Pinus wallichiana merupakan spesies pohon konifer yang berasal dari kawasan pegunungan Himalaya, Karakoram, dan Hindu Kush, membentang dari timur Afganistan hingga Pakistan utara, India bagian barat laut, dan mencapai Yunnan di barat daya Tiongkok. Pohon ini tumbuh di lembah-lembah pegunungan pada ketinggian antara 1.800 hingga 4.300 meter, meskipun kadang dapat ditemukan serendah 1.200 meter. Spesies ini tumbuh baik di daerah beriklim sedang dengan musim dingin yang kering dan musim panas yang lembap. Dalam bahasa Pashtun, pohon ini dikenal dengan sebutan Nishtar.[2][3]
Deskripsi
Daunnya berbentuk jarum yang tersusun dalam kelompok berisi lima helai per fasikel dan memiliki panjang antara 12 hingga 18 cm. Jarum-jarumnya lentur di seluruh bagiannya dan sering menggantung anggun. Buahnya berbentuk panjang dan ramping, berukuran 16–32 cm, berwarna kuning pucat saat matang dengan sisik tipis. Biji berukuran sekitar 5–6 mm dan memiliki sayap sepanjang 20–30 mm. Pohon ini umumnya tumbuh di lereng pegunungan serta daerah kaki gletser, tetapi juga dapat membentuk hutan tua, baik sebagai spesies dominan maupun bersama deodar, betula, cemara, dan jenis konifer lainnya. Di beberapa lokasi, spesies ini bahkan dapat mencapai batas garis pohon. Pinus wallichiana juga diketahui menjadi inang utama bagi Arceuthobium minutissimum di Himalaya.[4]
Kegunaan
Kayu dari spesies ini cukup keras, tahan lama, dan sangat kaya akan resin. Meskipun merupakan bahan bakar yang baik, pembakarannya menghasilkan asap resin yang tajam dan menyengat. Pinus ini juga menjadi sumber terpentin komersial dengan mutu lebih tinggi dibandingkan P. roxburghii, meski produksinya tidak dilakukan secara luas. Pohon ini mulai diperdagangkan di pembibitan Eropa sejak tahun 1836, sembilan tahun setelah ahli botani asal Denmark, Nathaniel Wallich, pertama kali memperkenalkan benihnya ke Inggris. Pinus wallichiana menjadi spesies populer di taman dan kebun besar karena dedaunannya yang anggun serta kerucutnya yang besar dan dekoratif. Selain itu, pohon ini juga dikenal memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap polusi udara, lebih baik dibandingkan banyak jenis tumbuhan runjung lainnya. Spesies ini, bersama kultivar tumbuh lambatnya "Nana", telah dianugerahi Award of Garden Merit oleh Royal Horticultural Society.[5][6][7]