Utricularia gibba adalah spesies tanaman airkarnivora dari genusUtricularia (bladderwort).[3][4] Tanaman ini berukuran kecil, hidup terapung atau menempel pada dasar perairan dangkal, dan tersebar luas di hampir seluruh benua kecuali Antarktika. Spesies ini dikenal pula dengan nama umum humped bladderwort atau floating bladderwort.[5]
Deskripsi
Utricularia gibba merupakan tanaman air karnivora berukuran kecil hingga sedang yang dapat tumbuh menempel pada substrat di perairan dangkal atau mengapung bebas di kolom air. Tanaman ini membentuk anyaman dari stolon bercabang yang panjangnya sekitar 20 sentimeter atau lebih dengan ketebalan 0,2–1 milimeter.[6]
Organ menyerupai daun tersebar di sepanjang stolon dan berukuran 0,5–1,5 sentimeter, dengan pola percabangan dikotom menuju ujung. Pada beberapa bagian ujung daun terdapat kantung perangkap (bladder trap) berbentuk oval berukuran 1–2,5 milimeter. Kantung ini berfungsi untuk menangkap mangsa kecil seperti organisme mikro. Saat pelengkap pada mulut kantung disentuh, perangkap akan aktif dan menyedot mangsa untuk dicerna.[7]
Bunga Utricularia gibba berwarna kuning dengan urat berwarna merah kecokelatan. Bunga tersusun dalam perbungaan tegak setinggi sekitar 20 sentimeter dan biasanya muncul di atas permukaan air. Setiap perbungaan dapat menghasilkan satu hingga dua belas bunga. Bibir atas bunga hampir bulat dan terbagi lemah menjadi tiga lobus, sedangkan bibir bawah sedikit lebih kecil dengan tonjolan bulat di bagian tengah. Taji bunga (spur) berbentuk kerucut sempit atau silindris dan melengkung ke bawah.[6]
Ukuran bunga bervariasi antara 0,8 hingga 1,5 sentimeter, bergantung pada lokasi persebarannya. Tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun apabila kondisi lingkungan mendukung. Jumlah kromosom diploid U. gibba adalah 2n = 28.[6]
Taksonomi
Utricularia gibba termasuk dalam famili Lentibulariaceae, yaitu kelompok tanaman berbunga yang seluruh anggotanya bersifat karnivora. Keluarga ini tergolong dalam ordo Lamiales, yang juga mencakup berbagai tanaman lain seperti lavender, mint, dan sesama anggota genus Genlisea serta Pinguicula.
Genus Utricularia sendiri terdiri atas lebih dari 200 spesies tanaman karnivora yang memiliki perangkap berbentuk kantung untuk menangkap mangsa kecil seperti protozoa dan krustasea mikroskopis. Nama genus Utricularia berasal dari kata Latin utriculus, yang berarti “kantung kecil,” merujuk pada struktur perangkap khasnya.
Nama spesies gibba diambil dari bahasa Latin yang berarti “punuk” atau “pembengkakan,” mengacu pada bentuk menggembung di bagian dasar bibir bawah mahkota bunganya. Dalam sistem klasifikasi tumbuhan, Utricularia gibbatermasuk dalam:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Tracheophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Keluarga: Lentibulariaceae
Genus: Utricularia
Spesies: Utricularia gibba L.
Tanaman ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah oleh Carl Linnaeus, seorang ahli botani asal Swedia, yang menetapkan nama ilmiahnya dalam karya klasik Species Plantarum pada tahun 1753.
Habitat alaminya meliputi kolam, danau, rawa, parit, dan daerah berair dangkal yang tenang atau berarus lambat. Spesies ini dapat tumbuh di air yang cukup dalam, tetapi tidak akan berbunga kecuali bila perbungaannya ditopang oleh vegetasi di dekat permukaan. Perairan tempat U. gibba tumbuh umumnya miskin fosfor dan nitrogen.[9][10]
Genetika dan biologi molekuler
Genom Utricularia gibba telah diurutkan pada tahun 2013. Dengan ukuran sekitar 82 megabasa, genomnya termasuk salah satu yang paling kecil di antara tanaman multiseluler. Meskipun demikian, jumlah gen pengode tetap sebanding dengan tanaman lain.[11]
Perbedaan utama dengan tanaman lain terletak pada berkurangnya secara signifikan DNA non-pengode (non-coding DNA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar 3% dari genom U. gibba merupakan DNA berulang, sehingga temuan ini menimbulkan pertanyaan terhadap hipotesis bahwa DNA berulang atau junk DNA diperlukan bagi kehidupan.[5]
Analisis evolusi menunjukkan bahwa Utricularia gibba dan tomat memiliki nenek moyang bersama sekitar 87 juta tahun lalu. Keduanya pernah mengalami penggandaan genom utuh (whole genome duplication), tetapi U. gibba kemudian kehilangan sebagian besar DNA yang tidak esensial, menghasilkan ukuran genom yang hanya sepersepuluh dari genom tomat.[5]
Jika dibandingkan dengan Arabidopsis, U. gibba memiliki jumlah intron lebih sedikit dan elemen pengatur gen yang lebih padat. Genom mitokondria dan plastidnya tidak menunjukkan penyusutan berarti. Pemadatan DNA nukleus diyakini terjadi melalui banyak penghapusan kecil serta beberapa penghapusan besar akibat rekombinasi.[5]
Kepadatan sekuens kaya GC pada genom U. gibba juga diperkirakan memicu kecenderungan molekuler menuju penghapusan DNA, yang mungkin diperkuat oleh tekanan seleksi alam di lingkungan miskin fosfor.[5]
Pembentukan perangkap pada U. gibba diketahui dipicu oleh kondisi kekurangan fosfor, bukan kekurangan nitrogen, yang menunjukkan bahwa fosfor merupakan unsur pembatas utama bagi pertumbuhan tanaman ini.[12]
Utricularia gibba dikenal sebagai salah satu spesies bladderwort air yang mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh mengapung di wadah berisi air atau ditanam dalam media gambut tergenang. Ia juga sering ditemukan tumbuh spontan di wadah air milik tanaman lain. Spesies ini dapat dibudidayakan dengan mudah di akuarium atau lingkungan perairan tertutup lainnya.[7][13]
123Taylor, Peter (1994). The genus utricularia: a taxonomic monograph. Kew bulletin additional series. Kew: Royal botanic gardens. ISBN978-0-947643-72-0.