Film ini berkisah tentang dua saudara kembar, Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), yang menjalani kehidupan berbeda sejak dewasa. Hestu memilih merantau ke kota dan menjauh dari keluarga, sementara Akbar tetap tinggal di desa untuk merawat Nenek (Sri Isworowati) yang membesarkan mereka.[5]
Konflik memuncak ketika Hestu bersumpah hanya akan pulang apabila sang nenek meninggal dunia. Sumpah tersebut menjadi kenyataan ketika nenek mereka wafat pada waktu yang dianggap keramat. Muncul sebuah mitos bahwa kematian pada tanggal dan jam tertentu menuntut tumbal dari anggota keluarga yang masih hidup.[6]
Sejak saat itu, Hestu dan Akbar dihantui arwah sang nenek dan diberi batas waktu tujuh hari untuk mencari “pengganti” yang akan menemaninya ke alam baka. Dalam usaha menyelamatkan diri, mereka dibantu oleh Ki Mangun (Nopek Novian), seorang dukun yang populer namun ceroboh, Kotrek (Oki Rengga), sosok preman yang takut hantu, serta Nisa (Wavi Zihan), kembang desa yang terlibat dalam perjalanan mereka.[7]
Upaya mereka justru memicu kejadian supranatural yang lebih besar dan menyeret mereka pada ketegangan sekaligus situasi komedi.[8]
Film ini diproduksi oleh Rapi Films dan disutradarai oleh Fajar Martha Santosa. Dalam sejumlah kesempatan, pihak produksi menjelaskan bahwa film ini memadukan unsur horor dengan konflik keluarga serta mitos lokal yang dekat dengan masyarakat.[9]
Proses akting dan persiapan
Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto mengungkapkan bahwa memerankan karakter saudara kembar menjadi tantangan tersendiri.[10] Keduanya menjalani proses latihan untuk menyelaraskan gestur, kebiasaan, serta membangun chemistry agar tampak meyakinkan sebagai pasangan kembar.[11][12]
Dodit Mulyanto menyebut bahwa proses latihan berlangsung cukup intens, termasuk penyesuaian karakter fisik dan emosional.[13]
Angga Yunanda menyatakan bahwa film ini menjadi pengalaman baru karena merupakan proyek horor-komedi pertamanya. Ia bersama pemain lain, termasuk Oki Rengga dan Nopek Novian, berusaha menyeimbangkan unsur komedi dengan ketegangan horor.[14]
Sementara itu, Wavi Zihan menyebut bahwa tantangan utama genre ini adalah menjaga ritme komedi di tengah suasana mencekam.[15][16]
Rilis
Cuplikan(trailer) dan poster resmi film diluncurkan oleh Rapi Films pada 19 Desember 2025 di Jakarta. Film ini dijadwalkan untuk memulai penayangan perdananya di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada tanggal 22 Januari 2026.[17]