Sebelumnya Skadron ini mengoperasikan Jenis Hawk 109/209, yang saat ini dipindah tugaskan ke Skadron Udara 1 yang berbasis di Pontianak.[1] Skadron Udara 12, pernah menggoperasikan berbagai pesawat tempur diantaranya MiG-19 (1962-1970), MiG-21 Fishbed (1962-1970),
A-4 Skyhawk (1980-1996), Hawk 109/209 (1996-2026), dan saat ini mengoperasikan Dassault Rafale (2026-Sekarang).
Sejarah
Pada tahun 1963 tepatnya tanggal 12 September1963 untuk pertama kali diresmikan pembentukan Skadron Udara 12, dengan Komandan Skadron Mayor Udara Hashari Hasanuddin yang berkedudukkan di Lanud Kemayoran, Jakarta Pusat. Adapun jenis pesawat yang dikelola sebagai kekuatan intinya adalah pesawat jenis MiG-19 Farmer dan MiG-21 Fishbed buatan Negara Timur (Uni Soviet). Karena perubahan haluan politik Indonesia dari Blok Timur ke Blok Barat, utamanya AS, maka semua pesawat buatan Uni Soviet terpaksa di grounded akibat ketiadaan suku cadang, sehingga pada akhir tahun 1960-an atau awal tahun 1970-an Skadud 12 dengan kekuatan intinya dibekukan untuk sementara waktu dari tugasnya sebagai salah satu kekuatan tempur TNI AU.
Awal dasawarsa 1980-an skadron ini diaktifkan kembali dan mendapat penambahan kekuatan tempurnya, yaitu pesawat A-4 Skyhawk buatan Negara Barat (Amerika Serikat) oleh pabrik McDonnell Douglas, yang dibeli secara rahasia dari Angkatan Udara Israel dan berpangkalan di Lanud Iswahyudi, Madiun. A-4 Skyhawk yang dimiliki TNI Angkatan Udara merupakan pesawat handal dan Battle Proven karena pernah dipakai dalam Perang Enam Hari antara Israel melawan negara-negara Arab. A-4 Skyhawk didatangkan untuk menggantikan pesawat lama T-33 (T-Bird) buatan Amerika Serikat yang telah habis masa pakainya. Pada tahun 1983 Skadron Udara 12 dipindahkan ke Kota Pekanbaru, Riau melalui “Ops Boyong” untuk mengisi kekosongan pertahanan negara di Wilayah Udara Sumatra sehingga tanggal 2 Mei1983 dicatat sebagai hari jadi Skadron Udara 12.[2][3]
Pada tanggal 17 Mei 1996, Skadron Udara 12 kembali diperkuat dengan tibanya tiga buah pesawat Hawk 109 buatan BAE Systems asal Inggris untuk menggantikan peran pesawat A-4 Skyhawk. Skadud 12 kembali mendapatkan tambahan pesawat Hawk 109/209 di tahun 1997.[4] Pada tanggal 7 Januari 2026, Skadud 12 akhirnya memindahkan sejumlah pesawat tempur Hawk 109/209 ke Skadron Udara 1, yang berpangkalan di Lanud Supadio, Pontianak. Prosesi pemindahan pesawat itu dipimpin langsung oleh Pangkoopsau, Marsda TNI Djoko Hadipurwanto.[5]
Skadron Udara 12 merupakan skadron pertama TNI AU yang menerima pesawat tempur baru Dassault Rafale, dengan tiga buah Rafale tiba pada tanggal 23 Januari 2026.[6]