Sejak tahun 1962 Skadron Pendidikan (Skadik) Latih Lanjut di Lanud Adi Sucipto telah mempunyai pesawat latih jet L-29 Dolphin buatan Czekoslovakia. Dalam rangka mengantisipasi datangnya pesawat-pesawat modern maka pada tanggal 24 Februari1981 Kepala Staf TNI AU menyerahkan secara resmi satu skadron pesawat Hawk MK-53 Komando Pendidikan Angkatan Udara (Kodikau) yang selanjutnya diamsukkan ke dalam Skadik 103 Wing Pendidikan (Wingdik) 1 Lanud Adisucipto, Jogjakarta. Selain digunakan sebagai pesawat latih lanjut, pesawat buatan British Aerospace juga mempunyai kemamp uan tempur serangan darat (ground attack). Pada tahun 1986 Skadik 103 diubah menjadi Skadron Udara 15 di bawah Lanud Iswahjudi. Namun, pada tahun 1995 Skadud 15 diubah lagi menjadi Skadik 103 dan dikembalikan ke jajaran lanud Adi Sucipto walaupun lokasinya masih berada di Lanud Iswahjudi.[2]
Skadik 103 dikenal dengan tim aerobatiknya yang bernama Jupiter Aerobatic Team TNI AU yang terdiri dari instruktur pesawat Hawk. Tim ini sering tampil dalam acara-acara TNI AU. Berdasarkan Keputusan Kasau No. Kep/19/IX/1999 tanggal 6 September 1999, Skadik dikembalikan lagi Skadron Udara 15 tempur taktis yang bernaung di bawah Lanud Iswahjudi tetapi demikian hingga saat ini masih digunakan sebagai sarana penggodokan penerbang tempur baru dalam kegiatan KPPJ (Kursus Pengenalan Pesawat Jet).
Peraih 1000 Jam Terbang T-50i Golden Eagle
Keberhasilan dalam meraih 1000 jam terbang bagi seorang penerbang tempur, merupakan sebuah prestasi yang tentunya didambakan oleh setiap penerbang tempur, karena prestasi tersebut tidak dapat diraih dengan mudah, Berikut daftar peraih 1000 Jam Terbang menggunakan pesawat T-50i Golden Eagle: