Stephen Edwin King (lahir 21 September 1947) adalah seorang penulis Amerika. Dikenal luas karena novel-novel horornya, ia dinobatkan sebagai "King of Horror".[2] Dia juga telah menjelajahi genre-genre lain, di antaranya suspense, kejahatan, science-fiction, fantasy dan misteri.[3] Meskipun dikenal terutama untuk novel-novelnya, ia telah menulis sekitar 200 cerita pendek, yang sebagian besar telah diterbitkan dalam bentuk koleksi.[4]
Stephen Edwin King lahir pada tanggal 21 September 1947 di Portland, Maine, putra dari seorang pelaut bernama Donald Edwin King dan istrinya, Nellie Ruth (née Pillsbury). Saat King berusia dua tahun, ayahnya meninggalkan dirinya dan keluarganya. Ibunya kemudian membesarkan King dan kakak angkatnya, David, seorang diri, terkadang menghadapi masalah keuangan. King dan keluarganya pindah ke De Pere, Wisconsin, Fort Wayne, Indiana, dan Stratford, Connecticut. Saat King berusia sebelas tahun, keluarganya kembali ke Durham, Maine. Di sana, Ruth bekerja sebagai pengasuh di kompleks perumahan setempat untuk menafkahi keluarga.[1] King dibesarkan sebagai seorang Metodis.[10]
Saat masih anak-anak, King menyaksikan salah seorang temannya tewas ditabrak kereta api. Setelah itu, King berubah menjadi seorang anak pendiam. Beberapa pendapat menyatakan bahwa peristiwa ini secara psikologis mungkin telah mengilhami beberapa karya King,[11] meskipun King tidak menyebut mengenai hal ini dalam memoarnya berjudul On Writing (2000).[12]
King mulai iseng menulis saat masih bersekolah dengan menulis artikel untuk surat kabar Dave's Rag, dan kemudian mulai menjual cerita karangannya kepada teman-temannya. Cerita karangannya yang pertama kali diterbitkan secara independen adalah "I Was a Teenage Grave Robber", serial yang diterbitkan dalam empat cerita bersambung di Comics Review pada tahun 1965.[13]
Setelah lulus dari universitas, King tidak kunjung mendapat pekerjaan. Ia kemudian mulai menjual cerpen karangannya ke majalah-majalah seperti Cavalier.[14] Pada tahun 1973, novel pertama King, Carrie, diterima oleh penerbit Doubleday. Uang muka yang diterimanya untuk penerbitan novel ini adalah sebesar $2,500.[15] Setelah penerbitan Carrie, King mulai menulis Second Coming, yang kemudian diterbitkan dengan judul Salem's Lot pada tahun 1975.[16] Setelah kematian ibunya pada 1974, King dan keluarganya pindah ke Boulder, Colorado, dan di sana ia mulai menulis The Shining (diterbitkan tahun 1977). Ia kembali ke Maine pada 1975 dan menyelesaikan novel keempatnya, The Stand (diterbitkan tahun 1978).[17]
Pada akhir 1970-an, King menerbitkan sejumlah novel pendek berjudul Rage (1977), The Long Walk (1979), Roadwork (1981) The Running Man (1982), dan Thinner (1984) dengan nama pena Richard Bachman. Penggunaan nama pena ini dilakukannya untuk menguji apakah ia bisa meniru kesuksesannya dibalik nama orang lain dan untuk menghilangkan anggapan bahwa popularitasnya hanyalah sebuah kebetulan.[18]
Hingga tahun 2013, King telah menerbitkan lima puluh novel, dua ratus cerita pendek, dan lima karya nonfiksi, yang telah terjual lebih dari 350 juta eksemplar di seluruh dunia,[19] Karya-karyanya juga telah diadaptasi menjadi sejumlah film, buku komik, dan teater.
Kehidupan pribadi
King menikah dengan Tabitha Spruce, rekannya sesama mahasiswa di Universitas Maine pada tahun 1971. Mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Naomi King, Joe King, dan Owen King. Dua terakhir juga berprofesi sebagai penulis.