Susan Strange lahir di Dorset, Inggris, pada 9 Juni 1923. Ia anak dari veteran Perang Dunia I dan II, Louis Strange. Ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi dari London School of Economics (LSE) dengan beasiswa. Di tahun keempatnya, Strange hamil anak pertama dari suami pertamanya, Dennis Merritt. Mereka dikaruniai satu orang putera dan satu orang puteri, tetapi kemudian bercerai pada 1955. Strange menikah lagi dengan Clifford Selly pada 1955. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak, tetapi satu anak meninggal dunia.[2][3]
Karier
Strange memulai kariernya sebagai jurnalis. Setelah lulus dari LSE pada 1943, Strange menjalani karier di bidang jurnalisme di tengah masa Perang Dunia II. Ia memulai karier sebagai asisten editor The Economist di bawah editor luar negeri Barbara Ward. Pada 1946, ia bekerja sebagai koresponden The Observer di Gedung Putih dan Markas PBB, Amerika Serikat.[2] Ia bertemu dengan sejarawan Dennis Brogan yang disebut sebagai mentornya dalam politik Amerika.[4]
Sekembalinya dari Amerika Serikat pada akhir 1948, Strange mengajar di departemen Hubungan Internasional Universitas Kolese London hingga tahun 1965. Pada saat itu, ia mulai mengembangkan karya-karyanya terkait politik hubungan ekonomi internasional. Di saat bersamaan, ia menjadi koresponden paruh waktu bidang ekonomi The Observer.[2]
Strange membangun disiplin ilmu baru yang menggabungkan hubungan internasional dengan ekonomi internasional, yakni Ekonomi Politik Internasional (EPI). Gagasannya diwujudkan dalam konferensi 10 hari pada 1972 yang didukung oleh Chatham House dan dihadiri sekitar 30 akademisi dari Britania Raya dan Amerika Serikat. Konferensi 1972 dan dua tahun setelahnya menjadi tonggak penting pembentukan Kelompok Ekonomi Politik Internasional (International Political Economy Group/IPEG) dalam Asosiasi Studi Internasional Britania Raya (British International Studies Association/BISA). IPEG berkembang menjadi salah satu kelompok dalam BISA yang paling aktif; mensponsori berbagai konferensi dan penerbitan buku hingga EPI menjadi kajian standar di berbagai universitas.[1]
Setelahnya, ia bekerja sebagai peneliti di Chatham House pada 1965-1976 yang berpengaruh pada pemikiran-pemikirannya selanjutnya. Selama berkarier di Chatham House, ia menerbitkan dua karya penting, yakni buku berjudul Sterling and British Policy dan InternationalMonetary Relations.
Meski tak pernah mengenyam pendidikan doktoral, Strange diangkat sebagai Profesor Hubungan Internasional Montague Burton di LSE pada 1978 menggantikan Geoffrey Goodwin. Ia berkarier di LSE hingga 1988. Berkolaborasi dengan kolega barunya di LSE, Strange mampu mengembangkan EPI menjadi program tersendiri, terutama di tingkat pascasarjana, dan LSE menjadi salah satu pusat hubungan internasional terbaik di Britania.
Setelahnya, Strange menjabat sebagai profesor di Institut Universitas Eropa di Firenze, Italia. Ia juga sempat menjadi dosen tamu di Jepang. Meski Strange kerap kali mengkritik akademisi Amerika Serikat yang dianggap kuno dan tidak mampu memahami dunia internasional sebaik dirinya, ia justru dianugerahi jabatan sebagai Presiden Asosiasi Studi Internasional (International Studies Association/ISA)—salah satu asosiasi profesi terbesar dan bergengsi bagi penstudi HI—pada 1995. Pada 1995 ia menjabat sebagai profesor di Universitas Warwick hingga kematiannya pada 1998. Bulan-bulan terakhir hidupnya ia dedikasikan untuk membentuk BISA Founders Fund, sebuah pendanaan untuk mendukung akademisi junior. Ia juga rajin mempromosikan kerjasama antar asosiasi melalui rapat-rapat Komite Studi Internasional.[1][2]
Kematian
Dua minggu setelah penerbitan buku terakhirnya Mad Money: When Markets Outgrow Governments, Susan Strange meninggal pada tanggal 25 Oktober 1998 karena kanker pankreas di Aylesbury, Buckinghamshire.[5][6]
Gagasan dan kontribusi
Sebagai seorang tokoh Neorealisme, Strange mengemukakan gagasan tentang kekuasaan struktural yang menentang teori Realisme populer tentang kekuasaan. Strange berkontribusi pada perdebatan sejak tahun 1980-an mengenai melemahnya kekuatan Amerika Serikat dan implikasinya pada politik global.[7]
Ia juga berkontribusi pada perluasan kajian ekonomi politik internasional, terutama hubungan antara negara dan pasar. Menurutnya, sejak 1970-an, pasar punya kekuasaan yang lebih besar dibanding negara, yang dikemukakan dalam buku berjudul States and Markets (1988). Ide ini kemudian dikembangkan lagi dalam buku yang berjudul The Retreat of the State (1996) di mana ia menganalisis bahwa negara kehilangan otoritasnya dari atas, samping, dan bawah. Sementara dalam buku Casino Capitalism (1986) dan Mad Money (1998) ia mengkritisi sistem kapitalisme global yang rentan terhadap guncangan-guncangan ekonomi dan spekulasi finansial.[7]
Strange bisa jadi merupakan salah satu orang pertama yang memperingatkan bahaya spekulasi finansial terhadap perekonomian dunia seperti yang terjadi pada Krisis Finansial 1997 dan Krisis Finansial 2008. Untuk menghormatinya, Profesor Nigel Dodd dari LSE menyebut beragam instrumen manajemen risiko keuangan yang rumit sebagai "Strange Money".[8]
Strange, Susan (1989). "'I Never Meant to Be an Academic'". In Kruzel, Joseph; Rosenau, James N. (eds.). Journeys Through World Politics: Autobiographical Reflections of Thirty-four Academic Travellers. Lexington: Lexington Books. pp.429–436. OCLC18561394 (semua edisi). Arsip
Harry Bauer & Elisabetta Brighi (Eds) (2003) International Relations at LSE: A History of 75 Years, London: Millennium Publishing Group, ISBN 978-0-9544397-0-5.
Heywood, Andrew (2017). Poltiik Global[Global Politics]. Diterjemahkan oleh Lazuardi, Ahmad Lintang (Edisi 2). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)