ENSIKLOPEDIA
Serikat Santo Pius X
| Fraternitas Sacerdotalis Sancti Pii Xcode: la is deprecated | |
Logo Serikat Santo Pius X | |
| Singkatan |
|
|---|---|
| Orientasi | Katolik Tradisionalis |
| Superior Jenderal | Davide Pagliarani |
| Uskup | 6 |
| Seminaris | 264[1] |
| Bruder | 145[1] |
| Biarawati | 250[1] |
| Liturgi | Misa Tridentina |
| Kantor pusat | Menzingen, Swiss |
| Pendiri | Marcel Lefebvre |
| Didirikan | 1 November 1970; 55 tahun lalu (1970-11-01) |
| Terpisah dari | Gereja Katolik[2] |
| Umat | 1.482 anggota[3][4][1] |
| Imam | 733[1] |
| Nama lain |
|
| Situs web resmi | fsspx |
| Terdiri atas 6 uskup, 733 imam, 264 seminaris, 145 bruder, 88 oblatus, dan 250 biarawati. | |
Serikat Santo Pius X (SSPX; Latin: Fraternitas Sacerdotalis Sancti Pii X, har. 'Persaudaraan Imam Santo Pius X'code: la is deprecated , FSSPX) adalah sebuah organisasi Katolik Tradisionalis skismatik yang didirikan oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre pada tahun 1970. Serikat ini terdiri atas imam dan seminaris serta didukung oleh jaringan kapel, sekolah, komunitas religius, dan pendukung dari kaum awam di berbagai negara. SSPX dikenal karena penolakannya terhadap sejumlah pembaruan yang berkaitan dengan Konsili Vatikan II.[5] Para anggotanya lazim disebut sebagai Lefebvris,[6][7] Lefebvrian,[8] atau Lefebvrit,[9] sebutan-sebutan yang ditolak oleh SSPX.[10] Setelah perselisihan kanonik yang berlangsung selama beberapa dekade, Takhta Suci secara resmi menyatakan serikat ini berada dalam keadaan skisma dan para pengikutnya[a] terkena ekskomunikasi pada bulan Juli 2026 akibat penahbisan uskup yang tidak licit (tidak sesuai ketentuan).
Serikat ini dinamakan menurut Paus Pius X yang memiliki sikap antimodernisme.[12] Mereka mempertahankan perayaan Misa Tridentina serta penggunaan buku-buku liturgi dalam bahasa Latin dari masa sebelum Konsili Vatikan II. Prancis menjadi negara dengan jumlah anggota FSSPX terbesar, sementara Amerika Serikat menempati urutan kedua. SSPX memiliki lebih dari 700 imam dari total 1.482 anggota.[4] Perkiraan jumlah umat awam yang menghadiri misa SSPX sangat bervariasi; serikat ini menyatakan angkanya mencapai 600.000 orang, sementara media memperkirakan jumlah pengikut aktif sekitar 150.000 hingga 200.000 orang. Kelompok-kelompok yang memisahkan diri dari SSPX mencakup Persaudaraan Imamat Santo Petrus (FSSP) yang memperoleh izin dari Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988 dan kaum sedevacantis Serikat Santo Pius V (SSPV).
Ketegangan awal antara SSPX dengan Takhta Suci terjadi pada tahun 1988 ketika Lefebvre menahbiskan empat imam menjadi uskup di Écône tanpa mandat apostolik meskipun telah diperingatkan secara pribadi oleh Paus Yohanes Paulus II,[13] sehingga mereka terkena ekskomunikasi otomatis (latæ sententiæcode: la is deprecated ).[14] Serikat ini dinyatakan skismatik.[15][11][16] Upaya untuk memulihkan hubungan antara kedua pihak dimulai pada tahun 2000-an, dengan dicabutnya ekskomunikasi yang timbul akibat tahbisan Écône pada tahun 2009 atas permohonan para uskup,[17] dan pada tahun 2017, Paus Fransiskus memperluas yurisdiksi gerejawi bagi pelayanan Sakramen Pengakuan Dosa[18] dan penyelenggaraan Perkawinan yang diselenggarakan oleh SSPX.[19] Namun, ketika SSPX kembali menahbiskan uskup-uskup baru dengan cara yang serupa pada tahun 2026, para uskup serikat kembali terkena ekskomunikasi dan SSPX dinyatakan skismatik untuk kedua kalinya.[20] Seluruh kewenangan khusus yang sebelumnya diberikan oleh Paus Fransiskus kepada SSPX dicabut. Dalam kedua peristiwa tersebut, SSPX membantah bahwa mereka telah terkena sanksi apa pun dengan alasan adanya krisis moral dan teologis di dalam Gereja.
Sejarah

Sebagaimana Katolik Tradisionalis pada umumnya, SSPX lahir dari penentangan terhadap perubahan-perubahan dalam Gereja Katolik setelah Konsili Vatikan II (1962–1965).[21] Pendiri dan tokoh sentral SSPX adalah Uskup Agung Prancis Marcel Lefebvre, yang pernah melayani Gereja Katolik sebagai Delegatus Apostolik untuk negara-negara Afrika berbahasa Prancis, Uskup Agung Dakar, dan Superior Jenderal Kongregasi Jiwa Kudus, sebuah ordo imam misionaris.[22]
Pendirian Serikat
Pada bulan September 1970, segera setelah pensiun dari jabatannya sebagai Superior Jenderal Kongregasi Jiwa Kudus, Lefebvre didatangi oleh sebelas anggota Seminari Kepausan Prancis di Roma yang memintanya untuk membantu mereka menemukan seminari dengan formasi yang lebih tradisional.[23] Mereka meminta nasihat Lefebvre mengenai seminari konservatif tempat mereka dapat menyelesaikan studi.[24] Lefebvre kemudian mengarahkan mereka ke Universitas Fribourg di Swiss.[25]
Pada akhir tahun 1970, Lefebvre didesak oleh abbas Biara Hauterive dan teolog Dominikan, Marie-Dominique Philippe, untuk mengajar para seminaris tersebut secara pribadi. Namun, ia merasa dirinya sudah terlalu tua untuk mengambil tugas sebesar itu. Ia kemudian menyampaikan bahwa ia akan menemui François Charrière, Uskup Lausanne, Jenewa, dan Fribourg, untuk memohon izin mendirikan sebuah serikat religius. Lefebvre mengatakan bahwa apabila permohonan tersebut dikabulkan, ia akan menganggapnya sebagai tanda Penyelenggaraan Ilahi. Charrière mengabulkan permohonannya dan, melalui sebuah dokumen yang diberi tanggal mundur enam hari menjadi 1 November 1970, Lefebvre mendirikan Serikat Santo Pius X sebagai sebuah pia uniocode: la is deprecated (bahasa Latin, har. "persatuan saleh") secara ad experimentumcode: la is deprecated ("sementara") untuk jangka waktu enam tahun.[26] Dengan demikian, Serikat Santo Pius X secara resmi didirikan dengan memenuhi seluruh norma hukum kanonik serta menerima berkat dan dukungan dari ordinaris setempat.[26] Sejumlah awam Swiss kemudian menawarkan Seminari Internasional Santo Pius X di Écône kepada serikat yang baru didirikan tersebut. Pada tahun 1971, sebanyak 24 kandidat pertama memasuki seminari tersebut, diikuti oleh 32 kandidat lainnya pada bulan Oktober 1972.[27]
Lefebvre berusaha memperoleh pengakuan lebih awal bagi serikatnya dengan memintas masa pengalaman dan konsultasi yang lazim dengan Takhta Suci, serta dengan menghubungi tiga departemen Takhta Suci yang berbeda. Ia berhasil memperoleh surat dukungan dari Kardinal John Wright, Prefek Kongregasi untuk Klerus, tetapi memperoleh persetujuan dari kongregasi Takhta Suci yang berwenang untuk menaikkan status asosiasi tersebut ke tingkat yang diinginkan oleh Lefebvre. Kardinal Wright masih merekomendasikan para calon seminaris untuk mendaftar ke Écône setidaknya hingga tahun 1973.[28]
Pembentukan SSPX tidak diterima oleh sejumlah pejabat Gereja, terutama para uskup Prancis, yang memiliki pandangan teologis berbeda dengan Lefebvre serta hubungan erat dengan Kardinal Sekretaris Negara Takhta Suci, Jean-Marie Villot. Menurut salah seorang pembela Lefebvre, dalam pertemuan konferensi episkopal Prancis di Lourdes tahun 1972, seminari di Écône diberi julukan 'le séminaire sauvage'code: fr is deprecated (har. "seminari liar").[28] Pada November 1974, episkopat Prancis mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan menginkardinasi imam-imam Lefebvre ke dalam keuskupan mereka, bertolak belakang dengan keinginan sebagian uskup Swiss yang justru ingin menginkardinasi imam-imam serikat tersebut. Mereka juga secara terbuka mengkritik umat Katolik yang tetap terikat pada Misa Tridentina.[29] Saat itu, SSPX telah membuka seminari tambahan di Armada, Michigan (1973) dan Roma (1974).

Visitasi kanonik ke seminari
Tanda pertama intervensi kuria adalah pertemuan Vatikan pada 26 Maret 1974. Pada Juni 1974, sebuah komisi kardinal telah dibentuk untuk menyelidiki SSPX, dan mereka memutuskan untuk melakukan visitasi kanonik terhadap seminari oleh dua imam Belgia, yang dilaksanakan pada 11–13 November 1974. Franz Schmidberger, yang kemudian menjadi superior jenderal SSPX pada tahun 1983–1994,[31] menyatakan bahwa laporan mereka bersifat positif.[b] Namun, para seminaris dan staf di Écône dikejutkan oleh beberapa opini teologis liberal yang dikemukakan oleh kedua imam tersebut. Dalam apa yang kemudian ia gambarkan sebagai suasana "kegeraman yang jelas berlebihan", Lefebvre menulis sebuah deklarasi yang mengecam apa yang ia anggap sebagai kecenderungan liberal "yang jelas tampak" dalam konsili dan reformasi-reformasi berikutnya.[32] Dokumen ini dibocorkan dan diterbitkan pada bulan Januari 1975 dalam sebuah jurnal Katolik Tradisionalis Prancis, Itinéraires.
