Setelah Stasiun Kereta Beijing selesai dibangun, kapasitas angkutnya jauh melebihi stasiun sebelumnya yaitu Stasiun Kereta Timur Beijing dan langsung berperan utama dalam transportasi dan saat ini masih menjadi stasiun dengan lalu lintas terbesar di Tiongkok. Jumlah kereta api dan lalu lintas juga meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1959, ada 33 jalur kereta api; tahun 1966 ada empat puluh jalur kereta api; tahun 1978 ada enam puluh satu jalur kereta api; tahun 1985 ada tujuh puluh delapan jalur kereta api; dan pada tahun 1993 ada 82 jalur kereta api. Akhir tahun 1950, jumlah penumpang yang menggunakan sistem transportasi kereta api 6 juta orang per tahun, akhir tahun 1960 8 juta orang per tahun, akhir tahun 1970 mencapai 15 juta orang setahun, dan setelah reformasi ekonomi Tiongkok, melonjak menjadi lebih dari 30 juta orang.[1] Untuk meringankan beban transportasi Stasiun Kereta Beijing, Pemerintah Kota Beijing dan Kementerian Perkeretaapian pada tahun 1980 mulai merencanakan dan membangun stasiun penumpang kedua Beijing dan ketika Stasiun Kereta Barat Beijing selesai pada tahun 1996, stasiun ini menyediakan layanan transportasi untuk Jalur Beijing-Kowloon dan Jalur Beijing-Guangzhou serta membantu meringankan beban ke stasiun ini - hal ini menyebabkan penurunan dalam lalu lintas penumpang untuk Stasiun Kereta Beijing menjadi 20 juta orang.[1]
Sejak tahun 1976, Stasiun Kereta Beijing telah memulai serangkaian peningkatan layanan fasilitas penumpang, misalnya sistem komputer telah diatur untuk pengolahan tiket, layar monitor TV, komunikasi nirkabel, sistem penyiaran otomatis, dan perpanjangan peron stasiun kereta api dari 497 menjadi 603 meter dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan arus transportasi. Pada tahun 1988, Pabrik Jam Listrik Shanghai memasang sistem layar besar pertama di Lapangan Stasiun Kereta Beijing.[2] Antara Mei 1998 hingga Oktober 1999, Kementerian Perkeretaapian memasang proyek penguatan seismik di Stasiun Kereta Beijing dan juga memperkenalkan fitur penumpang seperti sistem pendingin ruangan sentral, sistem pedoman penumpang, sistem penyiaran radio multifungsi.[3] Sejak 18 Juni 2003, Stasiun Kereta Beijing mulai ekspansi ke 2 tempat baru, daerah seluas 20.513 meter persegi dan termasuk jalur khusus parsel bagasi besar,[4] renovasi termasuk penghapusan kanopi beton.[5]
Pada Juni 2008, dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan Olimpiade Beijing, tanda-tanda bilingual dipasang di Stasiun Kereta Beijing untuk memfasilitasi peningkatan bagi wisatawan mancanegara yang bepergian ke arena, beberapa tanda-tanda lain yang juga didirikan di stasiun pintu masuk, keluar dan loket penjualan tiket.[6][7]
Beijing Subway
Citra satelit pembangunan stasiun kereta bawah tanah di Stasiun Kereta Beijing, 20 September 1967
Beijing Subway: Jalur 2 berhenti di Stasiun Kereta api Beijing, dengan Pintu Masuk D di plaza stasiun.
Stasiun Kereta Timur Beijing 250 m di sebelah timur plaza stasiun: 9, 10, 20, 25, 29, 39, 52, 59, 122, 203, 204, 209, 403, 420, 434, 637, 638, 639, 666, 668, 673, 674, 729, 804, 805, 827, 829, 938, 957
Jalan Stasiun Beijing (北京站前街) 290 m di sebelah utara stasiun plaza: 9, 24, 204, 673, 674, 729, 804, 特2
Persimpangan Timur Stasiun Beijing (北京站口东) di Adimarga Chang'an, 600 m sebelah utara dari stasiun plaza: 1, 52, 90, 99, 120, 126, 205, 208, 420, 637, 666, 728, 特2
Jianguomen Selatan (建国门桥南) 900 m sebelah timur dari stasiun plaza pada Jalan lingkar ke-2: 25, 39, 43, 44, 52, 122, 434, 637, 638, 750, 特2
Bus Bandara BeijingRute 3 memiliki terminal yang terletak sekitar 300 m sebelah timur dari stasiun plaza.
Nomor rute bus dengan huruf tebal menunjukkan terminal akhir bus.
12Beijing Railway Station Chronicle《北京站志》Editorial Board (编委会) (2003). Beijing Railway Station Chronicle 《北京站志:1901-2000》. China Railway Publishing House (中国铁道出版社). ISBN7-113-05380-7.