Bandara Silangit adalah pintu masuk utama melalui udara menuju kawasan wisata Danau Toba. Dan Danau Toba menjadi salah satu dari lima kawasan wisata prioritas Indonesia, sesuai arahan presiden Indonesia, Joko Widodo.[5]
Situs geologi
Tempat kuliner di Geosite Sipinsur.
Pada tahun 2019, presiden IndonesiaJoko Widodo, melakukan kunjungan ke kawasan Geosite Sipinsur.[6] Bulan Agustus tahun 2019, Danau Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG). Sehingga menjelang peresmian menjadi anggota UGG pada April 2020 di kota ParisPrancis, pemerintah fokus mengembangkan 16 kawasan geosite Danau Toba, salah satunya adalah Geosite Sipinsur.[7]
Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) fokus mengembangkan 16 situs geologi tersebut. Pengembangan kawasan termasuk perbaikan infrastruktur, pembangunan tempat kuliner, serta memperbanyak agenda senibudaya di kawasan Geosite Sipinsur.[8]
Geosite Sipinsur dikelilingi oleh pepohonan Pinus, sehingga tempat ini cukup rindang, dan udara di kawasan ini juga tergolong lembap. Posisi Sipinsur berada di ketinggian 1.213 mdpl, sehingga melalui tempat ini, bisa melihat sekitar kawasan Danau Toba, dan juga bisa melihat dua Pulau Sibanding, yang ada di Danau Toba. Kawasan wisata Muara di Kabupaten Tapanuli Utara juga bisa terlihat dari Geosite Sipinsur.[3]
Setelah dilakukan pengembangan dan revitalisasi, berbagai fasilitas di Geosite Sipinsur dapat mendukung kebutuhan wisatawan yang datang ke tempat ini. Beberapa fasilitas yang dikembangkan adalah tersedianya pusat jajanan dengan konsep tiny house atau rumah kecil. Tersedia juga peralatan tenda untuk wisatawan yang ingin berkemah, dan juga ada taman bermain untuk anak-anak.[4][3] Pada akhir tahun 2018, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, layanan Wi-Fi gratis telah tersedia di tempat ini. Pengadaan Wifi gratis ini juga meningkatkan jumlah wisatawan ke Geosite Sipinsur.[9]