Lefebvre berada dalam situasi sulit yang serius.[27] Pada 24 Januari 1975, Uskup Pierre Mamie, penerus Charrière sebagai uskup Fribourg, mengajukan petisi kepada Kongregasi untuk Tarekat Hidup Bakti dan Serikat Hidup Kerasulan di Roma untuk menarik status SSPX sebagai pia uniocode: la is deprecated , bahkan sebelum berakhirnya masa percobaan enam tahun.[23] Prefek kongregasi, Kardinal Arturo Tabera, menjawab pada 25 April 1975, menyatakan bahwa Mamie memiliki kewenangan untuk menarik kembali persetujuan yang diberikan oleh pendahulunya dan bahwa kongregasi setuju SSPX harus dibubarkan segera.[23] Pada periode yang sama, Lefebvre dipanggil ke Vatikan, bertemu dengan para kardinal pada 13 Februari dan 3 Maret. Lefebvre terkejut oleh sikap permusuhan mereka, pada satu titik, Kardinal Prancis Gabriel-Marie Garrone dilaporkan menyebut Lefebvre "bodoh".[27]
Meningkatnya ketegangan
Pada 6 Mei 1975, dengan persetujuan para kardinal, Uskup Mamie secara resmi mencabut status pia uniocode: la is deprecated SSPX.[23] Di hari yang sama, sebuah komisi yang terdiri dari para kardinal yang telah mewawancarai Lefebvre di bulan Januari menerbitkan surat terpisah yang disetujui oleh Paus Paulus VI, yang merinci dasar-dasar pencabutan tersebut.[23] Lefebvre meminta pengacaranya untuk mengajukan banding, dan pada akhirnya ia mengajukan petisi kepada Pengadilan Tinggi Signatura Apostolik, yang menolak permohonan banding tersebut. Sejak saat itu, SSPX tidak lagi diakui sebagai organisasi kanonik.
Lefebvre dan para pemimpin SSPX selalu menyatakan bahwa mereka diperlakukan secara tidak adil oleh Kuria Roma, bahwa pencabutan status SSPX adalah hal yang tidak dapat dibenarkan, dan bahwa prosedur-prosedur yang ditempuh melanggar Kitab Hukum Kanonik 1917.
SSPX tetap beroperasi meskipun tidak lagi diakui secara kanonik. Dalam konsistori 24 Mei 1976, Paus Paulus VI memberikan teguran kepada Uskup Agung Lefebvre dengan menyebut namanya secara langsung. Menurut laporan, ini merupakan pertama kalinya dalam 200 tahun seorang paus memberikan teguran secara terbuka terhadap seorang uskup Katolik. Paus juga mengimbau Lefevbre dan para pengikutnya agar mengubah pendirian mereka.[c]. Pada hari berikutnya, sebagai bentuk perlawanan terhadap Takhta Suci, Lefebvre meganugerahkan Sakramen Penguatan kepada ratusan calon penerima sakramen tersebut dalam sebuah upacara tanpa izin di Huntington Townhouse, sebuah aula besar di Huntington, Long Island, New York.
Lefebvre mengumumkan bahwa ia bermaksud menahbiskan beberapa muridnya di akhir Juni 1976. Pada 12 Juni 1976, Nuncio Apostolik Swiss menerima instruksi untuk menyampaikan pesan kepada Lefebvre bahwa, atas perintah khusus Paus Paulus VI, ia dilarang untuk melakukan hal tersebut.[33] Pada 25 Juni 1976, Uskup Agung Giovanni Benelli, deputi Sekretariat Negara, menulis pesan secara langsung ke Lefebvre untuk menegaskan kembali, dengan mandat khusus dari Paus, larangan menerimakan Sakramen Tahbisan, dan memperingatkan ia mengenai sanksi kanonik yang akan dijatuhkan kepada Lefebvre sendiri maupun mereka yang akan ia tahbiskan.[33] Lefebvre mengabaikan peringatan tersebut dan tetap melaksanakan penahbisan pada 29 Juni 1976.
Dalam khotbah pada kesempatan tersebut, Lefebvre secara eksplisit mengakui bahwa ia mungkin akan dijatuhi sanksi suspensi, sementara para imam yang baru ditahbiskan akan terkena irregularitas yang secara teoritis dapat menghalangi mereka untuk mempersembahkan Misa.[34] Keesokan harinya, pada 1 Juli 1976, Kantor Pers Takhta Suci mengumumkan bahwa berdasarkan kanon 2373 Kitab Hukum Kanonik yang berlaku saat itu, Lefebvre secara otomatis dijatuhi sanksi suspensi selama satu tahun dari pemberian tahbisan, dan mereka yang telah ditahbiskan oleh Lefebvre secara otomatis dikenai suspensi dari pelaksanaan tahbisan yang telah diterima. Selain itu, juga diumumkan bahwa Takhta Suci sedang menelaah tindakan ketidaktaatan Lefebvre terhadap perintah-perintah Paus.[35]
Pada 11 Juli 1976, Lefebvre menandatangani tanda terima surat dari Kardinal Sebastiano Baggio, Prefek Kongregasi untuk Para Uskup, yang menyampaikan bahwa sanksi lebih lanjut akan dijatuhkan berdasarkan kanon 2331 §1 Kitab Hukum Kanonik saat itu terkait ketidaktaatan yang keras kepala terhadap perintah atau larangan sah dari Paus Roma. Ia diperintahkan, dalam sepuluh hari sejak ia menerima surat tersebut, untuk mengambil langkah-langkah "guna memperbaiki skandal yang telah terjadi". Dalam sebuah surat tertanggal 17 Juli kepada Paus Paulus VI, Lefevbre menyatakan bahwa ia menilai tindakannya pada 29 Juni adalah sah. Paus menganggap jawaban tersebut tidak memadai, dan atas instruksinya, Kongregasi untuk Para Uskup, pada 22 Juli 1976, menjatuhkan suspensi tanpa batas waktu terhadap Lefebvre dari seluruh pelaksanaan tahbisan suci. Ia tidak diperkenankan menerimakan Sakramen apapun, kecuali Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Baptis dalam keadaan darurat (suspensi a diviniscode: la is deprecated ).[35]
Tahbisan Écône (1988)
Kontroversi utama yang melingkupi SSPX berkaitan dengan penahbisan empat imam SSPX menjadi uskup oleh Uskup Agung Lefebvre dan Uskup Brazil Antônio de Castro Mayer pada tahun 1988, yang merupakan pelanggaran terhadap perintah Paus Yohanes Paulus II.
Pada tahun 1987, Uskup Agung Lefebvre berusia 81 tahun. Seandainya ia meninggal saat itu, anggota SSPX hanya dapat ditahbiskan menjadi imam oleh uskup-uskup di luar SSPX, yang dianggap oleh Lefebvre sebagai suatu hal yang tidak dapat diandalkan dan tidak ortodoks. Pada Juni 1987, Lefebvre mengumumkan niatnya untuk menahbiskan seorang uskup sebagai penerusnya. Ia mengisyaratkan bahwa ia bermaksud melakukannya dengan atau tanpa persetujuan Takhta Suci.[d] Dalam Gereja Katolik, seorang uskup membutuhkan mandat Paus untuk dapat menahbiskan seorang uskup lain,[e] dan penahbisan yang tanpa izin secara otomatis terkena ekskomunikasi.[f]
Sebelumnya, Paus Pius XII, dalam ensiklik Ad Apostolorum principiscode: la is deprecated telah menggambarkan tindakan sakramental para uskup yang ditahbiskan tanpa persetujuan kepausan sebagai "sangat tidak sah, yaitu bersifat kriminal dan sakrilegi".[36] Otoritas Roma merasa sangat prihatin atas rencana Lefebvre, tetapi mereka memulai diskusi dengannya dan SSPX, yang kemudian menghasilkan penandatanganan perjanjian awal pada 5 Mei 1988 antara Lefebvre dan Kardinal Joseph Ratzinger, prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman dan Paus Benediktus XVI di masa mendatang.
Atas instruksi Paus Yohanes Paulus II, Kardinal Ratzinger memberikan tanggapan kepada Lefebvre pada 30 Mei, dengan menuntut dipatuhinya perjanjian 5 Mei, serta menambahkan bahwa apabila Lefebvre melaksanakan penahbisan tanpa izin pada 30 Juni, maka izin yang dijanjikan untuk penahbisan episkopat akan ditarik kembali.
Pada 3 Juni, Lefebvre menulis surat bahwa ia bermaksud untuk tetap melanjutkan rencananya. Pada 9 Juni, Paus membalas dengan sebuah surat pribadi, memohon agar ia meninggalkan rencana tersebut, yang "akan dipandang tidak lain sebagai suatu tindakan skismatis, yang konsekuensi teologis dan kanoniknya telah Anda ketahui." Lefebvre tidak memberikan balasan, dan surat tersebut dipublikasikan pada 16 Juni.
Pada 30 Juni 1988, Uskup Agung Lefebvre tetap menahbiskan empat imam SSPX menjadi uskup. Antônio de Castro Mayer, Uskup Emeritus Campos dos Goytacazes, Brazil, mendampingi dalam upacara tersebut. Mereka yang ditahbiskan sebagai uskup adalah: Bernard Fellay, Bernard Tissier de Mallerais, Alfonso de Galarreta, dan Richard Williamson.
Keesokan harinya, Kongregasi untuk Para Uskup mengeluarkan dekret yang menyatakan bahwa Uskup Agung Lefebvre dan keempat uskup yang baru ditahbiskan telah terkena sanksi kanonik ekskomunikasi otomatis yang menjadi wewenang Takhta Suci.[14] Sehari kemudian, pada 2 Juli, Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan sebuah surat apostolik yang dikenal sebagai Ecclesia Deicode: la is deprecated , yang mengecam tindakan Uskup Agung tersebut.[37] Paus menyatakan bahwa, karena skisma didefinisikan dalam Kitab Hukum Kanonik 1983 sebagai "menolak ketaklukan kepada Paus atau persekutuan dengan anggota-anggota Gereja yang takluk kepadanya" (kanon 751),[38] maka penahbisan tersebut "merupakan suatu tindakan skismatis", dan bahwa berdasarkan kanon 1382 Kitab Hukum Kanonik,[39] tindakan tersebut berakibat pada ekskomunikasi ipso facto bagi semua uskup yang terlibat.
Lefebvre berargumen bahwa tindakan-tindakannya merupakan suatu keharusan karena bentuk tradisional iman Katolik dan sakramen-sakramennya akan punah tanpa adanya klerus Tradisionalis yang meneruskannya kepada generasi berikutnya. Ia menyebut penahbisan tersebut sebagai 'opération survie'code: fr is deprecated (har. "Operasi Penyelamatan"), dengan mengutip kanon 1323 dan 1324 Kitab Hukum Kanonik 1983 dalam pembelaannya. Kanon pertama menyatakan bahwa "orang yang terpaksa bertindak karena ketakutan berat meski hanya relatif, atau karena keadaan mendesak atau kerugian besar, kecuali kalau perbuatan itu intrinsik buruk atau menyebabkan kerugian terhadap jiwa-jiwa" tidak dikenai hukuman atas pelanggaran hukum atau perintah; sedangkan kanon lainnya menyatakan bahwa "pelaku pelanggaran tidak bebas dari hukuman, tetapi hukuman yang ditetapkan oleh undang-undang atau perintah harus diperlunak atau sebagai gantinya digunakan penitensi, jika tindak pidana dilakukan [...] oleh orang yang karena kekeliruan, tetapi karena kesalahannya, mengira bahwa terdapat salah satu dari situasi yang disebut dalam kan. 1323, no. 4 atau 5."[40]

Beberapa anggota SSPX memisahkan diri dari serikat tersebut sebagai akibat dari tindakan Lefebvre dan, dengan persetujuan Takhta Suci, membentuk sebuah serikat terpisah bernama Persaudaraan Imamat Santo Petrus.
