Bulan April 1990, menjadi saat-saat yang istimewa bagi Letkol Pnb Wartoyo. Setidaknya demikian, mengingat pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah itu, sedang mengemban tugas negara maha penting. Letkol Pnb Wartoyo, alumni Akademi TNI AU (AAU) tahun 1971, yang kala itu menjabat Komandan Skadron Udara-3 Lanud Iswahyudi, Madiun, memperoleh kepercayaan menerbangkan pesawat F-16 Fighting Falcon yang dibeli Pemerintah Indonesia dari Amerika Serikat. Penerbangan itu menjadi istimewa, mengingat waktu itu Letkol Pnb Wartoyo (Marsdya TNI (Purn) ), merupakan orang Indonesia pertama (bersama Mayor Pnb M Basri Sidehabi (Marsdya TNI (Purn), Mayor Pnb Rodi Suprasojo (Marsda TNI (Purn), dan Mayor Pnb Eris Heriyanto (Marsdya TNI (Purn) ) yang memperoleh kepercayaan menerbangkan langsung pesawat F-16 dari home base-nya di Forthworth, Dallas, Amerika Serikat menuju Lanud Iswahyudi, Madiun, Indonesia.[butuh rujukan]
Proses penerbangan pesawat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu rute Dallas-Honolulu, Honolulu-Guam dan Guam-Iswahyudi. Sehari menjelang ferry, semua penerbang lapor dan memperoleh briefing dari seorang Perwira 2nd delivery mengenai rute penerbangan beserta frequency-nya, cuaca, pesawat tanker pendukung dan lain-lain. Letkol Pnb Wartoyo dan Mayor Pnb Eris Heryanto (kini Marsekal Pertama TNI menjabat Komandan Lanud Adi Sutjipto) menerbangkan pesawat F-16 B.[butuh rujukan]