Qatar Investment Authority (QIA; جهاز قطر للإستثمارcode: ar is deprecated ) adalah sovereign wealth fund dari Qatar.[2] QIA didirikan oleh pemerintah Qatar pada tahun 2005 untuk memperkuat ekonomi Qatar dengan berekspansi ke kelas aset baru. Pada bulan November 2024, QIA memperkirakan bahwa jumlah aset kelolaannya mencapai $526 miliar.[3]
Struktur dan prosedur pengambilan keputusan QIA dianggap tidak transparan.[4][5] Keputusan investasi kerap dikaitkan dengan emir dan perdana menteri (terlepas dari apakah mereka memegang jabatan di QIA atau tidak).[6]
Sejarah dan profil
Ooredo Tower
QIA didirikan pada tahun 2005 oleh emir Qatar, Hamad bin Khalifa Al Thani, untuk mengelola surplus minyak bumi dan gas alam dari pemerintah Qatar.[7] Didirikan sebagai bagian dari strategi untuk meminimalisasi risiko dari ketergantungan Qatar terhadap harga energi, QIA pun terutama berinvestasi di pasar internasional (Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Pasifik) dan di Qatar di luar sektor energi. Sebelum QIA didirikan pada tahun 2005, Kementerian Keuangan Qatar sebenarnya telah memiliki tim internal kecil untuk menginvestasikan pendapatan dan surplus anggaran.[8]Visi Nasional Qatar 2030 pun memvisikan pergeseran dari pendapatan berbasis gas alam menjadi pendapatan berbasis investasi.[9]
QIA mengendalikan Qatari Diar, sebuah perusahaan investasi properti.[10] QIA tidak memublikasikan kepemilikan sahamnya ke pasar.
Pada bulan Juni 2013, setelah emir baru mulai menjabat, dan organisasi-organisasi utama di Qatar dirombak, Ahmad Al Sayed ditunjuk sebagai CEO dan chairman QIA, menggantikan Hamad bin Jassim Al Thani,[11] sembari tetap menjadi direktur utama dan CEO dari anak usaha utama QIA, Qatar Holding.[12] Sayed memegang jabatan tersebut selama 16 tahun. Pada bulan Januari 2015, Sheikh Abdullah bin Mohammed bin Saud Al Thani, chairman dari Ooredoo, ditunjuk sebagai CEO QIA dan menjabat hingga tahun 2018.[13] Mulai bulan Juli 2022 hingga November 2024, Mansoor Ebrahim Al-Mahmoud ditunjuk sebagai CEO dari QIA.[1] Ia pun digantikan oleh Mohammed Saif Al-Sowaidi.[14] Pada bulan Maret 2023, Sheikh Bandar bin Mohammed bin Saoud Al-Thani ditunjuk sebagai chairman untuk menggantikan Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri Qatar, selain tetap menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar.[15]
Hingga tahun 2021, lebih dari separuh aset QIA diinvestasikan pada ekuitas swasta dan saham perusahaan publik.[18] Menurut Bloomberg, QIA makin mengincar perusahaan rintisan di yang berkembang pesat, seperti di Asia dan Amerika Serikat. QIA pun telah berinvestasi pada pertanian dalam ruangan dan perusahaan yang membuat alternatif daging berbasis tumbuhan.[19]
QIA memegang 100% saham Qatar Holding LLC dan 50% saham Qatar National Bank. QIA pun terafiliasi dengan Qatar Islamic Bank (16,67%) dan Ubac Curaçao NV (1,35%).[21]
Investasi
Pada bulan Januari 2013, seorang penulis memperkirakan bahwa investasi QIA di Britania Raya mencapai €30 miliar, di Prancis mencapai €10 miliar, dan di Jerman mencapai €5 miliar,[9] sementara penulis lain memperkirakan bahwa total aset kelolaan QIA hingga bulan Juni 2013 mencapai $100 miliar.[22] Kepemilikan saham Qatar Holding di Barclays naik menjadi 12,7%, setelah Barclays mengadakan pengumpulan modal pada bulan Oktober 2008.[23] QIA juga memegang minoritas saham Fisker Automotive dan sekitar 17% saham Volkswagen Group, Porsche, Hochtief,[24] serta berinvestasi pada Sainsbury's.[25] Pemerintah Prancis telah menjadikan Qatar sebagai mitra strategis, dan kemitraan antara keduanya meliputi Lagardère (12%) Total (4%), EADS (6%), Technip, Air Liquide, Vinci SA (5%), GDF Suez, Veolia (5%), Vivendi, Royal Monceau, France Telecom, dan Areva.[9][24][26] Pada bulan Februari 2009, Prancis memberikan hak investasi istimewa di luar OECD kepada Qatar dan badan usaha milik negaranya. Salah satu hak istimewa yang diberikan adalah pengecualian keuntungan modal di Prancis.[26] QIA juga diberitakan memegang sejumlah saham Glencore.[22]
↑"IFSWF Our members". International Forum of Sovereign Wealth Funds. Diarsipkan dari asli tanggal 27 September 2016. Diakses tanggal 24 September 2016.