Uskup Antônio de Castro Mayer mengundurkan diri sebagai Uskup Campos pada 20 Agustus 1981. Ia kemudian mengambil bagian dalam penahbisan Écône tahun 1988, dengan menyatakan "Kehadiran saya di sini, dalam upacara ini, merupakan persoalan hati nurani: menjadi kewajiban untuk memberikan kesaksian iman Katolik di hadapan seluruh Gereja."[41] Setelah pengunduran dirinya, Uskup Mayer mendirikan Persatuan Imam Santo Yohanes Maria Vianney (SSJV). Di bawah kepemimpinan penerusnya, Uskup Licínio Rangel, SSJV dibentuk kembali pada Januari 2002 oleh Paus Yohanes Paulus II sebagai Administrasi Apostolik Personal Santo Yohanes Maria Vianney, dengan wilayah yang sama dengan Keuskupan Campos.
Pembicaraan dengan Takhta Suci
Pembicaraan antara Takhta Suci dengan Serikat Santo Pius X menuju kemungkinan rekonsiliasi masih berlangsung. Selama beberapa tahun setelah tahbisan tahun 1988, hampir tidak ada dialog antara SSPX dan Takhta Suci. Keadaan ini berakhir ketika serikat tersebut memimpin sebuah ziarah besar ke Roma untuk peringatan Yubileum Agung tahun 2000. Marcel Lefebvre meninggal pada Maret 1991.
Pada 21 Januari 2009, Takhta Suci mencabut ekskomunikasi terhadap para uskup SSPX yang dinyatakan terjadi pada saat tahbisan tahun 1988 dan menyatakan harapan agar seluruh anggota serikat tersebut menindaklanjutinya dengan segera kembali ke dalam persekutuan penuh dengan Gereja.
Sejak saat itu, pembicaraan berlangsung dengan cukup rumit, terutama karena penegasan SSPX bahwa ajaran Konsili Vatikan II mengenai ekumenisme, kebebasan beragama, dan kolegialitas tidak selaras dengan ajaran dan doktrin Katolik, suatu klaim yang dipandang oleh Takhta Suci sebagai hal yang tidak dapat diterima, meskipun pembicaraan-pembicaraan terbaru menunjukkan kemungkinan adanya suatu pemahaman. Dalam sebuah wawancara pada 4 Maret 2017 dengan DICI, badan berita resmi serikat tersebut, Uskup Bernard Fellay menyatakan:
Apakah itu mengenai kebebasan beragama, kolegialitas, ekumenisme, Misa baru, atau bahkan ritus-ritus baru sakramen [...] Dan sekarang tiba-tiba, pada pokok-pokok yang sebelumnya menjadi batu sandungan, para utusan dari Roma mengatakan kepada kami bahwa hal-hal tersebut merupakan isu-isu yang masih terbuka untuk dibahas.[42]
Di bulan yang sama, Uskup Agung Guido Pozzo, prelatus yang bertanggung jawab atas Komisi Kepausan Ecclesia Dei, badan Kuria Roma yang menangani komunitas-komunitas tradisionalis, menyatakan bahwa Takhta Suci dan SSPX hampir mencapai kesepakatan untuk menormalisasi status serikat tersebut.[43] Dalam sebuah surat di bulan yang sama, diumumkan bahwa Paus Fransiskus mengizinkan para uskup diosesan untuk memberikan kewenangan kepada para imam SSPX untuk memimpin perayaan perkawinan yang sah dalam Gereja Katolik dalam kasus-kasus di mana tidak ada imam yang berada dalam status kanonik yang baik yang dapat melakukannya.[44]
Pada bulan Juli 2017, Uskup Fellay bersama sejumlah klerus lain serta akademisi menandatangani sebuah dokumen yang diberi judul Correctio filialis de haeresibus propagatis (terjemahan: "Koreksi Filial" terhadap Paus Fransiskus). Dalam dokumen setebal 25 halaman tersebut, yang dipublikasikan pada bulan September setelah tidak menerima tanggapan dari Takhta Suci, mereka mengkritik Paus dengan menuduhnya mempromosikan bidah melalui berbagai ucapan, tindakan, maupun kelalaian selama masa kepausannya.[45]
Pemberhentian Uskup Williamson
Pada bulan Agustus 2012, Uskup Richard Williamson, salah satu uskup yang ditahbiskan secara tidak licit oleh Lefebvre, menerimakan Sakramen Penguatan kepada sekitar 100 umat awam di Biara Benediktin Salib Suci di Nova Friburgo, Brazil, selama kunjungannya ke Negara Bagian Rio de Janeiro, tanpa memperoleh persetujuan dari pimpinan Serikat setempat. Superior Distrik Amerika Selatan SSPX, Christian Bouchacourt, menyampaikan protes atas tindakan tersebut melalui situs web resmi Serikat dengan menyatakan bahwa hal itu merupakan "sebuah tindakan serius yang bertentangan dengan keutamaan ketaatan."[46]
Pada awal Oktober 2012, pimpinan SSPX memberikan tenggat waktu kepada Williamson untuk menyatakan kesediaannya untuk tunduk kepada pimpinan Serikat. Namun, alih-alih melakukannya, ia menerbitkan sebuah "surat terbuka" yang meminta Uskup Bernard Fellay untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Superior Jenderal Serikat.[47] Pada 4 Oktober 2012, Serikat mengeluarkan Williamson dari keanggotaannya melalui sebuah keputusan yang mereka gambarkan sebagai "keputusan yang menyakitkan", dengan alasan bahwa ia telah gagal "untuk menunjukkan rasa hormat dan ketaatan yang layak diberikan kepada para superiornya yang sah".[48]
Uskup Vitus Huonder
Pada bulan Mei 2019, SSPX mengumumkan bahwa Vitus Huonder, Uskup Emeritus Chur, Swiss, sesuai dengan niat yang telah ia nyatakan sejak lama, telah memilih untuk menjalani masa pensiunnya di salah satu rumah milik serikat untuk "membaktikan dirinya kepada doa dan keheningan, untuk merayakan Misa Tradisional secara eksklusif, serta untuk berkarya demi Tradisi, yang merupakan satu-satunya jalan untuk memperbarui Gereja." Pada tahun 2015, Uskup Huonder diutus oleh Prefek Kongregasi untuk Ajaran Iman saat itu, Kardinal Gerhard Ludwig Müller, untuk berdialog dengan SSPX. Setelah empat tahun, Paus Fransiskus mengizinkan Uskup Huonder untuk tinggal di salah satu rumah milik Serikat. Ia menjadi salah satu pendukung kuat SSPX, terus menyampaikan penilaian positif mengenai SSPX kepada Paus Fransiskus, dan bahkan mengunggah sebuah video berjudul My Journey to the SSPX – with Bishop Vitus Huonder di YouTube. Dalam video tersebut, Uskup Vitus Huonder mengeklaim bahwa Paus Fransiskus secara pribadi mengatakan kepadanya bahwa SSPX tidak berada dalam keadaan skisma. SSPX menyambut keputusan tersebut dengan hangat melalui pernyataan berikut:
Serikat Santo Pius X menyambut baik keputusan berani Uskup Huonder dan bersukacita karena dapat menyediakan baginya lingkungan rohani dan imamat yang sangat ia dambakan. Semoga teladan ini diikuti oleh yang lain, sehingga "segala sesuatu dipulihkan dalam Kristus".[49]
Uskup Huonder wafat pada 3 April 2024 dalam usia 81 tahun setelah menderita sakit berat.[50] Misa Rekuiem bagi Huonder dipimpin oleh Uskup Fellay pada 17 April. Huonder dimakamkan di Seminari Internasional Santo Pius X di Écône, di samping makam Uskup Agung Marcel Lefebvre. Penerus Huonder, Uskup Joseph Maria Bonnemain, menghadiri upacara pemakaman, tetapi tidak turut ambil bagian dalam perayaan Misa karena status kanonik SSPX yang irregular.[51]
Kematian Uskup Tissier de Mallerais
Pada 28 September 2024, Uskup Bernard Tissier de Mallerais, salah satu uskup lain yang ditahbiskan secara tidak licit oleh Lefebvre, terjatuh di tangga Seminari Écône, yang mengakibatkan dirinya mengalami fraktur tengkorak dan perdarahan internal. Ia segera dibawa ke rumah sakit di Martigny dan ditempatkan dalam koma terinduksi. Setelah 10 hari dalam keadaan koma, ia meninggal pada 8 Oktober 2024. Upacara pemakamannya diselenggarakan di Seminari Internasional Santo Pius X pada 18 Oktober.[52]
Kematian Uskup Huonder dan Tissier de Mallerais, ditambah dengan pemecatan dan kemudian kematian Uskup Williamson, menyebabkan Bernard Fellay dan Alfonso de Galarreta menjadi dua uskup terakhir yang masih berafiliasi dengan SSPX. Hal ini memicu spekulasi di media Katolik mengenai apakah Serikat akan melaksanakan penahbisan baru.[52] Pada bulan November 2024, Davide Pagliarani, Superior Jenderal SSPX, secara eksplisit menyebutkan kemungkinan tersebut untuk masa depan FSSPX.[53]
Tahbisan Écône (2026)
Pada 2 Februari 2026, Superior Jenderal SSPX mengumumkan rencananya untuk melaksanakan penahbisan uskup bagi Serikat pada 1 Juli 2026.[54] Keputusan tersebut diambil selaras dengan nasihat bulat Dewan Serikat SSPX dan diumumkan secara terbuka pada perayaan Hari Raya Pemurnian Santa Perawan Maria, dalam sebuah perayaan yang ia pimpin di Seminari Internasional Santo Yohanes Vianney di Flavigny-sur-Ozerain, Prancis.[55]
Pada 12 Februari 2026, Davide Pagliarani bertemu dengan Kardinal Víctor Manuel Fernández, Prefek Dikasteri untuk Ajaran Iman. Dikasteri menyatakan keterbukaannya untuk memulai pembicaraan dengan SSPX, sambil memberikan peringatan terhadap rencana penahbisan tersebut.[56]
Pada 18 Februari 2026, FSSPX menerbitkan sebuah surat yang ditujukan oleh Don Pagliarani kepada Kardinal Fernandez, yang menegaskan 1 Juli sebagai titik awal bagi penahbisan episkopal baru.[57]
Pada 16 Maret 2026, FSSPX Distrik Italia menyerahkan sebuah volume berjudul Al servizio della Chiesacode: it is deprecated (terjemahan: Untuk Melayani Gereja) kepada para uskup Italia, yang berisi penjelasan mengenai alasan-alasan penahbisan episkopal baru.[58]
Pada 13 Mei 2026, Prefek Dikasteri untuk Ajaran Iman, Kardinal Víctor Manuel Fernández, secara eksplisit memberi peringatan kepada SSPX bahwa rencana penahbisan episkopal di bulan Juli akan dianggap sebagai tindakan skisma resmi dan akan berakibat pada ekskomunikasi terhadap seluruh uskup baru serta semua pihak yang terlibat dalam penahbisan tersebut.[59]
Pada 26 Mei 2026, serikat tersebut mengumumkan empat nama calon uskup: Pascal Schreiber dari Aargau, Swiss, yang menjabat sebagai Rektor Seminari Herz Jesu; Michael Goldade dari Dakota Utara, Amerika Serikat, yang menjabat sebagai Rektor Seminari Santo Thomas Aquinas; Michel Poinsinet de Sivry dari Prancis, yang menjabat sebagai Superior Distrik Benelux, dan Marc Hanappier dari Prancis, seorang profesor di Seminari Santo Thomas Aquinas.[60]
Pada 16 Juni 2026, Paus Leo XIV mengimbau FSSPX untuk tidak melanjutkan rencana penahbisan yang telah diumumkan.[61][62]
Pada 24 Juni 2026, FSSPX menerbitkan sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Paus dan para kardinal disertai dengan sebuah Pengakuan Iman Katolik.[63]
Pada 30 Juni 2026, Paus Leo XIV mengirimkan sebuah surat terbuka kepada Superior Jenderal SSPX yang berisi permintaan agar Serikat membatalkan penahbisan tersebut.[64]
Pada 1 Juli 2026, Uskup Alfonso de Galarreta tetap melanjutkan penahbisan episkopal terhadap empat imam SSPX yang telah disebutkan sebelumnya, dengan Bernard Fellay bertindak sebagai ko-konsekrator. SSPX terkena ekskomunikasi keesokan harinya.[65]
Keesokan harinya, Takhta Suci menyatakan terjadinya ekskomunikasi terhadap seluruh anggota serikat,[g] dan Dikasteri untuk Ajaran Iman mencabut kewenangan untuk memberikan absolusi dalam Sakramen Tobat dan delegasi untuk meneguhkan perkawinan yang sebelumnya diberikan kepada para imam SSPX, dengan dasar bahwa tindakan skismatik tidak memiliki yurisdiksi yang diperlukan untuk sahnya pelaksaan sakramen-sakramen tersebut.[66][67] Perluasan yurisdiksi gerejawi pada tahun 2017 memberikan kewenangan dan delegasi tersebut kepada para imam SSPX, sementara dekret tahun 2026 mencabut kewenangan dan delegasi tersebut.[68][h]
Situasi kanonik


SSPX didirikan sebagai sebuah persatuan saleh (bahasa Latin: pia uniocode: la is deprecated ) pada tahun 1970, tetapi statusnya dicabut pada tahun 1975 oleh Uskup Pierre Mamie dengan persetujuan Kuria Roma. Pada tahun 1988, Paus Yohanes Paulus II menjatuhkan ekskomunikasi terhadap Lefebvre dan keempat uskup yang ditahbiskan olehnya, serta "mereka yang secara formal mengikuti skisma tersebut". Pada tahun 1996, Dewan Kepausan untuk Naskah Legislatif menyatakan bahwa "seluruh gerakan Lefebvrian dianggap skismatis".
