Pada bulan Agustus 1989, seorang kolonel Tentara Pembebasan Rakyat bernama Zhang Zhenglong, menerbitkan buku refleksi berjudul Salju Putih, Darah Merah setebal 618 halaman tentang pengalamannya berperang bersama Tentara Merah Tiongkok di Manchuria pada akhir 1940-an. Dalam bukunya, Zhang mengklaim bahwa Wang Zhen telah menyelundupkan opium selama Perang Saudara Tiongkok. Klaim tersebut dan klaim lainnya membuat Zhang menjadi target Wang. Zhang akhirnya ditangkap dan bukunya disensor di Tiongkok Daratan.[2]