"Sastra Gotik" beralih ke halaman ini. Hal ini mungkin juga merujuk pada teks-teks dalam bahasa Gotik yang sudah punah. Untuk fiksi yang terkait dengan komunitas goth, lihat Subkultur Goth §Buku dan majalah.
Fiksi Gotik, sering disebut sebagai Horor Gotik (terutama pada abad ke-20), adalah estetika sastra yang bertema ketakutan dan hantu. Nama genre ini berasal dari penggunaan kata "gotik" pada era Renaisans sebagai istilah peyoratif yang berarti abad pertengahan dan barbar, yang sendiri berasal dari arsitektur Gotik dan pada gilirannya bangsa Gotik.[1]
Reruntuhan dari Kastil Wolf Crag di buku The Bride of Lammermoor (1819) karya Walter Scott
Fiksi gotik dikenali dengan temanya mengenai kengerian, kejadian supranatural, dan intrusi masa lalu pada masa kini.[2][3] Latarnya umumnya mencakup pengingat-pengingat nyata akan masa lalu, khususnya melalui reruntuhan bangunan yang menjadi bukti akan kehidupan sebelumnya yang hancur di masa kini.[4] Karakteristik latar pada abad ke-18 dan abad ke-19 termasuk kastil, bangunan religi seperti biara, dan rubanah. Suasana yang diterapkan biasanya mengesankan situasi klaustrofobia, dan alur cerita yang umum biasa meliputi elemen penganiayaan penuh dendam, pemenjaraan, dan pembunuhan.[5] Penggambaran dari rangkaian kejadian mengerikan dalam fiksi gotik berperan sebagai ekspresi metafora dari masalah psikologi atau sosial.[6] Bentuk cerita Gotik biasanya tidak berkesinambungan dan rumit, sering kali menggabungkan cerita di dalam cerita, berganti narator, dan perangkat bingkai seperti manuskrip yang ditemukan atau sejarah yang disisipkan.[7] Karakteristik lainnya, terlepas dari relevansi alur cerita, dapat mencakup keadaan seperti tidur atau kematian, penguburan hidup-hidup, doppelgänger (kembaran), gema atau keheningan yang tidak wajar, penemuan hubungan keluarga yang tersembunyi, tulisan yang tidak dapat dipahami, lanskap malam, lokasi terpencil,[8] dan mimpi.[9] Khususnya pada akhir abad ke-19, fiksi Gotik cenderung mengaitkan unsur iblis dan peristiwa kerasukan, hantu, dan berbagai macam jenis roh jahat.[10]
Fiksi Gotik sering kali berpindah-pindah dari “budaya tinggi” dan “rendah” atau “budaya popular”[11]
Peran Arsitektur
Literatur Gotik memiliki keterikatan yang kuat dengan Arsitektur Kebangkitan Gotik di masa yang sama. Penulis Gotik Inggris sering kali mengaitkan bangunan-bangunan abad pertengahan dengan apa yang mereka anggap sebagai periode yang kelam dan mengerikan, ditandai dengan peraturan yang didukung penyiksaan dan ritual berbau misterius, fantastik, dan takhayul.
↑De Vore, David. "The Gothic Novel". Diarsipkan dari aslinya pada 13 Maret 2011. "Latar sangat berpengaruh dalam novel-novel Gotik. Latar tidak hanya membangkitkan suasana horor dan kengerian, tetapi juga menggambarkan kemerosotan dunianya. Pemandangan kehancuran menyiratkan bahwa pada suatu waktu ada dunia yang berkembang pesat. Pada suatu waktu biara, kastil, atau lanskap merupakan sesuatu yang berharga dan dihargai. Sekarang, yang bertahan hanyalah cangkang yang membusuk dari tempat tinggal yang pernah ada."
↑Birch, Dinah, ed. (2009). The Oxford companion to English literature. Oxford reference online premium (Edisi 7. ed). Oxford: Oxford Univ. Press. ISBN978-0-19-173506-6.