Pada tahun 2007, Paus Benediktus XVI mencabut ekskomunikasi atas empat uskup yang ditahbiskan oleh Lefebvre, tetapi menekankan bahwa SSPX tidak memiliki status kanonik. Pada tahun 2026, seluruh SSPX dinyatakan skismatik oleh Dikasteri untuk Ajaran Iman dan seluruh klerus yang terkait dengan serikat itu dikenai ekskomunikasi serta dilarang menerimakan sakramen secara licit. SSPX tidak menerima keputusan pencabutan status serikat pada tahun 1975 ataupun ekskomunikasi tahun 1988 atau 2026.
Perkawinan
Pada 27 Maret 2017, Kongregasi untuk Ajaran Iman mengumumkan bahwa Paus Fransiskus memberikan wewenang kepada ordinaris setempat untuk memberikan kewenangan kepada seorang imam yang berada dalam status kanonik baik untuk memimpin perayaan perkawinan para pengikut SSPX, yang segera setelahnya akan mengikuti Misa yang dirayakan oleh imam SSPX, atau, jika tidak ada imam yang berada dalam status kanonik baik yang dapat menerima persetujuan pasangan tersebut, kewenangan tersebut dapat diberikan kepada imam SSPX. Wewenang ini dicabut oleh Dikasteri untuk Ajaran Iman setelah tahbisan ilegal empat uskup pada tahun 2026.[71]
Pengakuan dosa
Pada 20 November 2016, Paus Fransiskus secara pribadi memperpanjang tanpa batas izin yang sebelumnya ia buat selama Tahun Suci 2015[72] bagi para peniten yang mengaku dosa kepada imam yang berafiliasi dengan SSPX:
Untuk Tahun Yubileum, saya juga telah mengizinkan umat beriman, yang karena berbagai alasan, menghadiri gereja-gereja yang dilayani oleh imam-imam dari Persaudaraan Imam Santo Pius X, dapat menerima absolusi sakramental secara valid dan licit atas dosa-dosa mereka.[18][73]
Seperti halnya kewenangan untuk menjadi saksi yang sah atas sebuah pernikahan, hal ini juga dicabut oleh Dikasteri untuk Ajaran Iman pada bulan Juli 2026.
Struktur organisasi

Hingga Januari 2026[update], serikat ini memiliki 2 uskup dan 733 imam yang tersebar di 77 negara, 798 lokasi misa, 184 priorat, 145 bruder, 88 oblat, 250 biarawati, serta 264 seminaris di lima seminari.[1]
Pada tahun 2025, Kongregasi Suster Serikat Santo Pius X memiliki 245 suster berkaul dalam 30 komunitas yang tersebar di 10 negara: Prancis, Belgia, Swiss, Jerman, Italia, Amerika Serikat, Argentina, Gabon, Republik Dominika, dan Australia.[74]
Serikat ini terbagi ke dalam dua jenis satuan teritorial, yaitu distrik dan rumah otonom, yang masing-masing dipimpin oleh seorang superior. Sebuah rumah otonom dapat ditingkatkan statusnya menjadi distrik setelah tiga priorat didirikan dalam wilayah yurisdiksinya.[75] Penambahan terbaru dalam struktur organisasi serikat ini adalah Rumah Otonom Amerika Tengah dan Karibia, yang dibentuk dari wilayah yang sebelumnya termasuk dalam Distrik Meksiko dan didirikan pada 1 Oktober 2017. Lebih dari 120 imam (lebih dari 20 persen) dalam serikat ini bertugas di Distrik Prancis.[76]
Serikat ini berhasil meningkatkan jumlah kapelnya di Polandia hingga tiga kali lipat antara tahun 2019 dan 2021.
| Distrik | Priorat | Kapel | Pusat retret | Sekolah |
|---|---|---|---|---|
| Afrika | 8 | 32 | - | 5 |
| Asia | 6 | 54 | 1 | 2 |
| Australia dan Selandia Baru | 8 | 40 | - | 5 |
| Austria | 4 | 35 | - | - |
| Belgia dan Belanda | 3 | 12 | - | 1 |
| Kanada | 7 | 44 | 1 | 4 |
| Eropa Timur | 7 | 27 | 1 | 3 |
| Prancis | 46 | 187 | 3 | 62 |
| Jerman | 11 | 52 | 1 | 5 |
| Britania Raya dan Irlandia | 6 | 43 | - | 1 |
| Italia | 4 | 25 | 2 | 2 |
| Meksiko | 6 | 41 | 3 | 1 |
| Amerika Selatan | 8 | 40 | 1 | 4 |
| Swiss | 9 | 28 | 1 | 7 |
| Amerika Serikat | 22 | 129 | 4 | 32 |
| Total | 155 | 789 | 18 | 134 |
| Rumah otonom | Priorat | Kapel | Sekolah |
|---|---|---|---|
| Amerika Tengah dan Karibia | 3 | 25 | 2 |
| Brasil | 4 | 18 | 1 |
| Spanyol dan Portugal | 2 | 17 | - |
| Total | 9 | 60 | 3 |
Seminari pertama yang didirikan oleh SSPX adalah Seminari Internasional St. Pius X yang terletak di Écône, Swiss. Seminari terbesar serikat ini berada di Amerika Serikat, yaitu Seminari St. Thomas Aquinas di Dillwyn, Virginia, yang dipindahkan pada tahun 2016 dari Winona, Minnesota, setelah fasilitasnya yang lama tidak lagi mampu menampung kebutuhan seminari.. Kompleks seminari lama tersebut masih digunakan untuk novisiat para bruder religius.
Seminari SSPX lainnya terletak di Prancis (Seminari Saint Curé d'Arscode: fr is deprecated , Flavigny-sur-Ozerain), Jerman (Seminari Hati Kudus Yesus, Zaitzkofen), dan Argentina (Seminario Nuestra Señora Corredentoracode: es is deprecated , La Reja). Serikat ini juga mengelola sekolah persiapan seminari untuk para calon imam di Italia (Albano Laziale), Brasil (Santa Maria), dan Filipina (Santa Barbara, Iloilo).
Superior jenderal
| Nama | Kebangsaan | Periode jabatan |
|---|---|---|
| Uskup Agung Marcel Lefebvre | 1970–1982 | |
| Pastor Franz Schmidberger | 1982–1994 | |
| Uskup Bernard Fellay | 1994–2018 | |
| Don Davide Pagliarani | 2018–saat ini |
Kaum awam
Secara teknis, tidak ada kaum awam yang menjadi anggota SSPX. Sebagai sebuah persaudaraan imam, keanggotan serikat ini terbatas pada imam, kaum religius, dan seminaris.[78] Sulit untuk memperkirakan jumlah kaum awam yang rutin menghadiri misa di kapel-kapel SSPX; SSPX sendiri tidak memiliki data jumlah kehadiran umat secara global.[78] Kardinal Darío Castrillón Hoyos, yang saat itu menjabat sebagai ketua Komisi Kepausan Ecclesia Dei, memperkirakan pada tahun 2007 bahwa jumlah umat yang menghadiri kapel-kapel SSPX adalah sekitar 600.000; angka ini juga dikutip oleh SSPX dan dikutip oleh banyak media berita seperti BBC.[78] Namun, The Guardian memperkirakan jumlahnya lebih dekat ke 150.000 hingga 200.000.[78][79]
Kantor berita Katolik The Pillar melaporkan bahwa blog kaum tradisionalis Rorate Caeli memperkirakan jumlah tersebut lebih rendah, yaitu sekitar 100.000. Perkiraan ini diperoleh dengan menggunakan data kehadiran yang dipublikasikan SSPX sebesar 25.000 di Distrik Amerika Serikat, yang merupakan distrik terbesarnya, membandingkannya dengan Distrik Prancis yang berukuran serupa, dan memperkirakan bahwa distrik-distrik lainnya hanya berjumlah beberapa puluh ribu.[78] Majalah Katolik Prancis La Nef memperkirakan kehadiran di Distrik Prancis sekitar 35.000 pada tahun 2021.[80][78] Dengan menggunakan angka tersebut dan dengan asumsi yang cukup murah hati, yaitu 20.000 untuk masing-masing dari 13 distrik lainnya, The Pillar memperkirakan bahwa total kehadiran SSPX di seluruh dunia tidak mungkin melebihi 320.000.[78]
Kelompok yang memisahkan diri dari SSPX
Kelompok ini memiliki sejarah panjang perpecahan dan pembelotan anggota. Terdapat dua jenis utama perpecahan dari SSPX. Dua perpecahan penting dari jenis pertama melibatkan imam-imam yang menganggap SSPX terlalu liberal dan yang menggunakan bentuk Misa sebagaimana berlaku sebelum Paus Yohanes XXIII menerbitkan Misale Romawi edisi 1962. Perpecahan jenis kedua melibatkan kelompok-kelompok yang telah berekonsiliasi dengan Takhta Suci dan yang, seperti SSPX, menggunakan Misale Romawi edisi 1962.
Kelompok-kelompok yang memisahkan diri dari SSPX yang tidak diakui oleh Takhta Suci meliputi:
- Serikat Santo Pius V: pada tahun 1983, sembilan imam SSPX di Amerika Serikat memisahkan diri atau dipaksa untuk meninggalkan Distrik Timur Laut AS sebagian karena mereka menentang instruksi Lefebvre yang menetapkan bahwa Misa harus dirayakan menggunakan Misale Romawi edisi 1962 yang dikeluarkan oleh Paus Yohanes XXIII. Di kalangan SSPX, para imam ini dikenal sebagai "the nine". Mereka memulai organisasi mereka dengan menolak menyelesaikan transaksi pembelian sebuah gereja yang sedang diupayakan oleh SSPX; salah satu dari sembilan imam tersebut bertindak sebagai pembeli. Para imam pendiri tersebut kemudian menggunakan dana yang dimaksudkan untuk pembelian gereja tersebut untuk membeli gereja itu bagi kelompok mereka sendiri.[butuh rujukan] Sejumlah imam SSPV dan kaum awam yang menghadiri misa mereka secara terbuka menganut sedevacantisme, sebuah posisi yang ditolak oleh SSPX. Alasan-alasan yang mendasari pemisahan ini meliputi: perintah Lefebvre bahwa para imam Serikat harus menerima dekret pernyataan ketidakabsahan (nulitas) yang dikeluarkan oleh tribunal perkawinan diosesan; keharusan agar seluruh Misa Serikat dirayakan menurut Misale Romawi edisi 1962; serta penerimaan imam-imam baru yang telah ditahbiskan menurut ritus sakramen yang telah direvisi Paus Paulus VI.
- Institut Mater Boni Consilii, sebuah kongregasi imam tradisionalis yang mengikuti mazhab sedeprivasionis. Para pendiri institut memisahkan diri dari Serikat St. Pius X pada tahun 1985 di bawah kepemimpinan Pastor Francesco Ricossa yang pernah menjadi pengajar di seminari Écône. Berbeda dengan SSPV yang berbasis di Amerika Utara, institut ini berbasis di Eropa.
- Serikat Yesus dan Maria (CJM): pada tahun 1989, beberapa imam dan seminaris di La Reja, Argentina, keluar dari Serikat St. Pius X di bawah kepemimpinan mantan rektor mereka, Pastor Andrés Morello. Sebagian dari mereka menganut paham sedevacantisme dan menempatkan diri di bawah yurisdiksi uskup-uskup seperti Moisés Carmona serta akhirnya bergabung dengan Kongregasi Maria Ratu Tak Bernoda (CMRI) atau Persatuan Imamat Trento (SST), sementara Morello dan para pengikutnya yang mendirikan kongregasi religius CJM mengadopsi tesis Cassiciacum. CJM dan sebagian kaum sedevacantis berbasis di Argentina, sementara para sedevacantis lainnya sebagian besar berbasis di Meksiko, meskipun mereka juga terdapat di beberapa negara lain di Amerika Tengah dan Selatan.[81][butuh rujukan]
- SSPX Resistance/Persatuan Imam Marcel Lefebvre: sebuah asosiasi apostolik Katolik tradisionalis yang didirikan pada 15 Juli 2014 oleh Uskup Richard Williamson setelah ia dikeluarkan dari Persaudaraan Imam Santo Pius X.
- Putra-putra Penebus Mahakudus (Filii Sanctissimi Redemptoris, FSSR), yang didirikan sebagai sebuah komunitas religius yang berafiliasi dengan SSPX pada tahun 1988. Pada tahun 2008, komunitas ini mengajukan petisi untuk berekonsiliasi dengan Takhta Suci, yang saat itu diterima oleh Paus Benediktus XVI.[82] Pada 13 Juli 2024, Uskup Christchurch melarang para imam Putra-putra Penebus Mahakudus untuk memberi pelayanan di Keuskupan Christchurch.[83] Pada bulan Mei 2026, komunitas religius ini menerbitkan sebuah dokumen setebal 21 halaman yang ditandatangani seluruh anggotanya, yang menyatakan penolakan terhadap Konsili Vatikan II dan mendeklarasikan paham sedevacantis. Pada 18 Juni 2026, mereka mengumumkan bahwa pendiri dan rektor komunitas tersebut, Pastor Michael Mary, akan ditahbiskan sebagai uskup oleh Uskup Pierre Roy, seorang uskup dari garis Thuc yang berpandangan sedevacantis dan bermarkas di Kanada Timur, pada 25 Juli 2026.[84] Uskup Aberdeen mengeluarkan pernyataan yang mengimbau umat beriman agar tidak menghadiri penahbisan tersebut.[85]
Kelompok-kelompok yang memisahkan diri dari SSPX dan kemudian berekonsiliasi dengan Roma meliputi:
- Persaudaraan Imamat Santo Petrus (FSSP): didirikan pada tahun 1988 setelah tahbisan Écône. Sebagai tanggapan atas pernyataan Takhta Suci bahwa tahbisan tersebut merupakan suatu tindakan skismatik dan bahwa mereka yang turut terlibat akan terkena ekskomunikasi secara otomatis, 12 imam meninggalkan SSPX dan membentuk FSSP, yang berada dalam komuni penuh dengan Takhta Suci.[86]
- Institut Gembala Baik (Institut du Bon-Pasteurcode: fr is deprecated , IBP), didirikan sebagai sebuah serikat kehidupan apostolik yang diakui kepausan pada 8 September 2006 bagi sekelompok anggota SSPX yang berpandangan bahwa sudah tiba waktunya bagi serikat tersebut untuk menerima rekonsiliasi dengan Paus Benediktus XVI.[87]
Pandangan tentang gaya hidup dan busana
Dalam Serikat Santo Pius X, dianut pandangan komplementarian mengenai peran gender; "Dalam St. Mary's, hanya sedikit wanita yang bekerja, khususnya setelah mereka memiliki anak."[88]
Richard Williamson, mantan uskup SSPX yang kini telah meninggal, yang kemudian bergabung dengan SSPX Resistance, menulis sebuah surat pastoral di mana ia menyatakan bahwa "celana wanita, sebagaimana yang dikenakan saat ini, baik pendek maupun panjang, sopan maupun tidak sopan, ketat maupun longgar, terbuka maupun tersamarkan (seperti 'kulot'), merupakan suatu serangan terhadap kewanitaan seorang perempuan dan karena itu merepresentasikan pemberontakan yang mendalam terhadap tatanan yang dikehendaki oleh Tuhan."[89][90] The Atlantic, dalam liputannya mengenai SSPX, menggambarkan para perempuan pengikut SSPX sebagai "para perempuan dengan rok panjang dan sopan yang sedang memuat sebuah van yang memiliki cukup kursi untuk menampung delapan atau sembilan anak."[88]
Selama perayaan Misa, meskipun tidak terdapat aturan berpakaian yang ketat, SSPX menganjurkan penggunaan "pakaian hari Minggu terbaik".[91] Para wanita dianjurkan untuk mengenakan rok dengan panjang setidaknya di bawah lutut dan tidak mengenakan pakaian yang ketat.[91] Sudah menjadi kebiasaan bagi para perempuan untuk mengenakan penutup kepala saat berdoa maupun beribadat.[91] Para pria dianjurkan untuk mengenakan jas dan dasi.[91]
Publikasi
Sesuai dengan kehendak Mgr. Lefebvre, sejak pendiriannya pada tahun 1978, penerbit Angelus Press merupakan "penerbit dan penyunting resmi buku, brosur, dan seluruh publikasi resmi Serikat yang diterbitkan oleh kantor pusat internasional Serikat di Swiss".[92][93]
Edizioni Piane adalah penerbit resmi FSSPX di Distrik Italia.[94]
Masing-masing distrik memiliki majalah resmi: The Angelus (Distrik AS), Tradizione cattolica (Distrik Italia),[95] dan Courrier de Rome (Distrik Prancis).[96]
Kontroversi
Politik
Setelah Uskup Richard Williamson menjadi sasaran pengaduan Liga Anti-Fitnah akibat ia menyangkal penggunaan kamar gas Nazi untuk membantai orang-orang Yahudi dalam sebuah wawancara tahun 2009, superior jenderal serikat tersebut menyatakan bahwa jika ia mengulangi penyangkalan tersebut, ia akan dikeluarkan dari serikat.[97] Ia dikeluarkan pada tahun 2012 akibat menolak untuk menunjukkan rasa hormat dan ketaatan yang semestinya kepada otoritas SSPX serta menuntut pengunduran diri superior jenderal.[98] Pengadilan Jerman kemudian memvonis Williamson atas penyangkalan Holokaus.[99]
Kolaborator Nazi dan penjahat perang asal Prancis Paul Touvier ditangkap di sebuah priorat SSPX. Para superior priorat tersebut mengatakan bahwa mereka memberikan suaka kepada Touvier sebagai "sebuah tindakan amal terhadap seorang tunawisma." Mereka mengaku tidak mengetahui latar belakang Touvier ketika ia pertama kali datang ke priorat tersebut. Setelah kematiannya pada tahun 1996, sebuah Misa Rekuiem SSPX dipersembahkan bagi arwahnya sesuai dengan permintaannya.[100]
Pada 16 Oktober 2013, SSPX menawarkan untuk menyelenggarakan pemakaman bagi penjahat perang Nazi Erich Priebke. Setelah perang, Priebke, seorang penganut Protestan yang telah dibaptis, menjadi penganut suatu bentuk Kekatolikan bersama istrinya dan membaptiskan anak-anak mereka.[101] Ia menolak kultus ras sebagai "sebuah kesalahan yang mengarah pada jalan tanpa jalan kembali".[101] Upacara tersebut tidak jadi dilaksanakan karena adanya aksi protes dari sekitar 500 orang di luar rumah Distrik Italia SSPX di Albano Laziale, dekat Roma. Otoritas Gereja Katolik setempat menolak memberikan pemakaman gerejawi secara publik dengan mengutip ketentuan hukum kanonik yang menyatakan bahwa, kecuali apabila sebelum meninggal seseorang menunjukkan tanda-tanda penyesalan, pemakaman gerejawi secara publik harus ditolak bagi para pendosa yang nyata apabila pemakaman tersebut tidak dapat diberikan tanpa menimbulkan sandungan publik bagi kaum beriman.[102]
Meskipun terdapat kontroversi seputar Nazisme yang menyelimuti SSPX, serikat ini mengatakan bahwa ayah dari Uskup Agung Lefebvre, René Lefebvre, meninggal di kamp konsentrasi di Sonnenburg pada bulan Februari 1944, tiga tahun setelah dirinya ditahan oleh Gestapo. Ia meninggal "dengan rosario di tangannya, sebagai seorang korban dari kegilaan Nazi."[103]
Serikat ini juga dikenal mendukung partai politik sayap kanan jauh, nasionalis, ultra-konservatif Civitas di Prancis (yang dibubarkan tahun 2023).[104][105]
Tuduhan kekerasan seksual
Pada 5 April 2017, Uppdrag granskning, sebuah program televisi Swedia, mengungkap dugaan bahwa empat anggota SSPX (tiga imam dan seorang mantan seminaris) telah melakukan pelecehan seksual terhadap setidaknya belasan orang muda di beberapa negara.[106][107][108] Program tersebut juga menyatakan bahwa bukti-bukti pelecehan tersebut dirahasiakan oleh SSPX dan bahwa para imam yang dituduh diizinkan untuk tetap menjalankan pelayanan imamat.[106][109]
Kevin Gerard Sloniker, mantan seminaris dan satu-satunya orang yang disebutkan namanya dalam program tersebut, dikeluarkan dari Seminari St. Thomas Aquinas milik SSPX pada tahun 2005. Pada tahun 2016, Sloniker mengaku bersalah atas pelecehan seksual terhadap tujuh anak laki-laki berusia antara 8 hingga 14 tahun yang berlangsung selama sekitar 10 tahun. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan kemungkinan memperoleh pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman selama 35 tahun.[110] Tiga tuduhan lainnya ditujukan kepada imam-imam yang identitasnya dirahasiakan (disebut dalam program televisi tersebut sebagai Pastor P, S, dan M); para penuduh mereka juga tetap anonim. Meskipun demikian, P menjalani peradilan kanonik yang dipimpin oleh Uskup Fellay dengan persetujuan Kongregasi untuk Ajaran Iman pada tahun 2013. Ia dinyatakan bersalah dan kemudian diperintahkan untuk mengasingkan diri di sebuah biara.[111] Crux melaporkan bahwa "P menolak untuk pergi dan, menurut para pejabat SSPX, bergabung dengan SSPX Resistance pimpinan Uskup Williamson."[111]
Pada bulan Mei 2020, Biro Investigasi Kansas menyampaikan bahwa, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap empat keuskupan Katolik di negara bagian tersebut, mereka juga menyelidiki tuduhan bahwa anggota SSPX melakukan atau menutupi kasus pelecehan seksual oleh klerus di negara bagian tersebut.[112] Rektori St. Mary's milik SSPX di Kansas menghadapi tuduhan pelecehan seksual, meskipun baik distrik SSPX di Amerika Serikat maupun Rektori St. Mary's membantah tuduhan tersebut.[113]
Kontroversi terkait pemerintahan
Serikat Santo Pius X hadir di negara-negara dengan situasi politik sensitif, seperti Tiongkok, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan Zimbabwe.[114] Pada tahun 2011, Pius Nanthambwe, yang saat itu berstatus seminaris, bersama dua imam misionaris lainnya, diusir dari Zimbabwe yang pada waktu itu berada di bawah pemerintahan Robert Mugabe.
Di Amerika Serikat, pada tahun 2023, seorang pegawai FBI mewawancarai seorang imam SSPX yang bertugas di Richmond mengenai seorang umat yang baru saja ditangkap. Ketika ditanya apakah umat tersebut pernah menyampaikan "keinginan dan rencana untuk melakukan kekerasan," imam tersebut "tampak sangat tidak nyaman dan mulai tergagap-gagap dan ucapannya menjadi tidak koheren."[115]
Catatan
- ↑ Menurut hukum kanonik Katolik (kanon 1364 §1), "keikutsertaan resmi dalam skisma" mengakibatkan ekskomunikasi otomatis (latæ sententiæcode: la is deprecated ). Nota penjelasan Vatikan pada tahun 1996 menjelaskan bahwa, bagi kaum awam, keikutsertaan tersebut harus mencakup dua aspek, yakni aspek internal (secara sadar "menganut hakikat skisma" dengan mengutamakannya daripada ketaatan kepada Paus) dan aspek eksternal (yang paling nyata tampak melalui kehadiran secara eksklusif dalam liturgi SSPX). Kehadiran sesekali tanpa adanya sikap skismatik tidak menyebabkan seseorang terkena ekskomunikasi, dengan demikian, keadaan setiap umat awam dinilai berdasarkan kasus masing-masing. Sebaliknya, bagi para rohaniwan SSPX, pelayanan aktif mereka dianggap sebagai tanda "yang tidak diragukan" dari keikutsertaan dalam skisma, sehingga mengakibatkan ekskomunikasi otomatis.[11]
- ↑ "Uskup Agung Lefebvre diberi tahu bahwa pemeriksaan ini memberikan hasil yang sangat positif dan bahwa ia hanya perlu datang ke Roma untuk memberikan klarifikasi atas beberapa pertanyaan." Konferensi oleh Franz Schmidberger, Superior Jenderal Serikat St. Pius X di Rockdale, Sydney, Australia, 16 Oktober 1990, oleh Gerard Hogan dan François Laisney
- ↑ Nos igitur iterum adhortamur hos Nostros fratres ac filios, eosque exoramus, ut conscii fiant gravium vulnerum quae secus Ecclesiae illaturi sunt. Invitationem ipsis iteramus, ut secum recogitent gravia Christi monita de Ecclesiae unitate (Cfr. Io. 17, 21 ss.) ac de oboedientia erga legitimum Pastorem, ab Ipso universo gregi praepositum, cum signum oboedientiae sit quae Patri ac Filio debetur (Cfr. Luc. 10, 16). Nos eos aperto corde exspectamus apertisque bracchiis ad eos prompte amplectendos: utinam humilitatis exemplum praebentes, ad gaudium Populi Dei rursus viam unitatis et amoris ingredi valeant! (Konsistori untuk penahbisan dua puluh kardinal baru, 24 Mei 1976)
- ↑ "Situasinya demikian, karya yang diletakkan di tangan kita oleh Tuhan yang baik juga demikian adanya; sehingga, berhadapan dengan kegelapan di Roma, berhadapan dengan kegigihan pihak otoritas Roma dalam kesesatan, berhadapan dengan penolakan untuk kembali kepada kebenaran atau tradisi dari mereka yang menduduki takhta otoritas di Roma, berhadapan dengan semua hal ini, tampaknya kepada kita bahwa Tuhan yang baik menghendaki agar Gereja tetap berlanjut. Karena itu, besar kemungkinan sebelum saya mempertanggungjawabkan hidup saya kepada Tuhan yang baik, saya harus menahbiskan beberapa uskup." (Khotbah pada 29 Juni 1987)
- ↑ "Tiada seorang Uskup pun boleh menahbiskan (consecrare) seseorang menjadi Uskup, kecuali sebelumnya nyata adanya mandat kepausan." (Kitab Hukum Kanonik, kanon 1013)
- ↑ "Uskup yang tanpa mandat kepausan mengkonsekrasi seseorang menjadi Uskup, demikian pula orang yang menerima konsekrasi darinya, terkena ekskomunikasi latae sententiae yang direservasi bagi Takhta Apostolik." (Kitab Hukum Kanonik, kanon 1382).
- ↑ Menurut kanon 1364 §1, mereka yang melakukan skisma terkena ekskomunikasi otomatis. Untuk kaum awam beriman, hal ini hanya berlaku bagi mereka yang "secara resmi mengikuti" SSPX, yang menurut kriteria tahun 1996, harus memenuhi dua unsur: unsur internal, yakni secara bebas memilih untuk taat kepada gerakan Lefebvrist daripada taat kepada Paus; dan unsur eksternal, yang ditunjukkan dengan secara eksklusif menghadiri liturgi SSPX daripada menghadiri liturgi Gereja Katolik. Kehadiran sesekali saja tidak memenuhi kriteria tersebut. Seluruh klerus SSPX dianggap memenuhi kedua unsur tersebut secara otomatis melalui pelayanan mereka dalam gerakan tersebut.
- ↑ Dekret ekskomunikasi,[69] dan nota penjelasan.[70]
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 fsspx.news 2026.
- ↑ "Vatican excommunicates followers of global Catholic sect". BBC.
- ↑ fsspx.news 2021.
- 1 2 sspx.org 2022.
- ↑ sspx.org 2018.
- ↑ Douthat 2009.
- ↑ Pongratz-Lippitt 2021.
- ↑ O'Connell, Gerard (1 Juli 2026). "SSPX ordains four new bishops in defiance of Pope Leo and the Vatican". America Magazine.
- ↑ "Lefebvre's schism repeated 38 years later - Vatican News". www.vaticannews.va (dalam bahasa Inggris). 2 Juli 2026. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
- ↑ du Chalard 1993.
- 1 2 "Sulla scomunica per scisma in cui incorrono gli aderenti al movimento del Vescovo Marcel Lefebvre" [Nota Penjelasan: Mengenai ekskomunikasi akibat skisma yang dikenai para pengikut gerakan Uskup Marcel Lefebvre]. www.vatican.va (dalam bahasa Italia). Pontifical Council for Legislative Texts. 24 Agustus 1996. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
- ↑ Knittel 2004.
- ↑ Ridley 1988.
- 1 2 Card. Gantin 1988.
- ↑ Paus Yohanes Paulus II 1988.
- ↑ "Letter from the Superior General in Response to His Holiness Pope Leo XIV". FSSPX News. 30 Juni 2026. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
First, in 1988 the Society was already declared schismatic, for reasons and in circumstances entirely analogous to those of today. (Terjemahan: Pertama, pada tahun 1988, Serikat tersebut telah dinyatakan skismatik, dengan alasan dan dalam keadaan yang sepenuhnya serupa dengan yang terjadi pada hari ini.)
- ↑ Rabel, Andrew (25 Januari 2009). "Excommunications Lifted for Society of St Pius X Bishops - Catholic Exchange". Catholic Exchange (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 3 Juli 2026.
- 1 2 Pope Francis 2016.
- ↑ Card. Müller 2017.
- ↑ "Letter to the Holy Father regarding the Decree of the Dicastery for the Doctrine of the Faith". FSSPX News. 3 July 2026. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
We had asked to be instructed and confirmed in the faith of all time; instead, we have been declared schismatic a second time. (Terjemahan: Kami telah memohon agar dibimbing dan diteguhkan dalam iman sepanjang zaman; tetapi sebaliknya, kami dinyatakan skismatik untuk kedua kalinya.)
- ↑ Glendinning, Chad J. (2014). "The Priestly Society of Saint Pius x". Studia Canonica. 48 (2): 331–372 – via Google Scholar.
