Penggunaan di Jepang (1988-sekarang)
KRL Tokyo Metro seri 05 pertama kali diproduksi dan dioperasikan pada tahun 1988 di jalur Tozai, dan diproyeksikan mengganti KRL seri 5000 yang usianya mulai menua. KRL ini dibuat sebanyak 43 rangkaian formasi 10 kereta, dengan perbedaan-perbedaan di antara setiap kelompok pembuatannya (batch). 24 rangkaian pertama memiliki bentuk interior maupun eksterior seperti yang kita kenal di Indonesia, sedangkan 19 rangkaian berikutnya memiliki bentuk yang lebih aerodinamis dan dikenal sebagai seri 05N.
Pada tahun 2010, seiring mulai beroperasinya KRL Tokyo Metro 15000, yang bertepatan juga pada saat PT KCJ sedang melakukan pengadaan unit KRL baru, KRL ini didatangkan ke Indonesia bersama KRL Tokyo Metro seri 7000. Kedatangan kereta ini berlangsung hingga tahun 2012 dengan total 8 rangkaian yang didatangkan ke Indonesia. Pada tahun yang sama, rangkaian 05-011F dikembalikan ke pabriknya yaitu Kinki Sharyo dan kemudian dimodifikasi menjadi KRD, tetapi karena suatu hal kemudian rangkaian ini dirucat.[2]
Pada akhirnya, tersisa rangkaian 05-001F, 05-003F, 05-006F, dan 05-013F di Jepang sebagai rangkaian seri 05 kelompok pertama yang terakhir. Keempat rangkaian ini kemudian formasinya diperpendek menjadi 3 kereta per rangkaian, dilakukan perbaikan besar-besaran (refurbishment), dan didinaskan di jalur cabang Chiyoda dari Ayase ke Kita-Ayase.
Sementara rangkaian 05-014 hingga 05-018 sejak Desember 2012 hingga beberapa tahun berikutnya menjalani B-Refurbishment untuk mengalami perbaikan, khususnya penggantian propulsi daya menjadi VVVF-IGBT dan juga motor traksinya kini menggunakan tipe Permanent Magnet Synchronous Motors (PMSM).
Penggunaan di Indonesia (2010-sekarang)
Kereta ini pertama kali diimpor dari Jepang pada bulan Agustus 2010, yaitu rangkaian 05-002F dan 05-007F. KRL yang didatangkan adalah Tokyo Metro 05 generasi pertama (batch 1) yang telah digantikan oleh KRL Tokyo Metro seri 15000 (05-001F sampai 05-013F) yang tidak mendapatkan jatah B-refurbishment.
Pada bulan Januari 2011, diimpor lagi dari Jepang sejumlah tiga rangkaian yaitu 05-008F, 05-009F, dan 05-010F yang masih merupakan bagian dari kontrak pengadaan 5 rangkaian seri 05 dan 4 rangkaian seri 7000 ditandatangani tahun 2010.
Pada pertengahan 2012, rangkaian 05-004F, 05-005F, dan 05-012F ikut didatangkan ke Indonesia bersamaan dengan KRL-KRL seri 6000, sebagai rangkaian kereta seri 05 yang terakhir didatangkan ke Indonesia hingga saat ini. Seluruh rangkaian KRL seri 05 yang didatangkan ke Indonesia kini masih beroperasi, terkecuali rangkaian 05-007F yang rusak akibat mengalami anjlok dan menabrak peron di Stasiun Cilebut pada tahun 2012.
Rangkaian ini kemudian dirucat di Stasiun Cikaum untuk kereta 05-107 dan 05-007, dan di Depo KRL Depok untuk kereta-kereta lainnya kecuali kereta 05-407 dan 05-507.
Per Rabu, 17 Desember 2025, Kereta 05-010 - 05-110 resmi dipensiunkan dan akan disimpan di emplasemen Depo Depok sambil menunggu nasib dirucat atau ditanahkan.[3]
Pada 2 Januari 2026, Tokyo Metro 05-010 - 05-910 (7 Rangkaian) Resmi Di-tanahkan Di Depo Depok, Kecuali Kabin Tokyo Metro 05-110 Rencana dikirim ke Mako Brimob.[4]
Pada 7 Januari 2026, Setelah Tokyo Metro 05-008 Last Run Di Priok Line Sejak Februari 2025, Tokyo Metro 05-008, 05-608, 05-808, 05-908 & 05-108 (5 Rangkaian) Resmi Di-tumpuk di Dipo Depok bersama Rangkaian 05-604, Kecuali Rangkaian Telah Di-retrofit ke INKA 05-208, 05-308 & 05-708 (3 Rangkaian).[5]