Sejarah panjang Universitas Kristen Maranatha dimulai pada tahun 1965 dengan didirikannya Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, yang dirintis oleh Badan Pendidikan Kristen Komisi Pembantu Setempat dari Gereja Kristen Indonesia dan Badan Perguruan Tinggi dan Pendidikan Kristen dari Gereja Kristen Pasundan, atas anjuran Perkumpulan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) cabang Bandung.
Tanggal 11 September 1965 ditetapkan menjadi hari berdirinya Universitas Kristen Maranatha.[3]
Gedung kampus pertama terletak di Jl. Cihampelas, dibangun pada tahun 1970. Kemudian gedung kampus kedua mulai dibangun pada tahun 1983, berlokasi di Jl. Surya Sumantri, Kota Bandung. Pengembangan sarana dan prasarana perkuliahan terus dilakukan di area kampus kedua, seiring dengan rencana pengembangan fisik di lokasi-lokasi strategis lainnya baik di wilayah Bandung maupun di daerah lainnya.
Pada tahun 2025, gedung kampus di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, diresmikan penggunaannya. Prosesi pembukaan gedung dilaksanakan bersama Wakil Bupati Bandung Barat, dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bandung Barat.[4]
Universitas Kristen Maranatha memiliki fasilitas rumah sakit pendidikan, yakni Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Maranatha dan Rumah Sakit (RS) Maranatha. RSGM Maranatha berlokasi di dalam kawasan kampus Jl. Surya Sumantri, sebagai rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Gigi. RS Maranatha terletak di Taman Kopo Indah III, Kabupaten Bandung. RS Maranatha sebelumnya dikenal dengan nama RS Unggul Karsa Medika, sebagai rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran.[5][6]
Fakultas dan Program Studi
Saat ini Universitas Kristen Maranatha menaungi 6 fakultas dengan 35 program studi jenjang diploma, sarjana, pascasarjana, program profesi, dan program spesialis. Jumlah total lulusan mencapai lebih dari 50 ribu orang yang berkontribusi dalam berbagai bidang karier dan profesi di berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara.[7][8][9]
Keenam fakultas tersebut adalah: Fakultas Kedokteran [10], Fakultas Kedokteran Gigi [11], Fakultas Psikologi [12], Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas (penggabungan dari Fakultas Teknik [13] dan Fakultas Teknologi Informasi [14]), Fakultas Hukum dan Bisnis Digital (penggabungan dari Fakultas Ekonomi [15] dan Fakultas Hukum [16]), dan Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (penggabungan dari Fakultas Sastra [17] dan Fakultas Seni Rupa dan Desain [18]).[7]
Fakultas Kedokteran
Program Sarjana Kedokteran (S-1)
Program Sarjana Bioteknologi (S-1)
Program Magister Penuaan Kulit dan Estetika (S-2)
Program Profesi Dokter
Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Gigi
Program Sarjana Kedokteran Gigi (S-1)
Program Profesi Dokter Gigi
Fakultas Psikologi
Program Sarjana Psikologi (S-1)
Program Magister Psikologi Sains (S-2)
Program Profesi Psikolog
Fakultas Teknologi dan Rekayasa Cerdas
Program Sarjana Teknik Sipil (S-1)
Program Sarjana Teknik Industri (S-1)
Program Sarjana Teknik Elektro (S-1)
Program Sarjana Sistem Komputer (S-1)
Program Sarjana Teknik Informatika (S-1)
Program Sarjana Sistem Informasi (S-1)
Program Magister Ilmu Komputer (S-2)
Program Magister Teknik Sipil (S-2)
Fakultas Hukum dan Bisnis Digital
Program Sarjana Akuntansi (S-1)
Program Sarjana Manajemen (S-1)
Program Sarjana Ilmu Hukum (S-1)
Program Magister Manajemen (S-2)
Program Magister Akuntansi (S-2)
Program Magister Hukum (S-2)
Program Doktor Ilmu Manajemen (S-3)
Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif
Program Diploma Bahasa Mandarin (D-III)
Program Sarjana Sastra Inggris (S-1)
Program Sarjana Sastra Jepang (S-1)
Program Sarjana Sastra China (S-1)
Program Sarjana Seni Rupa Murni (S-1)
Program Sarjana Desain Interior (S-1)
Program Sarjana Desain Komunikasi Visual (S-1)
Program Sarjana Arsitektur (S-1)
Program Sarjana Desain Mode (Fashion Design & Lifestyle) (S-1)
Aktivitas Kemahasiswaan
Kehidupan kampus Universitas Kristen Maranatha diwarnai dengan aktivitas akademik dan nonakademik yang bertujuan mengembangkan diri dan karakter mahasiswa secara utuh. Aktivitas nonakademik yang bersifat ekstrakurikuler difasilitasi dalam berbagai wadah, terutama dalam himpunan mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa. Prestasi nonakademik banyak diraih melalui unit-unit kegiatan ini, melengkapi prestasi akademik mahasiswa.
