Sekitar 3,5 kilometer ke arah barat stasiun ini, terdapat dua terowongan kereta api pertama buatan dalam negeri, yaitu Eka Bakti Karya (kini Karangkates I) dan Dwi Bakti Karya (kini Karangkates II) dengan panjang masing-masing 741 dan 440 meter. Terdapat pula halte nonaktif bernama Karangkates yang terletak antara stasiun ini dan terowongan Karangkates II. Halte tersebut terletak 2,45 kilometer di barat stasiun ini.[3] Tidak diketahui kapan halte tersebut dinonaktifkan.
Saat ini, stasiun ini melayani melayani pemberhentian kereta api penumpang, termasuk persilangan dan penyusulan antarkereta api.
Bangunan dan tata letak
Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.
Pada 18 Oktober2022, terjadi kembali tanah longsor dan banjir di petak lintas antara Stasiun Pogajih–Sumberpucung. Sembari jalur rel dinormalisasi akibat peristiwa ini, beberapa kereta api seperti Matarmaja (281) dan Gajayana (71) memutar melalui Jalur Malang–Sidoarjo–Mojokerto–Kertosono. Pada 20 Oktober2022 pukul 11.00 WIB, jalur dapat dilewati kereta api tetapi dengan kecepatan terbatas hingga 40 kilometer per jam.[5]