Di sebelah timur laut stasiun ini dahulu terdapat perlintasan sebidang yang kini telah diganti dengan jalan layang untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan lalu lintas di sekitarnya.[3]
Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yakni KA Pangrango.
Bangunan dan tata letak
Emplasemen Stasiun Maseng, 1910
Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur kereta api lintas Bogor-Sukabumi diaktifkan kembali pada awal April 2022, meski pembangunan jalur ganda pada segmen Bogor Paledang-Cicurug rampung pada 5 Oktober 2024,[4] jalur 1 juga dijadikan sebagai sepur lurus dan masih memiliki wesel. Jumlah jalur di stasiun ini tidak mengalami penambahan karena sempitnya lahan yang ada di area emplasemen stasiun. Peron di stasiun ini sudah ditinggikan dan ditambahkan kanopi. Sistem persinyalan mekanik stasiun ini sudah digantikan dengan sistem persinyalan elektrik produksi PT Len Industri.
Bangunan utama stasiun. Terlihat PPKA yang sedang memberangkatkan KA Pangrango.
Pada tanggal 5 Februari 2018, terjadi longsor di dua titik jalur kereta api, yaitu petak jalan antara Stasiun Maseng dengan Ciomas serta di Cijeruk. Kejadian ini menewaskan tiga orang serta menyebabkan rel menggantung yang membuatnya tidak dapat dilewati kereta api. Akibatnya, kereta api Pangrango terpaksa dihentikan operasionalnya hingga situasi menjadi normal kembali.[6][7]