Terminalia arjuna merupakan salah satu spesies pohon dari genus Terminalia, yang dikenal dengan nama arjuna,[1] atau arjun tree dalam bahasa Inggris.[2] Pohon ini telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional.[3] Status konservasinya berbeda-beda di setiap tempat. Di Sri Lanka, tanaman ini masuk ke dalam kategori tidak terancam punah.[4] Sedangkan di beberapa tempat seperti Kerala dan Tamil Nadu, spesies ini termasuk ke dalam kategori hampir terancam.[5][6]
Deskripsi
Terminalia arjuna dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 20–25 meter, dengan batang kokoh dan tajuk yang lebar, dari mana cabang-cabangnya menggantung ke bawah. Daunnya berbentuk lonjong meruncing, berwarna hijau di bagian atas dan kecokelatan di bagian bawah, sementara kulit batangnya halus dan berwarna abu-abu. Pohon ini menghasilkan bunga berwarna kuning pucat yang muncul antara bulan Maret hingga Juni, serta buah berkayu berserat sepanjang 2,5–5cm dengan lima sayap, yang biasanya matang antara September dan November.[1][2] Meskipun relatif tahan terhadap sebagian besar penyakit dan hama, T. arjuna dapat terinfeksi oleh Phyllactinia terminale serta mengalami pembusukan akibat Polystictus affinis.[7]
Arjuna merupakan salah satu jenis pohon yang daunnya menjadi pakan bagi ngengat Antheraea paphia, penghasil sutratussar, jenis sutra liar yang memiliki nilai ekonomi tinggi.[9] Kulit kayu Terminalia arjuna banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional maupun modern sebagai obat kardiovaskular, karena dapat memperkuat otot jantung, memperlancar aliran darah koroner, serta membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.[10] Ekstraknya juga memiliki sifat antioksidan, antiradang, dan antimikroba yang berperan dalam mempercepat penyembuhan luka, mengatasi infeksi, serta memperbaiki jaringan yang rusak.[11] Selain itu, dalam penelitian terbaru, bubuk kulit kayu T. arjuna digunakan di bidang akuakultur dengan cara dicampurkan ke dalam pakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan ikan budidaya.[12]