TGPF dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk mencari fakta-fakta tentang kerusuhan Reformasi pada Mei 1998.[2] Setelah pensiun dari kepolisian, Marwan Paris terjun dunia ke politik dengan bergabung ke dalam struktur kepengurusan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta.[3][4]
Dalam bidang sosial, ia juga aktif menjadi pengurus di beberapa organisasi kemasyarakatan, seperti Gebu Minang dan Solok Saiyo Sakato.[5] Saat ini, dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura 2024—2029, beliau dipercaya menduduki jabatan Ketua Dewan Penasihat (Wanhat).[6] Adapun pendidikan yang pernah beliau tempuh ialah S1 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1971—1975), Lemhannas dan S2 Bisnis Manajemen (1991—1993).