Perusahaan Kereta Api Tiongkok (China Railway Corporation) didirikan pada tahun 2013 untuk bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan jalur kereta api.[6]
Berdasarkan Undang-Undang Perusahaan Tiongkok, China Railway Corporation diubah menjadi Grup Perusahaan Kereta Api Negara Tiongkok (China State Railway Group Co., Ltd.) pada tanggal 18 Juni 2019. Hal ini berarti Kementerian Keuangan akan bertindak sebagai investor atas nama negara, dan perusahaan akan dipimpin oleh dewan direksi serta dikelola oleh eksekutif yang dipilih oleh dewan tersebut.[7][8]
Pada akhir tahun 2019, China Railway mempekerjakan 2 juta orang dan mengoperasikan 139.900 km jalur kereta api, di mana 35.388 km di antaranya merupakan jalur kereta api berkecepatan tinggi.[6]
Logo
Logo China Railway dirancang oleh Chen Yuchang (Hanzi: 陈玉昶) (1912–1969), secara resmi diadopsi pada 22 Januari 1950. Seluruh logo tertera di bagian depan lokomotif. Bagian atas logo mewakili aksara Tionghoa 人 (rakyat), sedangkan bagian bawah mewakili permukaan melintang rel. Logo tersebut memiliki arti bahwa perkeretaapian Tiongkok adalah milik rakyat.[9][10][11] Bagian bawah melambangkan aksara 工 (tenaga kerja), memiliki arti bahwa perkeretaapian Tiongkok adalah milik kaum pekerja.
Logo "CR" digunakan pada kereta Fuxing, bersama dengan logo China Railway.[12]
Terdapat 21 anak perusahaan utama di bawah China Railway. Pada 2008, sekitar dua juta karyawan bekerja di China Railway.
Layanan penumpang
China Railway mengoperasikan dua jenis utama layanan kereta api penumpang. Tiket untuk kedua jenis kereta tersebut dijual secara luring di loket tiket, serta secara daring di situs web pemesanan resmi China Railway, 12306.cn, dan aplikasi selulernya, Railway 12306 (yang menyediakan antarmuka dalam bahasa Mandarin dan bahasa Inggris untuk digunakan oleh warga asing). 12306.cn (dan aplikasinya) adalah satu-satunya platform online resmi yang berwenang menjual tiket China Railway.[13]
China Railway High-speed (CRH) adalah layanan kereta kecepatan tinggi yang dioperasikan oleh China Railway.
Peluncuran seri CRH merupakan bagian penting dari program percepatan kereta api nasional keenam, yang diluncurkan pada 18 April 2007.[14] Pada akhir tahun 2020, China Railway High-speed telah melayani semua provinsi di Tiongkok, dan mengoperasikan jalur penumpang dengan panjang hampir 38.000 km (24.000 mil), yang mencakup sekitar dua pertiga dari total jalur kereta kecepatan tinggi di dunia yang beroperasi secara komersial.[15][16][17] Tiongkok telah mengumumkan rencana untuk memperpanjang jalur kereta kecepatan tinggi (HSR) menjadi 70.000 km pada tahun 2035.[17] Ini adalah layanan kereta api yang paling banyak digunakan di dunia, dengan 2,29 miliar perjalanan kereta peluru pada tahun 2019[18] dan 2,16 miliar perjalanan pada tahun 2020,[19] sehingga jumlah kumulatif perjalanan mencapai 13 miliar per tahun 2020.[20][21]
Lebih dari 1.000 unit kereta api dioperasikan di bawah merek CRH, termasuk HexieCRH1/2A/5 yang dirancang untuk mencapai kecepatan maksimum 250 km/jam (160 mph), serta CRH2C/3 yang memiliki kecepatan maksimum 350 km/jam (220 mph). CRH380A yang dirancang secara lokal memiliki kecepatan uji maksimum 416,6 km/jam (258,9 mph) dengan kecepatan operasi komersial 350 km/jam. Kereta tercepat, CRH380BL, mencapai kecepatan uji maksimum 487,3 km/jam (302,8 mph). Pada tahun 2017, merek China Standardized EMU yang mencakup CR400AF/BF dan CR200J bergabung dengan China Railway High-speed dan diberi nama Fuxing bersama dengan huruf CR (China Railway).[22][23] Dengan rencana bertahap, merek CR akan menggantikan merek CRH yang saat ini beroperasi.[24] CRH380A Hexie Tiongkok yang dikembangkan oleh CSR Corporation Limited. Kereta ini dirancang untuk beroperasi dengan nyaman pada kecepatan 350 km/jam (217 mph) dan kecepatan maksimum 380 km/jam (236 mph), serta merupakan kereta tercepat di dunia. Selama pengujian, kereta ini juga mencapai kecepatan 486,1 km/jam (302,0 mph).[25]
