Burung hantu Itombwe (Tyto prigoginei) berukuran kecil dengan warna coklat kastanye pada bagian atas tubuh, bercak hitam dan putih pada mahkota dan tengkuk, serta bagian bawah tubuh berwarna krem kemerahan. Satu-satunya spesimen yang diketahui adalah betina dewasa, sehingga jantan dan anakan belum diketahui.[1] Ukurannya lebih kecil daripada burung hantu gudang pada umumnya dan memiliki cakram wajah berbentuk lebih menyerupai huruf U; jumbai bulu di telinga hampir tidak terlihat. Dalam warna dan pola bulu, spesies ini mirip dengan burung hantu teluk oriental, namun cakram wajahnya berbentuk hati seperti pada burung hantu gudang barat, dan kemiripan tersebut kemungkinan terjadi karena konvergensi.[1][2]
Sebaran
Spesimen tipe dikumpulkan di Muusi, pada ketinggian 2.430 m, di Pegunungan Itombwe di bagian timur Republik Demokratik Kongo pada tahun 1951.[3] Spesies ini kemudian tidak terkonfirmasi hingga seekor individu kedua tertangkap jaring kabut pada tahun 1996 di sudut tenggara Pegunungan Itombwe, sekitar 95 km di selatan dan 600 m lebih rendah dari lokasi pengambilan spesimen tipe.[4] Kedua spesimen tersebut ditemukan di habitat serupa berupa hutan pegunungan yang diselang-selingi daerah padang rumput dan rumpun bambu.[2] Selain itu, terdapat kemungkinan pengamatan di Burundi pada tahun 1974, dan rekaman suara burung hantu tak teridentifikasi di Rwanda pada tahun 1990 mungkin berasal dari spesies ini.[5]
Konservasi
Biologi burung hantu Itombwe hampir sepenuhnya tidak diketahui, demikian pula ukuran populasinya atau bahkan jangkauan sebarannya secara lengkap. Upaya konservasi tidak dapat dimulai tanpa penelitian tersebut. Spesies ini terancam oleh pembukaan habitat untuk pertanian skala kecil serta penebangan, penambangan, kebakaran hutan, dan perambahan hutan.[6] Hutan Itombwe baru-baru ini diusulkan sebagai cagar komunitas, tetapi batas-batasnya masih perlu ditetapkan.[3] Cagar Alam Itombwe telah dibentuk, namun penegakannya masih kurang karena pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan lapangan kerja yang diharapkan tidak terwujud. Meskipun demikian, kawasan hutannya tetap relatif utuh.[7]
Referensi
12König, Claus; Weick, Friedhelm; Becking, Jan-Hendrick (1999). Owls A Guide to the Owls of the World. Pica Press. hlm.207–208. ISBN1-873403-74-7.
12Bruce, M.D.; Kirwan, G.M.; Marks, J.S. (2017). del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J.; Christie, D.A.; de Juana, E. (ed.). "Congo Bay-owl (Phodilus prigoginei)". Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions. Diakses tanggal 12 November 2017.