Peleton Serma Hasyim dari Kompi Letnan Widodo adalah pasukan yang terdiri dari orang-orang pemberani. Untuk menggantikan anak buah Sersan Hasyim yang gugur, maka didatangkan Kopral Abimanyu. Abimanyu suka berpakaian perlente, tidak banyak bicara dan tidak disukai Serma Hasyim. Hasyim mengira, Abimanyu cuma pandai bersolek dan tidak pandai bertempur. Kenyataannya lain, Abimanyu punya perhitungan matang dan kewaspadaan tinggi. Hal ini ia buktikan ketika ia berhasil menyelamatkan pasukan dari ancaman ranjau darat. Juga andil dalam membebaskan desa Marga Sari dari serbuan Belanda. Dalam penyerbuan markas Belanda di Gunung Kapur, Serma Hasyim mengerahkan semua anak buahnya termasuk Gardini, kekasihnya. Tanpa setahu teman-temannya, Abimanyu memasang dinamit di sekitar Gunung Kapur. Gunung Kapur itu dapat diledakan dan hancur. Kembali Abimanyu yang dianggap bodoh, menunjukan hebatnya sebagai prajurit.[1]
Referensi
↑JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 290