Berdasarkan kecepatannya, kereta kecepatan tinggi dibagi menjadi 3 kategori, yaitu G, D, dan C (G dan beberapa C merupakan yang tercepat dengan kecepatan 350 km/jam, D memiliki kecepatan 250 km/jam, dan C memiliki kecepatan 200 km/jam).[26]
Jaringan China Railway Classic Rail (Hanzi:普速铁路; Pinyin:Pǔ sù tiělù), yang juga dikenal sebagai kereta api konvensional, merupakan tulang punggung sistem perkeretaapian China Railway bersama dengan jaringan kereta kecepatan tinggi (HSR). Jalur kereta api tradisional ini beroperasi dengan kecepatan di bawah 160 km/jam (99 mph) dan memiliki peran ganda dalam mengangkut penumpang maupun barang. Berbeda dengan layanan kereta kecepatan tinggi CRH (China Railway High-speed), yang sebagian besar menggunakan jalur yang terelektrifikasi, Classic Rail terdiri dari jalur-jalur lama yang bisa berupa jalur tunggal atau ganda, dengan tingkat elektrifikasi yang bervariasi.
Secara historis, semua kereta Classic Rail berwarna hijau zaitun, sehingga mendapat julukan "kereta hijau" (Hanzi:绿皮火; Pinyin:Lǜ pí huǒche) yang digunakan oleh masyarakat umum. Sejak tahun 2014, sebagian besar kereta Classic Rail yang semula berwarna lain (putih, merah, biru) telah dicat ulang menjadi hijau zaitun. Kereta Classic Rail juga kadang-kadang disebut sebagai "kereta lambat" atau "slow trains" dalam bahasa Inggris.[27][28]
Kereta Classic Rail menawarkan harga tiket yang jauh lebih murah dibandingkan kereta CRH dan menjadi pilihan populer di kalangan wisatawan yang memiliki anggaran terbatas.[28]
Operasi internasional
Kereta api internasional
Kereta penumpang China Railway di Jalur Binzhou
China Railway mengoperasikan kereta penumpang dari Tiongkok ke Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Korea Utara, dan Vietnam. China Railway juga mengoperasikan kereta barang (kargo) ke negara-negara ini ditambah Laos. Saat ini semua kereta penumpang internasional ditangguhkan karena pandemi COVID-19 di Asia.
Layanan ke Eropa (Jalur Sutra Baru)
Pada tahun 2017, China Railway menjalankan layanan barang ke 15 kota di Eropa, termasuk rute ke Madrid dan Hamburg, dan layanan East Wind eksperimental ke London untuk menguji permintaan.[29] Pemerintah Tiongkok mengacu pada rute dua minggu 12.000 km (7.500 mil), dimulai dari Yiwu dan dengan kereta api ke London melintasi Kazakhstan, Rusia, Belarus, Polandia, Jerman, Belgia dan Prancis sebagai Prakarsa Sabuk dan Jalan.[30] Kontainer harus dipindahkan beberapa kali karena lebar sepur yang berbeda dan tidak kompatibel untuk digunakan di wilayah yang berbeda, dan bakal pelanting yang sama tidak dapat digunakan secara keseluruhan.
Afrika
Tiongkok telah berinvestasi dan membantu membangun kembali jalur kereta api di Afrika.[31][32]
↑Termasuk pendapatan dari "Dana Konstruksi Kereta Api".
↑EBIT, termasuk pendapatan dari "Dana Konstruksi Kereta Api" tetapi tidak termasuk kontribusi untuk "Dana Konstruksi Konservasi Air".
Referensi
↑中国铁路总公司2015年年度报告[China Railway Corporation 2015 Annual Report] (dalam bahasa Tionghoa). archive of Shangjai Clearing House. 29 April 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-07. Diakses tanggal 6 May 2016.
↑"About Us". China Railway. Diakses tanggal 10 April 2026.
↑"China Railway". China Railway. 4 April 2020. Diakses tanggal 3 November 2022.