- ↑ "Congregation of the Holy Spirit – History". Diakses tanggal 2 Oktober 2025.
- 1 2 3 4 5 Word on Fire 2026.
- ↑ Gagnon 2003.
- ↑ Britannica 2026.
- 1 2 FSSPX District of Great Britain 2026.
- 1 2 3 Holy Cross Seminary 2003.
- 1 2 Davies 1979a.
- ↑ Davies 1979b.
- ↑ fsspx.org 2023a.
- ↑ icc.id.sspx.org 2015.
- ↑ Lefebvre 1974.
- 1 2 Davies 1979c.
- ↑ Davies 1979d.
- 1 2 Davies 1979e.
- ↑ Pope Pius XII 1958, hlm. 41.
- ↑ Pope John Paul II 1988.
- ↑ CIC 1983a, hlm. 751.
- ↑ CIC 1983c, hlm. 1382.
- ↑ CIC 1983b, hlm. 1323-1324.
- ↑ de Castro Mayer 1988.
- ↑ sspx.org 2016.
- ↑ CC 2017a.
- ↑ Wells 2017.
- ↑ Associated Press 2017.
- ↑ "Bishop causes more controversy for breakaway Catholic group". Catholic News Agency. 13 September 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2018. Diakses tanggal 11 Februari 2019.
- ↑ Wooden, Cindy (24 Oktober 2012). "SSPX expels Bishop Williamson, who opposed talks with Vatican". Catholic News Service. Diakses tanggal 11 Februari 2019. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Squires, Nick (24 Oktober 2012). "Holocaust denying British bishop expelled from religious order | A renegade British bishop whose denial of the Holocaust precipitated a crisis in Benedict XVI's papacy has been expelled from his ultraconservative order". The Daily Telegraph. London. ISSN 0307-1235. OCLC 49632006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 September 2018. Diakses tanggal 9 Februari 2019.
- ↑ sspx.org 2019.
- ↑ "Im Herrn verstorben: emeritierter Bischof Vitus Huonder". Bistum Chur. 3 April 2024. Diakses tanggal 4 April 2024.
- ↑ Coppen, Luke (17 April 2024). "Swiss bishop defends attending predecessor's SSPX funeral". The Pillar (dalam bahasa Inggris).
- 1 2 Lasserre, Matthieu (9 Oktober 2024). "Bishop Bernard Tissier de Mallerais, senior prelate of the Society of Saint Pius X, dead at 79". La Croix (dalam bahasa Inggris).
- ↑ Kutipan: "But obviously, Providence is speaking to us through this event. It is very clear that his death raises the question of the continuance of the work of the Society, which now has only two bishops, and whose mission for souls appears ever more necessary, in the time of terrible confusion that the Church is living through today. [...] "When the time comes, we will know how to take up our responsibilities, in conscience." (Terjemahan: "Namun jelas, Penyelenggaraan Ilahi sedang berbicara kepada kita melalui peristiwa ini. Sangat jelas bahwa wafatnya beliau menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan karya Serikat, yang kini hanya memiliki dua uskup, dan yang misinya bagi keselamatan jiwa-jiwa tampak semakin diperlukan pada masa kebingungan besar yang sedang dialami Gereja saat ini. [...] "Ketika saatnya tiba, kami akan tahu bagaimana mengambil tanggung jawab kami dengan penuh nurani.") Wawancara dengan Very Rev. Davide Pagliarani, Privileged Witness of Tradition, dalam The Angelus, November–December 2024, hlm.6. Seperti yang dikutip dalam Fr. Jean-Michel Gleize, SSPX, pertama kali muncul dalam bahasa Prancis di Courrier de Rome, No. 682 (Januari 2025). Terjemahan bahasa Inggris tersedia di "Future Consecrations: An Approaching Deadline?". US District of the FSSPX. 23 Februari 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "The General House of the FSSPX announces future consecrations". Society of Saint Pius X. 2 Februari 2026. Diakses tanggal 2 Februari 2026.
- ↑ "The schism resumes: Superior General of Lefebvrians announces new episcopal consecrations for July 1". ZENIT. 2 Februari 2026. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "Vatican offers talks with Society of St. Pius X, warns illicit consecrations would end dialogue". EWTN. 12 Februari 2026.
- ↑ "Lettera di don Davide Pagliarani al Cardinal Fernández" (dalam bahasa Italia). 18 Februari 2026.
- ↑ "La Fraternità San Pio X regala un libro ai Vescovi italiani - Distretto d'Italia". fsspx.it (dalam bahasa Italia). 16 Maret 2026. Diakses tanggal 12 April 2026.
- ↑ McLellan, Justin (13 Mei 2026). "Vatican warns of excommunication for traditionalist group on brink of schism". National Catholic Reporter. Diakses tanggal 27 Mei 2026.
- ↑ "The General House announces the names of the future bishops". sspx.org. Serikat Santo Pius X. 26 Mei 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Mei 2026. Diakses tanggal 26 Mei 2026.
- ↑ Brockhaus, Hannah (16 Juni 2026). "Pope Warns SSPX Bishop Ordinations Risk Deepening Schism". National Catholic Register (dalam bahasa Inggris).
- ↑ King, Jordan (18 Juni 2026). "Pope Leo warns Catholic rebels facing excommunication it's "their choice"". Newsweek (dalam bahasa Inggris).
- ↑ "Profession of Catholic Faith of the Society of Saint Pius X to Enlighten Souls in the Face of Modern Errors". 24 Juni 2026.
- ↑ "Pope Leo's Full Letter to Superior General of the SSPX". EWTN. 30 Juni 2026.
- ↑ O'Connell, Gerard (1 Juli 2026). "SSPX ordains four new bishops in defiance of Pope Leo and the Vatican". America Magazine (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 1 Juli 2026.
- ↑ "Kanon 966". KomKat KWI. Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia. Diakses tanggal 3 Juli 2026.
Untuk sahnya absolusi dosa dituntut bahwa pelayan memiliki, disamping kuasa tahbisan, juga kewenangan melaksanakan kuasa itu terhadap umat beriman yang diberi absolusi.
- ↑ "Kanon 1108". KomKat KWI. Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia. Diakses tanggal 3 Juli 2026.
Perkawinan hanyalah sah bila dilangsungkan di hadapan Ordinaris wilayah atau pastor paroki atau imam atau diakon, yang diberi delegasi oleh salah satu dari mereka itu, yang meneguhkannya, serta di hadapan dua orang saksi; tetapi hal itu harus menurut peraturan-peraturan yang dinyatakan dalam kanon-kanon di bawah ini, serta dengan tetap berlaku kekecualian-kekecualian yang disebut dalam kanon-kanon 144, 1112, §1, 1116 dan 1127, § 1-2.
- ↑ "Excommunication decreed for Lefebvrite episcopal ordinations".
- ↑ "Decreto del Dicastero per la Dottrina della Fede (2 luglio 2026)" [Dekret Dikasteri untuk Ajaran Iman]. www.vatican.va. Dicastery for the Doctrine of the Faith. 2 Juli 2026. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ↑ "Nota esplicativa del Dicastero per la Dottrina della Fede (2 luglio 2026)" [Nota Penjelasan dari Dikasteri untuk Ajaran Iman]. www.vatican.va. Dicastery for the Doctrine of the Faith. 2 Juli 2026. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- ↑ Esteves 2017.
- ↑ Pope Francis 2015.
- ↑ CNA 2016.
- ↑ "SSPX Sisters' Professions and Taking of the Habit: Browerville 2025 | District of the USA". sspx.org (dalam bahasa Inggris). 29 Mei 2025. Diakses tanggal 28 Juli 2025.
- 1 2 fsspx.org 2023b.
- ↑ LPL 2021.
- ↑ fsspx.org 2023c.
- 1 2 3 4 5 6 7 Coppen, Luke (3 Juli 2026). "How many SSPX laypeople are there?". The Pillar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Juli 2026.
- ↑ Giuffrida, Angela (2 Juli 2026). "Vatican excommunicates all members of ultra-conservative rebel group SSPX". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 3 Juli 2026.
- ↑ "Les «tradis» : l'enquête de La Nef". La Nef (dalam bahasa Prancis). 2 Juli 2021. Diakses tanggal 3 Juli 2026.
- ↑ "History; La Reja seminary". lareja.fsspx.org.
- ↑ "News from the Transalpine Redemptorists | Fr. Z's Blog" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 26 Juni 2026.
- ↑ Coppen, Luke. "New Zealand bishop expels traditionalist order". The Pillar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 Juni 2026.
- ↑ "Founder of Papa Stronsay community to be consecrated bishop by sedevacantists | Advaticanum". advaticanum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 Juni 2026.
- ↑ "Statement on the Proposed Episcopal Consecration of Father Michael Mary". Roman Catholic Diocese of Aberdeen (dalam bahasa Inggris (Britania)). 18 Juni 2026. Diakses tanggal 26 Juni 2026.
- ↑ "Decree erecting the Priestly Fraternity of Saint Peter – FSSP" (dalam bahasa American English). 18 Oktober 1988. Diakses tanggal 26 Juni 2026.
- ↑ "Our History". I. B. P. (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 Juni 2026.
- 1 2 Green 2020.
- ↑ Williamson 1991.
- ↑ Barber 2009.
- 1 2 3 4 sspx.org 2023.
- ↑ "Angelus Press: Celebrating a New Chapter with New Headquarters & Bookstore". FSSPX - US District (dalam bahasa Inggris). 7 November 2022. Diakses tanggal 23 Desember 2024.
- ↑ Press, Angelus. "About Us (Draft)". Angelus Press.
- ↑ edizionipiane.it 2024.
- ↑ "La rivista del Distretto | Distretto d'Italia". fsspx.it. 4 Mei 2024.
- ↑ "Qui sommes-nous ?".
- ↑ CC 2009.
- ↑ CC 2012.
- ↑ Associated Press 2013.
- ↑ Fox 2009.
- 1 2 Priebke & Giachini 2003, hlm. 150, 160–161, 170.
- ↑ Wooden 2013.
- ↑ fsspx.org 2024.
- ↑ Schreiber 2019.
- ↑ Bunderson 2012.
- 1 2 CC 2017b.
- ↑ Fegan, Svensson & Andersson 2017a.
- ↑ Fegan, Svensson & Andersson 2017b.
- ↑ Martiniere et al. 2017.
- ↑ Kramer 2016.
- 1 2 San Martín 2017.
- ↑ Hadro 2020.
- ↑ Thomas 2020.
- ↑ Report on the conference at St. Vincent de Paul Catholic Church, Kansas City, in The Angelus, Maret 2003
- ↑ Arnold, Tyler (22 Juli 2025). "Judiciary Committee: FBI spied on Catholic priest for not divulging info on parishioner | House Judiciary Committee Republicans". judiciary.house.gov.
Sumber-sumber
Buku
Apologia Pro Marcel Lefebvre
- Davies, Michael (1979a). "Chapter 2: A New Apostolate". Apologia Pro Marcel Lefebvre. Vol. 1. Angelus Press.
