Teklan adalah ternaabadi yang tumbuh rendah dan luas yang dapat tumbuh setinggi 1 meter di beberapa iklim.[7] Spesies ini mempunyai batang bawah berserat dan batangnya sering kali berkayu dan ditutupi rambut ungu.[8][9] Batangnya dapat menghasilkan akar tambahan jika bersentuhan dengan tanah.[8]
Daunnyayang bergerigi rata-rata mencapai 7,5cm panjang dan 2,5lebar cm dan lancip di setiap ujungnya. Daunnya terbentuk berpasangan berlawanan yang bergerigi kasar kecuali di dekat pangkal.[8][10] Spesies ini berkerabat dan sangat mirip dengan Ageratina adenophora. Namun, daunnya yang bergerigi khas dapat digunakan untuk membedakan bunga kabut dari A. adenophora .[8] Bunganya yang berwarna putih juga mirip dengan A. adenphora .[11]Bunganya berwarna putih dengan kepala lebat di ujung dahan. Bunga teklan bertunas dari bulan Juli hingga Agustus, dan mungkin berbunga dari Agustus hingga Maret di beberapa iklim.[8][10]Bijinya berwarna hitam, ramping, bersudut, 2panjangnya mm, dengan bulu putih halus di ujungnya. Mereka disebarkan oleh angin dan air yang mengalir. Tanaman dewasa dapat menghasilkan sekitar 10.000 hingga 100.000 benih per tahun.[10][12]
Kegunaan
Teklan paling sering digunakan sebagai tanaman hias. Ini juga dapat dipanen untuk digunakan sebagai bahan penyamakan. Di beberapa daerah, digunakan untuk stabilisasi tanggul dan untuk partisi tanah.[13][14]
Di dekat desa Sangau di India di mana spesies ini dikenal sebagai Hlo-thar, terdapat bukti penggunaan daun dan bunga kering tanaman untuk membuat teh herbal, yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan gula darah .[14]
12Fröhlich, J.; Fowler, S.V.; Gianotti, A.; Hill, R.L.; Killgore, E.; Morin, L.; Sugiyama, L.; Winks, C. (2000). Spencer, Neal R. (ed.). "Biological Control of Mist Flower (Ageratina riparia, Asteraceae): Transferring a Successful Program from Hawai'i to New Zealand". Proceedings of the X International Symposium on Biological Control of Weeds. Montana State University: 51.
123Gunasekera, Lalith (2009). Invasive Plants: A guide to the identification of the most invasive plants of Sri Lanka. Colombo. hlm.107–108. ISBN9780646514895.
↑Zancola, Brian J.; Wild, Clyde; Hero, Jean-Marc (24 December 2001). "Inhibition of Ageratina riparia (Asteraceae) by native Australian flora and fauna". Austral Ecology. 25 (5): 563–569. doi:10.1046/j.1442-9993.2000.01087.x.