Shiritori (しりとり atau 尻取りcode: ja is deprecated , arti harfiah: mengambil bagian belakang) adalah permainan kata bahasa Jepang yang pemainnya secara bergiliran mengucapkan kata (nomina) yang dimulai dari kana (mora) terakhir dari kata yang diucapkan pemain sebelumnya. Permainan segala usia ini dimainkan oleh dua orang atau lebih.
Pemain dinyatakan kalah kalau mengucapkan kata yang berakhiran dengan n, seperti: kirin, raion, atau mikan. Pemain berikutnya tidak dapat melanjutkan karena kosakata bahasa Jepang tidak ada yang dimulai dengan konsonan nasal n.
Meskipun peraturan permainan ini pada prinsipnya sederhana, peraturan permainan dapat dibuat menjadi lebih terinci oleh kelompok orang yang memainkannya. Penafsiran mengenai mora terakhir dari sebuah kata juga dapat berbeda-beda.[1]
Peraturan dasar
Kata yang sudah diucapkan tidak boleh diulang.
Untuk versi resmi lengkap dari aturan permainan, lihat [2].
Permainan dimulai oleh salah seorang peserta yang mengucapkan sebuah kata pilihannya (boleh dimulai dari kata apa saja), meski ada peraturan yang mengatakan permainan dimulai dengan kata shiritori.
Pemain kalah bila:
mengucapkan kata yang berakhir dengan moran (ん) karena tidak ada kata dalam bahasa Jepang yang dimulai dengan konsonan nasaln (kata serapan yang dimulai dengan n diabaikan).
Kata yang berakhiran dengan di ぢ dan du づ masing-masing dapat diganti dengan ji じ dan zu ず, misalnya: hanadi はなぢ 鼻血 (mimisan) dilanjutkan dengan jigoku じごく 地獄 (neraka).
Permainan dimulai kembali dengan tidak menyertakan pemain yang kalah.
Strategi
Pemain dapat mencecar pemain berikutnya dengan mengucapkan kata-kata berakhiran nu (ぬ), ri (り) dan ru (る). Hanya sedikit kata-kata dalam bahasa Jepang yang dimulai dengan ketiga mora tersebut, misalnya:[3]
nu ぬ: numa ぬま (rawa), nushi ぬし (tuan), nuno ぬの (kain), nugaa ヌガー (nougat), nuigurumi ぬいぐるみ (boneka kain)
123Shinohara, Kazuko. "Designing Language Games"(PDF). Special Issue of Japanese Society for the Science of Design. 16–2 (62). Diakses tanggal 7 October 2012.