Wolffia arrhiza, yang secara umum dikenal sebagai rootless duckweed (kiambang tanpa akar)[2] atau spotless watermeal, adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Araceae, yang mencakup tumbuhan penyuka air lainnya seperti Lemna dan Pistia. Tumbuhan ini adalah tumbuhan berpembuluh terkecil di Bumi.[3][4][5] Berasal dari Eropa, Afrika, dan sebagian Asia, tumbuhan ini juga telah ternaturalisasi di berbagai wilayah lain di seluruh dunia.[6][7]
Deskripsi
Wolffia arrhiza adalah tumbuhan air yang tumbuh di badan air yang tenang seperti kolam. Bagian hijau tumbuhan ini, yang dikenal sebagai frond (pelepah), adalah struktur berbentuk bola dengan lebar sekitar 1mm. Bagian atasnya rata sehingga memungkinkannya mengapung di permukaan air. Tumbuhan ini memiliki beberapa baris stomata yang sejajar.[4] Tumbuhan ini tidak memiliki akar. Ia menghasilkan bunga yang sangat kecil, lengkap dengan satu benang sari dan satu putik. Banyak ahli morfologi menganggap struktur tersebut sebagai perbungaan dari satu bunga jantan kecil setinggi 0,33mm, dengan satu bunga betina berdiameter 0,3mm; perbungaan terkecil yang pernah dilaporkan.[8] Tumbuhan ini sering kali memperbanyak diri melalui reproduksi vegetatif, dengan bagian bulatnya bertunas menjadi individu baru.[4][9] Dalam kondisi yang lebih dingin, tumbuhan ini menjadi dorman dan tenggelam ke dasar badan air untuk bertahan hidup selama musim dingin sebagai turion.[10] Sebagai miksotrof, ia dapat memproduksi energinya sendiri melalui fotosintesis atau menyerapnya dari lingkungan dalam bentuk karbon terlarut.[5]
Taksonomi
Wolffia arrhiza pertama kali dideskripsikan pada tahun 1771 oleh Linnaeus sebagai Lemna arrhiza dalam genus Lemna, yang dikenal menaungi beberapa spesies duckweed. Spesies ini dipindahkan ke genus saat ini, Wolffia, pada abad ke-19 berdasarkan karya Johann Horkel dan edisi ketiga Flora von Schlesien preußischen und österreichischen Antheils karya Christian Friedrich Heinrich Wimmer pada tahun 1857.
Kegunaan bagi manusia
Tumbuhan mungil ini merupakan makanan bergizi. Bagian hijaunya mengandung sekitar 40% protein berdasarkan berat kering dan turionnya mengandung sekitar 40% pati.[11][12] Tumbuhan ini mengandung banyak asam amino yang penting bagi diet manusia, serta jumlah mineral pangan dan elemen kelumit yang relatif besar seperti kalsium, magnesium, dan seng, serta vitamin B12.[12] Tumbuhan ini telah lama digunakan sebagai sumber makanan murah di Myanmar, Laos, dan Thailand, di mana ia dikenal sebagai khai-nam ("telur air").[13] Tumbuhan ini sangat produktif dalam reproduksinya, tumbuh dalam hamparan terapung yang dapat dipanen setiap 3 hingga 4 hari; tumbuhan ini telah terbukti menggandakan populasinya dalam waktu kurang dari empat hari secara in vitro.[14]
12Fujita, M., et al. (1999). Nutrient removal and starch production through cultivation of Wolffia arrhiza. Journal of Bioscience and Bioengineering 87:2 194-8.
↑Naskar, K., et al. (1986). Yield of Wolffia arrhiza (L.) Horkel ex Wimmer from cement cisterns with different sewage concentrations, and its efficacy as a carp feed. Aquaculture 51:3-4 211-16.