Saat ini, Skadron Udara 1 menerima 3 buah Pesawat Tempur Hawk Mk-109/209 dari Skadron Udara 12 yang sekarang menerima 3 Pesawat Tempur berjenis Dassault Rafale C[2] pada 23 Januari 2026 dan Skadron Udara 1 akan menyusul pada 2028 mendatang.
Tugas Pokok
Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Kep/06/III/1999 tanggal 6 Maret 1999 tentang pokok-pokok Organisasi dan prosedur.[3]
Sesuai Kep. Kasau di atas Skadron Udara adalah satuan pelaksana Operasional Wing yang berkedudukan langsung di bawah Dan Wing. Namun karena di Pangkalan Udara Supadio belum ada Wing Udara, maka kedudukan Skadron Udara 1 berada langsung di bawah Danlanud.
Tugas Pokok Skadron Udara 1 adalah menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian unsur-unsur udara sesuai fungsinya (pesawat dan awak pesawat) yang berada dalam satuannya.
Motto
Arti Lambang
Sejarah
Skadron Udara 1 dibentuk pada tanggal 29 April 1950, dengan pesawat B-25 Mitchell yang berkedudukan di Lanud Cililitan. Selain pesawat B-25, Skadron Udara 1 pernah diperkuat TU-2 Tupolev yang dibeli dari Uni Soviet pada periode 1958/1959 dan pesawat B-26 Invader pada tahun 1959. Pada tahun 1958, kedudukannya dipindahkan ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Skadron Udara 1 secara resmi dibekukan pada tanggal 29 Juli 1977. Namun pada tanggal 18 Desember 1990 diaktifkan kembali dengan alutsistanya OV-10 F Bronco dan tetap berkedudukan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.
Selanjutnya pada tahun 1999, Skadron Udara 1 diperkuat dengan pesawat Hawk Mk-209 batch 2 pada tanggal 30 Juli 1999. Skadron Udara 1 resmi pindah dari Lanud Abdulrachman Saleh ke Lanud Supadio, Pontianak, di bawah Koopsau I. Pada tanggal 5 April 2000, Skadron Udara 1 diresmikan pengoperasiannya oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Hanafie Asnan. Karena keberadaannya di Bumi Khatulistiwa, maka oleh seluruh warga Kalimantan Barat, Skadron Udara 1 diberi nama kehormatan “ELANG KHATULISTIWA”.
Pengaktifan Kembali Skadron Udara 1
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Siboen meresmikan pengaktifan Skadron Udara 1 melalui upacara militer di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Dengan peresmian tersebut, diserahkan pula pesawat tempur taktis OV-10 Bronco sebagai alutsista Skadron Udara 1. Pengaktifan kembali skadron Udara 1 ini berdasarkan Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor: Kep/2/XII/1990. Pada peresmian tersebut, diserahkan pula Tunggul Skadron Udara 1 “Akasa Waskita Dwi Matra Vidya” kepada Letkol Pnb Wresniwiro sebagai Komandan Skadron Udara 1 yang baru.
Skadron Udara 1 dibentuk pada tahun 1950 dengan alutsistanya Pesawat Pembom B-25 Mitchel, Pesawat P-51 Mustang, Pesawat C-47 Dakota, Pesawat PBY-5 Catalina yang berhome base di Pangkalan Udara Cililitan (sekarang Lanud Halim P). Tahun 1958 Skadron Udara 1 pindah ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Tahun 1977 berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor: Kep/37/VII/1977 tanggal 23 Juli 1977 Skadron Udara 1 secara resmi dibekukan. Setelah diaktifkan kembali pada tahun 1990 di Lanud Abdulrachman Saleh, lalu skadron ini pindah ke Lanud Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat. dengan kekuatan Pesawatnya Hawk Mk-100/200.[4]