Radio Republik Indonesia Jayapura (RRI Jayapura, sebelumnya dikenal sebagai RRI Kota Baru) adalah lembaga penyiaran radio milik LPP Radio Republik Indonesia di Kota Jayapura, Papua. Berdiri pada tahun 1953 sebagai Radio Omroep Nederlands Nieuw Guinea (RONG),[1] stasiun ini mengoperasikan empat programa radio dengan tujuh frekuensi FM serta satu Studio Produksi di Skouw Yambe. RRI Jayapura berlokasi di Jalan Tasangkapura Nomor 23, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Provinsi Papua.[2]
Sejarah
Cikal bakal berdirinya RRI di Jayapura maupun RRI di seluruh wilayah tanah Papua berawal dari berdirinya Radio Omroep Nederlands Nieuw Guinea (RONG) di Sentani pada tahun 1953 yang kemudian dipindahkan di Biak pada tahun 1955.[3] RONG yang berpusat di Biak memiliki cabang-cabang di Hollandia (kini Jayapura), Sorong, Merauke, Manokwari, dan Fakfak. Akan tetapi hubungan Radio RONG pusat di Biak dengan cabang-cabangnya itu tidak terkoordinasi dengan baik secara programatis, dimana masing-masing radio dibawah naungannya RONG punya jam siaran serta program siaran yang berbeda-beda.[4]
Pada 15 Juli 1962, RONG yang sebelumnya berpusat di Biak dipindahkan ke Hollandia serta berganti nama menjadi Radio Papua Barat (RAPABA). Pada akhir tahun yang sama peranan personil Belanda didalam mengelola radio siaran di Iran Barat mulai berkurang seiring dengan penyerahan kekuasaan Belanda atas Irian Barat ke Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA).[3]
Pada tanggal 1 Mei 1963, sebagai dampak atas diserahkannya kekuasaan atas Irian Barat (New Guinea) dari UNTEA ke Indonesia, maka disaat itu juga dikumandangkan suara "Inilah Radio Republik Indonesia" di seluruh wilayah Irian Barat dan didaftarkan oleh Direktorat Jenderal Radio, Televisi, dan Film (RTF) Departemen Penerangan.[3] Di wilayah Jayapura, stasiun RRI resmi mengudara dengan nama awal RRI Kota Baru yang kemudian berganti nama menjadi RRI Nusantara V Jayapura yang menaungi semua stasiun RRI di tanah Papua termasuk RRI Manokwari. Seiring dengan perkembangan waktu menuju Era Reformasi serta pemekaran wilayah Provinsi Papua Barat, RRI Jayapura kini menjadi bagian dari Koordinator Nusantara (Korwil Nusantara I) yang menaungi seluruh stasiun RRI di wilayah Papua diluar Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya seperti RRI Biak, RRI Serui, RRI Merauke, RRI Boven Digoel, RRI Nabire, dan RRI Wamena ditambah studio produksi yang berada di berbagai wilayah perbatasan dan terpencil.[4]
Pada tahun 2020, selama Pandemi COVID-19, RRI Jayapura menghentikan siaran radio untuk sementara selama 14 hari akibat Kota Jayapura masuk zona merah penyebaran COVID-19. Siaran berita dari Papua dilakukan secara relay melalui RRI Programa 3.[5]
Pada 9 Februari 2023 gempa berkekuatan 5.1 atau 5.4 Mw dengan kedalaman 10km mengguncang kota Jayapura, yang mengakibatkan beberapa bangunan di kota tersebut rusak, termasuk di antaranya Kantor RRI Jayapura.[6][7] Gempa ini membuat RRI Jayapura terpaksa mendirikan tenda di halaman gedung sebagai studio darurat sementara.[8] Gedung berusia 42 tahun yang terdampak dari gempa Jayapura akhirnya dibongkar tak lama setelah peristiwa gempa tersebut.[9]
Dua tahun setelah terjadinya gempa bumi yang mengguncang Jayapura, pada 11 Juli 2025 dilakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung baru RRI Jayapura yang berlokasi di bekas gedung utama RRI Jayapura yang lama.[10] Dalam peletakan batu pertama ini hadir berbagai pejabat utama LPP RRI, tokoh adat, serta perwakilan Forkopimda Kota Jayapura.[10]
Stasiun
Logo programa siaran RRI Jayapura (selain RRI Pro 3).
Sebagai stasiun penyiaran tipe B, RRI Jayapura memiliki empat programa radio, di antara satu programa radio di antarany merelai RRI Programa 3 dari Jakarta. Empat stasiun radio tersebut secara keseluruhan disiarkan di gelombang FM. Programa radio tersebut antara lain:[11]
Disamping keempat programa utama yang dimiliki oleh RRI Jayapura, RRI Jayapura juga memiliki satu produksi yang berada di Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.[12] Stasiun ini mengudara melalui frekuensi FM 98.3 MHz dan sering merelay beberapa acara yang ditayangkan di Programa 1 RRI Jayapura maupun memproduksi sendiri beberapa acaranya. Studio Produksi tersebut diresmikan oleh Wali Kota JayapuraBenhur Tommy Mano pada tanggal 8 Oktober 2014.[13]