Baik nama umum dan nama Latinnya mengacu pada dua struktur spiral berwarna yaitu fitur paling umum yang terlihat oleh penyelam. Spiral warna-warni adalah struktur turunan yang digunakan untuk makan dan respirasi.
Spirobranchus giganteus mirip dengan kebanyakan polychaetes. Cacing ini memiliki tubuh berbentuk tabung dan tersegmentasi dengan panjang kira-kira 3,8cm (1,5 inci) yang ditutupi dengan chaetae, pelengkap kecil yang membantu mobilitas cacing. Karena tidak bergerak di luar tabungnya, cacing ini tidak memiliki pelengkap khusus untuk bergerak atau berenang.
Ciri-ciri cacing yang paling berbeda adalah memiliki dua "mahkota" yang berbentuk seperti pohon natal. Bagian ini adalah palp prostomial yang dimodifikasi yang merupakan pelengkap mulut khusus. Setiap spiral terdiri dari tentakel seperti bulu yang disebut radioles, yang sangat bersilia dan menyebabkan mangsa yang terperangkap di dalamnya diangkut ke mulut cacing. Ketika mereka memiliki sruktur makan secara primer, S. giganteus juga menggunakan radioles untuk respirasi; karenanya, strukturnya biasa disebut "insang".
Salah satu perbedaan utama antara cacing pohon natal dan cacing jenis Sabellida lainnya adalah pada bagian bawah tubuh, tidak memiliki struktur tubuh khusus untuk menyumbat lubang tabung mereka ketika mereka menarik diri ke dalamnya. S. giganteus memiliki radiole yang dimodifikasi, biasanya disebut operculum, yang digunakan untuk mengamankan lubangnya ketika ditarik ke dalam tabungnya.
Sebagai jenis cacing annelida, S. giganteus memiliki sistem pencernaan yang lengkap dan memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berkembang dengan baik. Seperti jenis annelida lainnya, cacing ini memiliki sistem saraf yang berkembang dengan baik dengan otak pusat dan banyak ganglia pendukung, termasuk ganglia pedal yang berbeda dari Polychaeta. Meskipun termasuk annelida, S. Giganteus memiliki evolusi urutan mitokondria lebih cepat daripada annelida lain karena komposisi nukleotida dan divergensi urutan protein.[2] Seperti polychaetes lainnya, S. giganteus mengekskresikan dengan nephridia. Ketika mereka bereproduksi, mereka hanya menumpahkan gamet mereka langsung ke dalam air di mana telur dan spermatozoa menjadi bagian dari zooplankton untuk dibawa oleh arus.
Sebaran dan distribusi
Cacing pohon Natal tersebar luas di seluruh lautan tropis dunia. Cacing ini terkenal dari Karibia ke Indo-Pasifik.[1]
Ekologi
S. giganteus umumnya ditemukan di kepala karang masif, seperti karang batu Porites dan karang otak. Seperti anggota keluarganya, ia dapat mengeluarkan tabung berkapur di sekitar tubuhnya. Tabung ini berfungsi sebagai rumah dan perlindungan cacing. S. giganteus biasanya menempel pada kepala karang hidup yang ada sebelum mengeluarkan tabungnya, sehingga meningkatkan tingkat perlindungannya saat jaringan karang tumbuh melebihi tabung berkapur. Ketika cacing mundur ke dalam tabungnya, lubangnya ditutup menggunakan operkulum, yang selanjutnya dilindungi oleh duri tajam berbentuk tanduk.[3]
Habitat Spirobranchus giganteus yaitu berada di terumbu karang dan tidak banyak bergerak, Kebiasaan makan cacing pohon natal secara primer juga didapatkan dengan menyaring makanan dan bertindak sebagai filter feeder. Mereka menggunakan radiol berwarna cerah untuk menyaring mikroorganisme dari air, yang kemudian disimpan langsung ke saluran pencernaan cacing.
Beberapa organisme dikenal sebagai pemberi pakan bagi polychaetes dan S. giganteus tidak terkecuali. Hubungan simbiosis antara S. giganteus dan karang masih kurang diketahui, tetapi terkadang pergerakan operculum dapat mengikis jaringan karang, dan kematian jaringan karang meningkat ketika operculum cacing menampung alga berfilamen.[4]
Pentingnya bagi Manusia
Meskipun cacing itu sendiri tidak memberikan manfaat perikanan secara komersial, cacing ini menarik bagi penyuka hewan-hewan laut atau marine aquarists dan penyelam. Mahkota cacing yang beraneka warna membuat subjek fotografi bawah air sangat populer bagi para penyelam. Banyak aquarists yang memiliki miniatur reef aquarium dengan sengaja memasukkan kepala karang yang didiami oleh spesimen S. giganteus.[5]
Status Konservasi
Karena spesies ini tersebar luas dan relatif umum, tidak ada upaya konservasi yang berfokus pada spesies ini (atau polychaetes pada umumnya). Spesies ini dianggap secara eksklusif ditemukan di kepala karang, tetapi mereka juga baru-baru ini digambarkan sebagai epibion pada spesies kerang raksasa Tridacna squamosa di Teluk Thailand.[6] Status konservasi spesies inang yang didiaminya bervariasi
Etimologi dan Taksonomi
Spirobranchus pada dasarnya diterjemahkan menjadi “spiral gills” atau "insang spiral", mengacu pada mahkota unik yang dimiliki cacing ini. Dua subspesies diakui oleh ITIS: S. giganteus corniculatus[7] dan S. giganteusa giganteus.[8]
↑Sexias, V.; Russo C.; Paiva P. (2017). Mitochondrial genome of the Christmas tree worm Spirobranchus giganteus (Annelida: Serpulidae) reveals a high substitution rate among annelids. Gene605 (1): 43-53.https://doi.org/10.1016/j.gene.2016.12.024.
↑van der Shoot, Roel; Scott, Chad; ten Hove, Harry A.; Hoeksema, Bert W. (21 January 2016). "Christmas tree worms as epibionts of giant clams at Koh Tao, Gulf of Thailand". Marine Biodiversity. 46 (4): 751–752. doi:10.1007/s12526-015-0439-0.
Vinn, Olev (Sep 2011). "Microstructure and formation of the calcareous operculum in Pyrgopolon ctenactis and Spirobranchus giganteus (Annelida, Serpulidae)". Zoomorphology. 130 (3): 181–188. doi:10.1007/s00435-011-0133-0.
Marsden, J. R.; Conlin, B. E.; Hunte, W. (February 1990). "Habitat selection in the tropical polychaeteSpirobranchus giganteus". Marine Biology. 104 (1): 93–100. doi:10.1007/BF01313162.