Sejarah
Sumut Running Festival pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 dan sejak itu menjadi ajang tahunan yang dinantikan oleh para pelari, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Sejak edisi perdananya hingga tahun 2025, ajang ini telah membuka pendaftaran bagi peserta warga negara asing.
Berbagai ajang lari yang telah diselenggarakan di Sumatera Utara ini telah berhasil menarik minat peserta mancanegara dari berbagai negara. Pada Toba Cross Run 2017 diikuti oleh peserta dari Malaysia, Thailand, Filipina, Kenya, dan Singapura, dengan pelari asal Kenya, Samson Karega Kamau, berhasil keluar sebagai juara pertama di kategori putra 21K, sedangkan kategori putri 21K dimenangkan oleh Pretty Sihite.[1] Sementara itu, Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2019, tercatat pelari dari Malaysia, Jepang, India, Belanda, Kenya, Singapura, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok turut ambil bagian, memperkuat reputasi event ini sebagai ajang bertaraf internasional dengan pelari asal Kenya, Jackline Musyawa, berhasil keluar sebagai juara pertama di kategori putri 21K, sedangkan kategori putra 21K dimenangkan oleh Pirton Lumban Toruan.[2]
Terbaru, pada Sumut Run Festival 2025, peserta dari Malaysia juga terlibat, menandai kontinuitas partisipasi pelari luar negeri dalam event lari di Sumatera Utara. Pada penyelenggaraan Sumut Run Festival 2025, kategori pelajar (Junior Dash) berhasil meraih Rekor MURI sebagai ajang lari dengan jumlah peserta pelajar terbanyak yang pernah diselenggarakan di Indonesia, dengan total hampir 12.000 peserta.[3]