Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Sebelum menjadi politikus, Tony merupakan birokrat yang mengawali kariernya di Pemerintah Kabupaten Kendari (sekarang Kabupaten Konawe). Ia menduduki beberapa jabatan strategis seperti Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kendari hingga berhasil menjadi Wakil Bupati Kendari mendampingi Lukman Abunawas pada 2003-2008. Setelah purnatugas sebagai wakil bupati, ia kembali mengabdi menjadi birokrat, tetapi pada tingkatan yang lebih tinggi yaitu Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Tony tercatat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM-Pemdes) Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2008-2010. Selain itu, ia juga dipercaya untuk menduduki jabatan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tenggara pada masa yang bersamaan. Ia kemudian menjadi Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2010-2013. Pada 2013, ia dipercaya untuk menjadi PenjabatBupati Kolaka Timur hingga akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pegawai negeri sipil dan mengikuti kontestasi Pilbup 2015 yang akhirnya membawanya ke ranah politik praktis.[2]