Sebuah kereta api komuter berhenti di Stasiun Indro, Gresik pada Februari 2021. Diambil pada saat stasiun ini kembali digunakan untuk layanan kereta api penumpang. Stasiun Indro sebelumnya hanya melayani kereta api barang.
Stasiun ini memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Kandangan, tetapi hanya jalur 2 dan 3 saja yang masih aktif hingga kini. Akses masuk stasiun ini ditempuh dari sisi samping stasiun. Meskipun peron stasiun tidak sepenuhnya steril, seluruh calon penumpang pemegang tiket diminta untuk menjalani pemeriksaan tiket di sisi tengah peron sebelum naik ke dalam kereta.
Sepur belok untuk langsiran lokomotif KA lokal yang rangkaiannya ditarik lokomotif
Jalur 4
Sepur badug untuk jalur parkir KA barang (nonaktif)
Jalur 5
Jalur 6
Di sebelah utara Stasiun Indro terdapat percabangan menuju Pabrik Semen Gresik, PT Petrokimia, dan Stasiun Gresik yang bermula dari jalur 1. Dari Stasiun Gresik sendiri, trase jalur masih berlanjut melingkari Kota Gresik hingga bertemu dengan jalur utama di Stasiun Sumari. Namun, semua percabangan jalur tersebut sudah tidak digunakan.
Sejarah
Jalur yang menuju Pabrik Semen Gresik sudah tidak digunakan karena adanya pemindahan pabrik ke Tuban serta habisnya kontrak dengan PT KAI pada tahun 2010.[4] Sementara itu, jalur menuju ke Pabrik Petrokimia juga tidak pernah digunakan. Jalur yang melingkari Kota Gresik sudah lama mati sejak tahun 1980-an dan nyaris tidak berbekas. Begitu pula jalur yang menuju Stasiun Gresik di sekitar Pelabuhan Gresik juga dinonaktifkan pada Oktober 1975. Di atas jalur tersebut berdiri banyak bangunan rumah warga, tetapi pada jalur ini masih banyak jejak dan bekas yang masih dapat terlihat di pinggir timur Jalan Harun Tohir.
Pada 9 September 2016, Stasiun Indro kembali diaktifkan untuk melayani pemberangkatan kereta api peti kemas.[5] Namun, pengoperasian kereta api tersebut dihentikan sejak April 2017 karena tunggakan yang belum dibayar oleh pihak pengelola jasa angkutan peti kemas kepada PT KAI.[6]
Pada 10 Februari 2021, Stasiun Indro kembali melayani penumpang dengan pengoperasian kereta api komuter tujuan Sidoarjo untuk mobilitas pekerja dan warga di sekitar kawasan industri Gresik.[7]
Pada 11 Oktober 2021, berjalan uji coba KA Kontainer menuju stasiun Indro yang akhirnya resmi berjalan kembali, berjalan 2 hari sekali. Pada 15 Oktober 2021, angkutan peti kemas dari stasiun ini kembali diaktifkan setelah 4 tahun mati suri. Namun, perjalanan diberhentikan kembali per 4 April 2022 untuk sementara waktu, karena adanya perbaikan emplasemen yang rusak.[8]
Pada 22 April 2022, terdapat penambahan jadwal kereta api komuter di Stasiun Indro. Jadwal kedatangan dan keberangkatan dalam sehari menjadi sebanyak tiga kali.[9]
Insiden
Pada tanggal 19 Januari 2008 pukul 09.30, lokomotif BB 301 42 angkutan semen Gresik mengalami PLH di kawasan stasiun Indro, rangkaian tersebut menabrak 1 unit truk trailer sehingga loko tersebut mengalami kerusakan parah dan dinyatakan afkir
Pada tanggal 8 April 2025. Truk pengangkut kayu gelondongan tertabrak Commuter Line Jenggala jurusan Stasiun Indro—Stasiun Pasar Turi di pelintasan JPL 11 KM 7+600 Kelurahan Tenggulunan, Kebomas, Gresik. Kecelakaan tersebut menewaskan asisten masinis yang bertugas di dalam lokomotif.[10]
Kemudian empat hari berselang pada tanggal 12 April 2025, sebuah forklif terparkir hingga memasuki ruang bebas jalan rel petak Kandangan—Indro, sangat dekat dengan insiden sebelumnya yakni di di pelintasan JPL 11 KM 7+600/700, mengakibatkan forklif ditabrak oleh Kereta api Commuter Line Jenggala dan perjalanan pun terhambat karena kereta harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk dilakukan pengecekan kondisi sarana. Meskipun tidak ada korban jiwa, foklif mengalami kerusakan berat. Saat dimintai keterangan, operator forklif menyatakan bahwa forklif sempat berusaha dipindahkan saat kejadian berlangsung, tetapi terhalang oleh kontur tanah yang menghambat pergerakan ban. Forklif pun tak sempat dipindahkan hingga akhirnya ditabrak Commuter Line Jenggala.[11][12]
Layanan kereta api
Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 1 Juli 2025.[13]
Perjalanan menuju Mojokerto hanya sekali masing-masing pada jadwal pagi dan siang, sedangkan sebaliknya dua kali pada jadwal pagi dan sekali pada jadwal siang.
↑PT Kereta Api Indonesia (Persero) (21 Januari 2020). "Selayang Pandang Daerah Operasi 8 Surabaya"(PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 5 Oktober 2020.