Shigeru Ishiba (石破 茂code: ja is deprecated , Ishiba Shigeru, kelahiran 4 Februari 1957) adalah seorang politikus Jepang yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang sejak tanggal 1 Oktober 2024 sampai tanggal 21 Oktober 2025 dan menjabat sebagai presiden Partai Demokrat Liberal sejak tahun 2024 & 2025. Ia adalah anggota Demokratik Liberal (PDL) dan pemimpin faksi partaiSuigetsukai. Ia pernah menjadi anggota Heisei-Kenkyukai (bagian dari fraksi partai yang dipimpin oleh Fukushiro Nukaga) sampai 2011.[1]
Ishiba dikenal memiliki reputasi sebagai pembangkang selama karir politiknya dan tidak ragu mengkritik partainya sendiri, serta memiliki gagasan yang cukup liberal di isu sosial; ia pernah mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Kiichi Miyazawa pada 1993 dan selama pemerintahan kedua Shinzō Abe ia kerap mengkritik Abe walaupun ia menjabat sebagai menteri di kedua pemerintahan tersebut.[2] Namun, Ishiba dikritik karena ia terlalu ragu untuk melakukan reformasi dan juga membalikkan beberapa posisi sebelumnya.[3][4]
Ishiba dilantik sebagai Menteri Pertahanan pada kabinet Perdana Menteri Yasuo Fukuda pada 26 September 2007[1] hingga 1 Agustus 2008. Ishiba adalah orang kedua dalam kabinet Fukuda yang memercayai keberadaan UFO setelah Nobutaka Machimura.[5]
Ishiba merupakan mantan bankir yang telah menjadi anggota parlemen selama hampir 40 tahun. Ia juga memiliki pengalaman kementerian di bidang pertahanan dan pertanian. Sebelumnya, ia menduduki jabatan Sekretaris Jenderal LDP, posisi nomor dua di partai tersebut. Meskipun demikian, hubungannya dengan anggota parlemen LDP lainnya sering kali tidak harmonis karena dia kerap blak-blakan mengkritik para petinggi partai. Hal ini mengakibatkan empat pencalonnya sebagai ketua partai LDP sebelumnya sempat gagal.
Ishiba terpilih menjadi ketua Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) pada pemilihan yang diadakan Jumat, 27 September 2024. Ishiba akan menggantikan PM Fumio Kishida yang mengundurkan diri dan tidak mencalonkan diri lagi dalam Pemilihan Ketua LDP, setelah keterlibatannya dalam skandal korupsi yang melibatkan partai. Dalam pemilihan tersebut, terdapat sembilan calon ketua yang berpartisipasi. Namun, tidak ada kandidat yang berhasil meraih mayoritas suara dalam putaran pertama. Pada putaran kedua, Ishiba berhasil mengalahkan Sanae Takaichi, Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi Jepang. Pemilihan ini diikuti oleh anggota parlemen LDP dan sekitar satu juta anggota partai yang membayar iuran partai.[6]