Srigunting wallacea (Dicrurus densus) merupakan spesies burung dalam famili Dicruridae. Burung ini dapat ditemukan di Indonesia dan Timor Leste. Sebelumnya, burung ini dianggap satu spesies dengan Srigunting jambul-rambut (Dicrurus hottentottus). Burung ini menjadi satu-satunya srigunting di wilayah sebarannya, dapat dibedakan dari gagak melalui mata merah serta bentuk ekor.[1]
Sumbawa, Komodo, Rinca, Flores, Pantar, Alor, dan Gunungapi
D. densus sumbae Rensch, 1931
Sumba
D. densus kuehni E.J.O. Hartert, 1901
Kepulauan Tanimbar
D. densus megalornis G. R. Gray, 1858
Pulau Gorong, Pulau Watubela, dan Pulau Kai, di barat daya Maluku
Pemerian
Srigunting berukuran besar ini bermata merah, berbulu hitam mengilap, berparuh tebal serta dengan bentuk ekor yang khas. Panjangnya bisa mencapai 28-38 cm.[2] Ekor mengembang di ujung dan agak menggunting, bulu ekor terluar sering berujung lebar dan agak menekuk ke atas. Burung remaja dengan mata cokelat. Berisik dan sangat vokal dengan panggilan yang sangat bervariasi, termasuk nada menyuling metalik, suara perut "grrt", serta siulan menanjak "weeeet".[1]
Perilaku
Sendirian, berpasangan atau dalam kelompok kecil, ditemukan di berbagai habitat dari permukaan laut hingga kaki perbukitan, termasuk mangrove, hutan, hutan terbuka dan perkebunan, lebih sering bertengger di tempat tinggi.[1] Sebagaimana burung srigunting pada umumnya, mereka menangkap serangga di udara atau mengambilnya dari tanah. Sarangnya biasanya terletak tinggi di pohon. Rata-rata satu kelompok telur berisi dua hingga empat butir.[3]