Stasiun Kedunggedeh (KDH) atau disebut juga sebagai Kedungwaringin merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bojongsari, Kedungwaringin, Bekasi. Stasiun yang terletak pada ketinggian +14 m ini termasuk Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun kereta api yang berlokasi paling timur di Kabupaten Bekasi dan Jabodetabek. Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus.
Sejak Desember 2021, sistem persinyalan elektrik yang lama produksi Alstom telah diganti dengan yang baru produksi PT Len Industri.[4]
Sejarah
Stasiun Kedunggedeh dahulu menjadi titik ujung timur dari jalur kereta api yang dimiliki oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS), sebelum perusahaan tersebut melanjutkan pembangunan hingga mencapai Karawang pada tahun 1898.
Pada tanggal 25 Oktober 2025 pukul 14.14 WIB, KA Purwojaya dengan nomor 58F anjlok di emplasemen Stasiun Kedunggedeh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan sebanyak 232 penumpang dilanjutkan dengan menggunakan kereta lanjutan (Kereta api Taksaka).[6]
Galeri
Ruang PPKA Stasiun Kedunggedeh
Peron 1 Stasiun Kedunggedeh (pagi)
Peron 1 Stasiun Kedunggedeh (malam)
Pintu keluar Stasiun Kedunggedeh
Stasiun Kedunggedeh, 2012
Papan Nama Stasiun Kedunggedeh versi 2017
Deretan papan petunjuk fasilitas dan papan nama baru versi 2017 di Stasiun Kedunggedeh
↑Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia"(PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09.