Menurut informasi dari bapak pensiunan yang menempati stasiun ini, stasiun ini dinonaktifkan sekitar tahun 1960-1970-an karena jaraknya yang sangat dekat dengan Stasiun Tebing Tinggi (sekitar 1,5km).[3]
Selanjutnya, pada tahun 1912 dimulailah pembangunan lanjutan dari Rantau Laban—Tanjungbalai yang juga dibangun Stasiun Tebing Tinggi, pembangunannya selesai di tahun 1915. Setelah stasiun Tebing Tinggi selesai, maka stasiun utama ditebing tinggi berpindah ke stasiun Tebing Tinggi
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).