Di tengah pulau terdapat sebuah danau yang bernama danau Tihu, sebenarnya ada potensi wisata yang bisa dikembangkan di pulau tersebut. Selain danau ada juga sumber air panas yang cukup menarik.[butuh rujukan]
Pada 2 Maret 2017, Presiden Joko Widodo menetapkan Pulau Wetar sebagai salah satu dari 111 pulau-pulau kecil terluar. Ketetapan ini tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar.[4]
Pembagian administratif
Pulau Wetar dibagi dalam 4 wilayah administratif, yaitu:[butuh rujukan]
Untuk menuju Pulau Wetar, dapat diakses dari tiga arah, yaitu arah barat diakses dari Kota Kupang melalui transportasi laut atau dari Kota Kupang ke Kisar melalui jalur udara, dilanjutkan dengan jalur laut dari Kisar ke Pulau Wetar. Dari arah utara dapat diakses dari Kota Ambon ke Kisar dengan transportasi udara dan ke Pulau Wetar dengan transportasi laut. Sedangkan dari arah timur diakses melalui pulau-pulau kecil di Provinsi Maluku (termasuk Pulau Kisar).[butuh rujukan]
Transportasi udara yang tersedia yaitu menggunakan penerbangan reguler Merpati Nusantara Airlines dengan tipe pesawat CN-250 dari Kota Ambon ke Pulau Kisar dan CN-212 dari Kota Kupang ke Pulau Kisar. Transportasi udara dari Kota Ambon berlangsung 2 kali seminggu sedangkan penerbangan perintis dari Kota Kupang berlangsung 1 kali seminggu.[butuh rujukan]
Flora
Burung Merpati Kukuk Timor di Pulau Wetar
Tumbuhan mangrove yang dapat ditemui di pesisir Pulau Wetar sebanyak 15 spesies yang tergolong dalam 15 generasi dan 12 famili. Kelimpahan spesies mangrove di pulau ini ditunjukan dengan kesamaan spesies tumbuhan mangrove yang ada di Nusa Tenggara dan Timor Leste, yaitu mencapai 67%. Sementara kesamaan spesies antara pesisir Pulau Wetar dengan Pulau Yamdena sebesar 80%. Spesies mangrove di pesisir bagian barat Pulau Wetar lebih menonjol (14 spesies), sedangkan jenis spesies terendah ditemukan di pesisir tenggara pulau ini (7 spesies). Spesies mangrove yang menyebar di wilayah ekologis pesisir Pulau Wetar yaitu Sonneratia alba, Baringtonia asiatica, Hibiscus tiliaceus, Nypa fructicans dan Acanthus licifolius.[butuh rujukan]
Sumber Daya Alam
Beberapa puluh tahun yang lalu di pulau ini terdapat tambang emas PT. Prima Lirang Mining. Namun setelah cadangan emasnya menipis, mesin-mesin yang digunakan untuk menambang emas dibeli oleh PT. Nusa Halmahera Mineral.[butuh rujukan]
Pada pertengahan 2008, sebuah perusahaan mining Australia, Finders Resources menemukan kandungan tembaga dan mulai mendirikan tambang. Sebagai pilot project, tambang yang dibangun tidak besar.[butuh rujukan]
Sumber
↑"Pulau WETAR". www.ppk-kp3k.kkp.go.id. Diakses tanggal 2020-08-18.
↑"Pulau WETAR". www.ppk-kp3k.kkp.go.id. Diakses tanggal 2020-08-18.