Riwayat
Kiprah
Suryadi Asmi memulai karier di Bank Nagari pada 1982 sebagai petugas bagian penilaian kantor pusat. Ia tercatat pernah menjabat sebagai kepala cabang Sawahlunto, Payakumbuh dan Solok. Kemudian ia pernah menjabat Pemimpin Divisi Perkreditan, Divisi Treasury pada 1999, Pemimpin Cabang Jakarta, Pemimpin Divisi Keuangan pada 2003, dan Direktur Pemasaran Bank Nagari sejak 2004 hingga 2007. Ia diangkat sebagai Direktur Utama Bank Nagari periode 2008-2012 dan 2012–2016.[2]
Suryadi dikenal sebagai pimpinan yang low profile, bertangan dingin dan progresif. Dibawah kepemimpinannya Bank Nagari berkembang pesat, sehingga pada tahun 2012 telah mencatatkan aset sebesar Rp.14 triliun. Pada bulan Desember 2012, Suryadi Asmi menerima penghargaan sebagai CEO terbaik Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Majalah Business Review dan Perbanas Institute dalam acara Anugerah Perbankan Indonesia 2012 yang diselenggarakan di Jakarta. Sebelumnya, masih pada tahun yang sama, Bank Nagari yang dipimpinnya juga meraih penghargaan Peringkat 2 The Best Bank 2012 in Good Corporate Governance (GCG) untuk bank beraset diatas Rp. 2 Triliun dan Peringkat 2 The Best Bank in Coorporate Social Responbility (CSR).[3]
Pendidikan
Suryadi menamatkan pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya, Sungai Penuh, Jambi. SMP ia tamatkan pada tahun 1970 di SMP No 1, dan menengah atas di SMAN Sungai Penuh pada tahun 1973. Ia melanjutkan pendidikan tingginya ke Universitas Andalas, Padang, dan berhasil meraih gelar sarjana (S1) pada tahun 1981, sedangkan gelar Magister Management (Master) ia dapatkan dari Universitas Negeri Padang, pada tahun 2005.
Kehidupan pribadi
Suryadi lahir di Sungai Penuh, Jambi pada 21 Desember 1954. Ia merupakan putra ketiga di antara sembilan bersaudara dari seorang ayah yang bernama Asmi St. Sinaro Bungsu dan ibu bernama Rohani yang berasal dari Saniangbaka, Solok, Sumatera Barat. Ayahnya adalah seorang pedagang hasil bumi di Sungai Penuh, Jambi.
Suryadi menikah pada tahun 1979 dengan Syamsurmaini, seorang wanita kelahiran Padangpanjang. Pernikahan mereka telah dikarunia seorang putri dan tiga orang putra, yaitu Nana Maya Suryana, Fandy Suryadi, Riyadi Suryananda dan Ferdhanata.