapat persetujuan dari orang tuanya untuk menikahi ibu Ye Fei, Francisca Mercado, seorang Filipina dari keluarga Katolik setempat. Nama Tionghoa asli Ye Fei adalah Ye Qiheng (葉啟亨).[2][3]
Dibesarkan di Tiongkok
Pada tahun 1919 Ye Fei, yang saat itu berusia empat tahun, dan kakak laki-lakinya Ye Qicun (葉啟存), dibawa oleh ayah mereka ke kampung halamannya di Tiongkok untuk bersekolah.[3] Mulai tahun 1926 ia bersekolah di Sekolah Menengah Zhongshan di Xiamen dan kemudian Sekolah Menengah Atas Ketigabelas di Fujian.[4]
Ye Fei bergabung dengan Liga Pemuda Komunis Tiongkok bawah tanah pada bulan Mei 1928, dan Partai Komunis Tiongkok pada bulan Maret 1932.[4] Pada tahun 1932, ia ditangkap oleh pemerintah KuomintangRepublik Tiongkok dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara. Karena ia adalah warga negara Filipina,[3] Orang tuanya berhasil mengatur ekstradisinya ke Filipina (yang saat itu merupakan wilayah Amerika Serikat di bawah Pemerintah Kepulauan Filipina), dan ibunya berangkat ke Tiongkok untuk menjemputnya kembali. Namun, saat Francisca Mercado tiba di Hong Kong, Ye Fei sudah dibebaskan dari penjara. Setelah memberi tahu ibunya bahwa ia akan belajar di Jepang, ia malah pergi ke Fujian untuk membantu mendirikan gerilya Komunis di sana.[3]
Karir perang
Perang Saudara Tiongkok
Ye Fei pada masa muda
Pada tahun 1934, Tentara Merah Komunis Tiongkok mengalami serangkaian kekalahan oleh pasukan Kuomintang pimpinan Chiang Kai-shek, dan memulai Pawai Panjang. Dengan melarikan dirinya para pemimpin Komunis dari Provinsi Jiangxi yang berdekatan ke Provinsi Shaanxi yang terpencil, gerilyawan Fujian Timur pimpinan Ye Fei terputus dari pasukan utama Komunis dan bertempur dalam isolasi selama tiga tahun.[4] Kakak laki-lakinya Ye Qicun dibunuh pada akhir tahun 1930-an oleh Kuomintang.[3]
Pada tahun 1940, Ye Fei menyeberangi Sungai Yangtze ke Provinsi Jiangsu utara untuk terus memerangi Jepang dan Kuomintang, sekutu nominal Komunis. Ia diangkat menjadi komandan kolom pertama divisi Jiangsu Utara dari Tentara Keempat Baru di bawah pimpinan Su Yu. Pada bulan Oktober, ia menghancurkan satu brigade Kuomintang dalam Pertempuran Huangqiao. Pada tahun 1944, ia memimpin pasukan Komunis dalam Pertempuran Cheqiao dan mengalahkan Jepang. Tahun berikutnya, ia diangkat menjadi komandan wilayah militer Jiangsu Tengah dan wakil komandan wilayah militer Jiangsu-Zhejiang.[4]
Pada bulan April 1949, pasukan Ye Fei menyerang HMS Amethyst di Sungai Yangtze, dan memaksanya untuk tetap berlabuh selama 40 hari (lihat artikel utama: Insiden Yangtze).
Setelah berpartisipasi dalam Pertempuran Shanghai (1949) pada bulan Mei 1949, Ye Fei, dengan Wei Guoqing sebagai komisaris politik, memimpin Grup Angkatan Darat ke-10 dalam pertempuran Fuzhou, Zhangzhou, dan Xiamen, mengambil alih sebagian besar Provinsi Fujian dari para pembela Kuomintang.[4] Namun, pasukannya mengalami kekalahan besar dalam Pertempuran Guningtou, di mana lebih dari sepuluh ribu tentara PLA tewas atau ditangkap ketika mereka mendarat di Pulau Kinmen di lepas pantai Fujian. Komunis tidak pernah mampu mengambil alih Kinmen dan hingga hari ini Kinmen tetap berada di bawah administrasi Republik Tiongkok (Taiwan). Ye Fei menebus sebagian kekalahannya dengan memenangkan Kampanye Pulau Dongshan pada bulan Juli 1953.[5][6]
Karir selama masa damai
Ye Fei, 1978
Pada tahun 1953, Ye Fei diangkat menjadi Ketua Partai Komunis dan Gubernur Provinsi Fujian. Ia juga menjabat sebagai wakil komandan Daerah Militer Nanjing. Pada tahun 1955, di usia 40 tahun, ia termasuk dalam kelompok pertama komandan Tentara Pembebasan Rakyat yang dianugerahi pangkat Jenderal.[1][4] Sejak 1 Juli 1956, dengan dibentuknya Daerah Militer Fuzhou, ia menjadi komandan pertamanya.
Selama Revolusi Kebudayaan Ye Fei menderita penganiayaan karena hubungannya dengan luar negeri,[3] tetapi direhabilitasi pada tahun 1975 dan diangkat menjadi Menteri Transportasi Tiongkok. Ia memegang jabatan tersebut hingga Februari 1979, ketika ia diangkat oleh Deng Xiaoping sebagai komisaris politik Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, meskipun belum pernah bertugas di Angkatan Laut sebelumnya. Tahun berikutnya ia dipromosikan ke posisi Panglima Tertinggi Angkatan Laut, yang dipegangnya hingga Agustus 1982. Dari tahun 1983 hingga 1993 ia menjabat sebagai wakil ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional untuk Kongres ke-6 dan ke-7.[1]
Pulang ke Filipina
Menjawab undangan dari Presiden Corazon Aquino, Ye Fei mengunjungi Filipina pada Februari 1989 sebagai wakil ketua Kongres Tiongkok. Ini merupakan pertama kali ia datang ke Filipina setelah 70 tahun meninggalkan kampung kelahirannya. Ia menghabiskan waktu 2 minggu di Filipina, mengunjungi makam kedua orang tuanya di Tiaong dan bereuni dengan adik-adiknya yang lahir setelah ia meninggalkan Filipina dan tidak memiliki pengetahuan jasa-jasa kakaknya di Tiongkok.[3][7]
Oposisi terhadap tindakan keras tentara
Saat unjuk rasa Lapangan Tiananmen pada musim semi 1989, Ye Fei berserta beberapa perwira menandatangani surat perlawanan penegakan darurat militer oleh PLA di Beijing.
Karena keadaan yang mendesak, kami sebagai prajurit tua, mengajukan permohonan berikut: Karena Tentara Rakyat adalah milik rakyat, maka ia tidak dapat menentang rakyat, apalagi membunuh rakyat, dan tidak boleh dibiarkan menembaki rakyat dan menimbulkan pertumpahan darah; untuk mencegah situasi bertambah buruk, maka Tentara tidak boleh memasuki kota.
Ye Fei meninggal di Beijing pada 18 April 1999 dengan usia 84 tahun.[4] Pada 29 Maret 2000, sebuah taman monumen dan SMK di Tiaong dibangun untuk didedikasikan kepada almarhum Ye Fei. Hadir dalam pengesahan tersebut adalah Jenderal Angelo Reyes, Menteri Luar Negeri FilipinaDomingo Siazon Jr., Menteri Dalam Negeri Filipina Alfredo Lim, dan Duta Besar Tiongkok untuk Filipina Fu Ying. Ini adalah acara pertama dalam serangkaian acara untuk merayakan 25 tahun hubungan diplomatik antara Filipina dan Republik Rakyat Tiongkok.[9]