- Davies, Michael (1979b). "Chapter 4: The Campaign Against Écône". Apologia Pro Marcel Lefebvre. Vol. 1. Angelus Press.
- Davies, Michael (1979c). "Chapter 10: The War of Attrition Continues". Apologia Pro Marcel Lefebvre. Vol. 1. Angelus Press.
- Davies, Michael (1979d). "Chapter 11: The Ordinations of 29 June 1976". Apologia Pro Marcel Lefebvre. Vol. 1. Angelus Press.
- Davies, Michael (1979e). "Chapter 12: The Suspension". Apologia Pro Marcel Lefebvre. Vol. 1. Angelus Press.
Lainnya
- Schreiber, Jean-Philippe (15 November 2019). Les formes contemporaines de l'antimaçonnisme: Sciences des religions (dalam bahasa Prancis). Editions de l'Université de Bruxelles. ISBN 978-2-8004-1706-6.
- Priebke, Erich; Giachini, Paolo (2003). Autobiografia: Vae victis [Autobiography: Celakalah mereka yang kalah] (dalam bahasa Italia). Rome: Associazione Uomo e Libertà. ISBN 9788890100901.
SSPX
Angelus Press
- du Chalard, Emmanuel (Juni 1993). "The Heirs of Archbishop Lefebvre and the Council". SiSiNoNo. 2. Diterjemahkan oleh Angelus Press. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Juni 2002.
- Knittel, François (April 2004). "Pascendi exposes Modernist tactics". The Angelus. Diterjemahkan untuk Angelus Press oleh Pastor Jaime Pazat de Lys. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Desember 2013 – via sspx.org.
archives.sspx.org
- archives (2013). "Question 11: Wasn't Archbishop Lefebvre excommunicated for consecrating bishops unlawfully?". archives.sspx.org. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Agustus 2013.
- de Mallerais, Bernard Tissier (9–10 Maret 1991). "Supplied Jurisdiction & Traditional Priests". archives.sspx.org. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Juni 2020. Diakses tanggal 21 April 2017. Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
- Lefebvre, Marcel (21 November 1974). "The 1974 Declaration of Archbishop Lefebvre". archives.sspx.org. Diarsipkan dari asli tanggal 16 April 2015. Diakses tanggal 16 April 2015.
Distrik Amerika Serikat
- Angles, Ramon (2014). "Validity of SSPX's confessions & marriages". SSPX – District of the USA.
- de Castro Mayer, Antônio (30 Juni 1988). "Bishop de Castro Mayer's 1988 declaration at Econe". SSPX – District of the USA.
- "Do priests of the SSPX have jurisdiction?". SSPX – District of the USA. 2 Juli 2015.
- "Interview with Bp. Bernard Fellay". SSPX – District of the USA. 4 Maret 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 Maret 2016.
- "SSPX Marriages are Incontestable". SSPX – District of the USA. 11 April 2017.
- "A Story of Providence: Born in a Time of Confusion for Holy Mother Church". SSPX – District of the USA. November 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 November 2018.
- "Joint communiqué of Bishop Huonder and Father Pagliarani". SSPX – District of the USA. 20 Mei 2019.
- "The Society of Saint Pius X Reaches Milestone of 700 Priestly Members". SSPX – District of the USA. 7 Juli 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 20 September 2022. Diakses tanggal 11 Juli 2022.
- "We look forward to seeing you at Mass!". SSPX – District of the USA. 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Januari 2023.
General House
- "Autonomous Houses". SSPX – General House. 2023c. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 November 2023.
- "Seminaries". SSPX – General House. 2023a. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 November 2023.
- "Districts". SSPX – General House. 2023b.
- "Priestly Ordination, Novice of the Fathers of the Holy Ghost and Missionary Activity". SSPX – General House. 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Januari 2024.
Kantor berita FSSPX
- "Society of Saint Pius X: Ordinations 2020–2021". FSSPX News. 2 Agustus 2021.
- "Bishop Schneider Comes to the SSPX's Defense Again". FSSPX News. 7 November 2022.
- "SSPX Statistics 2025 | District of the USA". FSSPX News. 4 Januari 2026.
Lainnya
- "Chi siamo". Edizioni Piane (dalam bahasa Italia). 2024.
- "Short History of the Society of Saint Pius X". Holy Cross Seminary. 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 24 September 2015.
- "Fr. Schmidberger: 40 years of priesthood". Immaculate Conception Church. 4 Desember 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Juli 2023. Diakses tanggal 12 Juli 2024.
- "Statistiques de la FSSPX". La Porte Latine (dalam bahasa Prancis). 20 Maret 2021.
- Williamson, Richard (1 September 1991). "Bishop Williamson's Letters". Diarsipkan dari asli tanggal 18 Mei 2002.
Kitab Hukum Kanonik
- "Cann. 747 - 755". Book III - The Teaching Function of the Church. 1983a. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- "Part I. Title III. Those who are liable to Penal Sanctions (Cann. 1321 - 1330)". Book VI - Penal Sanctions in the Church. 1983b. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- "Part II. Title III. Offences against the Sacraments (Cann. 1379 - 1389)". Book VI - Penal Sanctions in the Church. 1983c. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Situs web
Vatikan
- Paus Pius XII (29 Juni 1958). "Ad Apostolorum Principis". vatican.va.
- Paus Yohanes Paulus II (2 Juli 1988). "Apostolic Letter "Ecclesia Dei"". vatican.va.
- Paus Fransiskus (1 September 2015). "Letter". iubilaeummisericordiae.va.
- Paus Fransiskus (20 November 2016). "Apostolic Letter "Misericordia et misera"". vatican.va.
- Kardinal Müller, Gerhard Ludwig (4 April 2017). "Letter of the Pontifical Commission "Ecclesia Dei" to the Ordinaries of the Episcopal Conferences concerned on the faculties for the celebration of marriages of the faithful of the Society Saint Pius X". press.vatican.va.
- Wells, Christopher (4 April 2017). "New pastoral provisions for Sacrament of Marriage for SSPX". Radio Vatikan.
Lainnya
- "The History and Controversies of the SSPX". Word on Fire. 26 March 2026.
- "Marcel Lefebvre". Encyclopædia Britannica. 2026. Diakses tanggal 2 Juli 2026.
- "Archbishop Lefebvre and the Society of St. Pius X". FSSPX – District of Great Britain. 2026.
Artikel berita
- "German Court Convicts British Holocaust-denying Bishop". Haaretz. Associated Press. 16 Januari 2013.
- "Conservative Theologians Accuse Pope of Spreading Heresy". The New York Times. Associated Press. 23 September 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 25 September 2017.
- Barber, Tony (3 Februari 2009). "Bishop Williamson takes aim at women's trousers and 'The Sound of Music'". Financial Times.
- Bunderson, Carl (14 Desember 2012). "Government announces probe into SSPX associate group". Union of Catholic Asian News.
- Card. Gantin, Bernardin (1 Juli 1988). "Decree of Excomunication of Archbishop Lefebvre" – via EWTN.
- Galindo, Gabriela (15 Juni 2020). "Paedophile priest found free in Switzerland after conviction in Belgium". The Brussels Times.
- Gagnon, Luc (18 September 2003). "The Wanderer Interviews Fr. Aulagnier, SSPX". The Wanderer.
- Ariza, Gabriel (10 April 2017). "Burke: 'There is a very dangerous confusion and also with the confusion come divisions'". InfoVaticana.
- Kramer, Becky (28 Oktober 2016). "Trucker who molested boys from his church will spend at least 35 years in prison". The Spokesman-Review.
- La Croix (17 Februari 2018). "Un abbé intégriste condamné à 19 ans de réclusion en appel pour viols". La Croix (dalam bahasa Prancis).
- "VIOLS Un prêtre intégriste poursuivi pour agressions sexuelles". La Dernière Heure (dalam bahasa Prancis). 18 Maret 2005.
- Martiniere, Mathieu; Périsse, Mathieu; Gastaldi, Daphné; Fegan, Ali (5 April 2017). "The hidden sex abuse cases at a Franco-Swiss Catholic priest fraternity". Mediapart.
- Pongratz-Lippitt, Christa (15 September 2021). "Historic Viennese church given to Lefebvrists". The Tablet.
- Ridley, Charles (16 Juni 1988). "Vatican threatens dissident priest with excommunication". United Press International.
- San Martín, Inés (5 April 2017). "Report charges cover-up of sexual abuse by traditionalist society". Crux. Diarsipkan dari asli tanggal 6 April 2017.
- Thomas, Judy L. (17 Mei 2020). "KBI is investigating priests in Kansas town that draws parishioners from across U.S." The Kansas City Star.
The Atlantic
- Douthat, Ross (26 Januari 2009). "The Church and the Lefebvrists". The Atlantic.
- Green, Emma (Januari 2020). "The Christian Withdrawal Experiment". The Atlantic.
Catholic Culture
- "Bishop Fellay to expel Bishop Williamson from SSPX if he denies Holocaust again". Catholic Culture. 3 Maret 2009.
- "Bishop Williamson ousted from SSPX". Catholic Culture. 24 Oktober 2012.
- "Vatican names Bishop Fellay to hear canonical charge against SSPX priest, despite bishop's suspension". Catholic Culture. 4 Juni 2015.
- "Vatican official confirms: agreement with SSPX is close". Catholic Culture. 20 Maret 2017a.
- "SSPX accused of abuse cover-up". Catholic Culture. 5 April 2017b.
- "SSPX bishops authorized to ordain priests without permission of local bishops". Catholic Culture. 24 Mei 2017c.
Catholic News Agency
- "Pope extends Jubilee mandate on abortion, SSPX confession". Catholic News Agency. 21 November 2016.
- Hadro, Matt (20 Mei 2020). "Kansas investigating sexual abuse claims in breakaway Society of St. Pius X". Catholic News Agency.
National Catholic Reporter
- Fox, Thomas C. (26 Januari 2009). "Lefebvre movement: long, troubled history with Judaism". National Catholic Reporter.
- Wooden, Cindy (16 Oktober 2013). "Nazi war criminal's SSPX funeral stopped by protests". National Catholic Reporter. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Oktober 2015.
- Esteves, Junno Arocho (4 April 2017). "Pope approves provisions to recognize marriages of SSPX faithful". National Catholic Reporter.
Kantor berita Swedia
- Fegan, Ali; Svensson, Lars-Göran; Andersson, Ida (6 April 2017a). "Pope helped SSPX after scandal with Holocaust-denying bishop". Uppdrag granskning SVT.
- Fegan, Ali; Svensson, Lars-Göran; Andersson, Ida (6 April 2017b). "New cover-ups of assaults by Catholic priests". Uppdrag granskning SVT.
Kantor berita Swiss
- "Swiss priest convicted of sexual abuse at Belgian school". swissinfo. 14 Desember 2017.
- Zbinden, Raphaël (13 Desember 2017). "Pédophilie: un prêtre valaisan de la FSSPX condamné en Belgique". Portail catholique suisse (dalam bahasa Prancis).
Pranala luar
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Orang | |
| Lain-lain | |
