Ke arah selatan stasiun ini, sebelum Stasiun Wates, terdapat Stasiun Kalimenur yang sudah tidak digunakan lagi sejak dekade 1970-an, sedangkan ke arah timur stasiun ini, terdapat bekas Stasiun Sedayu yang juga sudah tidak aktif sejak tahun 1990-an.
Bangunan dan tata letak
Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan jalur lurus.[4] Semenjak beroperasinya jalur ganda di segmen Wates–Rewulu pada tanggal 28 Agustus 2007,[5] jumlah jalurnya bertambah menjadi empat dengan jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kutoarjo saja dan jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Yogyakarta.[6][7]
Di selatan stasiun ini terdapat perlintasan sebidang, sehingga stasiun ini selain untuk melayani penyusulan antarkereta api juga melayani pengontrolan palang perlintasan sebidang. Namun, sejak tanggal 7 Desember 2017, perlintasan sebidang ini resmi ditutup sehingga stasiun ini sudah tidak lagi melayani pengontrolan perlintasan sebidang.[8] Stasiun ini adalah salah satu dari enam stasiun kereta api kelas III yang tetap mempertahankan bangunan bergaya DKA 1950-an setelah jalur ganda Kutoarjo–Yogyakarta beroperasi.
P04
G
Bangunan utama stasiun
P
Lantai peron
Peron sisi
Jalur 1
Jalur untuk penyusulan KA
Peron pulau
Jalur 2
Sepur lurus untuk KA berjalan langsung arah Kutoarjo
Jalur 3
Sepur lurus untuk KA berjalan langsung arah Yogyakarta
↑Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
↑Lampiran SK Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK/02/DJKA/K.2/01/06