Seminari Pius XII Kisol mengambil nama PausPius XII yang memberi izin pendirian seminari ini, dan merupakan seminari terakhir yang didirikan pada masa pontifikal Paus Pius XII.[2]
Sejarah
Sanpio didirikan pada 8 September 1955 oleh PastorLeo Perik SVD dari Belanda. Keinginan mendirikan seminari di wilayah Vikariat Apostolik Ruteng (sekarang Keuskupan Ruteng) sudah ada sejak awal 1950, setelah seminari-seminari lain di Flores didirikan.[2]
Keinginan ini muncul karena Vikariat Apostolik Ende (sekarang Keuskupan Agung Ende dan Vikariat Apostolik Larantuka (sekarang Keuskupan Larantuka) membangun seminari di vikariatnya masing-masing. Pendirian seminari di Vikariat Apostolik Ruteng dimaksudkan untuk memudahkan para siswa calon imam di wilayah ini menempuh pendidikan seminari. Atas usaha yang dilakukan Pastor Juray Vojenciak SVD, pada 23 Maret1951 ditemukanlah sebuah tempat yang cocok untuk dibangun sebuah seminari, yaitu di Kisol.[3]
Hingga 1985, pengelolaan seminari ditangani Serikat Sabda Allah (SVD).[4] Namun, setelah 1985, SVD menyerahkan seluruh perencanaan dan pengelolaannya kepada Keuskupan Ruteng.[5]
↑PAROKI ST. MARIA DIANGKAT KE SURGA - ST YOSEF - KATEDRAL RUTENG. "Sejarah". https://katedralruteng.org/ (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-05-15.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.