Beberapa Unit Kegiatan Kemahasiswaan yang dikembangkan di dalam kampus antara lain:
Kungfu
Kendo
Aikido
Taekwondo
Unit Kegiatan Olah Raga (Basket, Futsal, Voli, Tenis, & Badminton)
Maranatha Diving Club (MDC)
Unit Kegiatan Seni (Band, Modern and Traditional Dance)
Voice of Maranatha (VOM)
Maranatha Christian University Choir (MCUC)
Teater Topeng
Maranatha Photography Club (MAPHAC)
Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam (MAPEKA)
Resimen Mahasiswa (MENWA)
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan tridarma perguruan tinggi, Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan program-program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh civitas academica.
Beberapa program yang pernah diadakan di antaranya adalah program pelatihan bahasa Inggris di lingkungan Kabupaten Purwakarta; lokakarya perencanaan keuangan dan kewirausahaan bagi para pelaku UMKM di sekitar kampus; pelatihan untuk guru-guru SD di Cipasung, Tasikmalaya; program pelatihan kreativitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di SLB-D YPAC, Bandung; juga kegiatan-kegiatan donor darah, pengobatan gratis, bakti sosial, dan kegiatan-kegiatan lain yang diadakan di berbagai tempat.
Universitas Kristen Maranatha melakukan kegiatan-kegiatan penelitian baik dengan pendanaan dari institusi nasional seperti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), juga institusi internasional, dan dari Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, maupun bekerja sama dengan berbagai pihak dunia usaha dan industri.[19][20][21]
Pada periode 2015/2016, penelitian yang dilakukan dengan dana hibah Kemristekdikti tercatat sebanyak 28 judul penelitian, dengan hibah mencapai 1,5 miliar rupiah. Dalam dua tahun ini dana hibah Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha mencapai 2 miliar per tahun, berupa hibah penelitian, hibah buku, dan hibah penulisan diktat.[22]
Pada tahun 2021, Universitas Kristen Maranatha memperoleh Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan jumlah mencapai 1,6 miliar rupiah. Program yang dilaksanakan meliputi hilirisasi produk teh herbal untuk meningkatkan ekonomi UMKM, pengembangan desa mandiri berbasis eco-village, hingga pembangunan rumah modular tahan gempa di Kampung Stamplat.[23]
Salah satu riset kolaborasi internasional yang berdampak besar adalah kajian upaya pengendalian banjir untuk meningkatkan kemampuan pencegahan bencana di Indonesia dan Jepang, pada periode 2025/2026. Riset ini dilaksanakan berkolaborasi dengan beberapa institusi perguruan tinggi dan lembaga pemerintahan dari kedua negara.[24]
Inovasi dan Pelestarian Budaya Batik
Universitas Kristen Maranatha dikenal dengan produk riset dan inovasi unggulan dalam hal pelestarian budaya Nusantara dan kearifan lokal. Salah satu yang telah dikenal secara nasional adalah riset pengembangan produk batik Lasem berkolaborasi dengan pelaku UMKM industri batik lokal di daerah Lasem, Jawa Tengah. Inovasi batik Lasem ini telah dipromosikan pada skala internasional dengan digunakannya salah satu produk kain batik sebagai suvenir resmi KTT G20 di Bali, 2022.[25]
Inovasi pelestarian budaya berkelanjutan lainnya yang telah direkognisi secara nasional adalah Batik Kura-Kura, Batik Bersuara, dan Batik Bujangga Manik. Ketiga produk inovasi batik berbasis saintek ini telah diluncurkan melalui program Resona Saintek, bagian dari Program Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Sains Teknologi Nusantara (Semesta) tahun 2025, dengan pendanaan Kemdiktisaintek. Ketiga produk inovasi ini merupakan perwujudan riset saintek yang benar-benar dapat menghasilkan produk kain batik kontemporer khas Indonesia untuk menggerakkan UMKM industri kreatif lokal, dan mendorong keberlanjutan warisan budaya tradisi Nusantara dengan cara-cara yang relevan dengan generasi saat ini.[26][27]
Identitas Visual
Lambang
Arti
Deskripsi elemen dalam lambang dan maknanya: [28][29]
Dasar segi lima warna biru berarti Dasar Negara Pancasila
Warna dasar biru (air laut), berarti kesetiaan, dinamis, bergelora, bersemangat dan tidak pernah berhenti menggali ilmu yang tidak terukur di dalamnya
Huruf dengan warna merah berarti berani dan pantang menyerah
Salib berwarna putih melambangkan suci dan penyelamatan dalam Yesus Kristus
Lilin berwarna emas melambangkan keluhuran dan kesejahteraan sebagai pelita kepada mereka yang mencari ilmu
Dua buah penyangga lilin berarti dua Gereja Pendukung yaitu Gereja Kristen Pasundan dan Gereja Kristen Indonesia, berwarna hijau karena fakultas pertama adalah Fakultas Kedokteran
Buku berarti Alkitab dengan lembaran berjumlah sebelas yaitu tanggal berdirinya
Kalimat-kalimat dalam buku berarti 10 Firman Tuhan