Phormia regina adalah spesies lalat bangkai dari keluarga Calliphoridae yang awalnya diidentifikasi dan dideskripsikan oleh Johann Wilhelm Meigen.[1]
Lalat ini memiliki kelopak yang berkembang dengan jelas. Ukurannya umumnya setara dengan lalat rumah atau sedikit lebih besar, dengan banyak individunya menampilkan warna biru atau hijau metalik. Ciri khas penting spesies ini meliputi gena berwarna hitam, kelopak yang sebagian besar berwarna putih, serta spirakel toraks anterior yang tampak kuning-oranye karena dikelilingi oleh rambut oranye cerah.[2][3]
P. regina memiliki peran besar dalam bidang entomologiforensik. Betina dari spesies ini, sebagaimana lalat bangkai lainnya dalam keluarga Calliphoridae, meletakkan telur pada bangkai. Telur kemudian menetas, dan larva melalui tiga tahap instar sebelum akhirnya menjadi pupa. Lalat dewasa berwarna hitam biasanya berkumpul di kotoran untuk melakukan perkawinan. Keberhasilan proses kawin ini telah diteliti dan tampaknya dipengaruhi oleh ukuran dan kondisi nutrisi lalat dewasa. Setelah perkawinan berlangsung dengan baik, betina kemudian tertarik pada bahan yang cepat membusuk sebagai tempat meletakkan telur, sehingga ahli entomologi forensik dapat memanfaatkan tahap perkembangan larva sebagai alat untuk memperkirakan waktu kematian. P. regina tersebar luas di Amerika Serikat dan wilayah lain di Amerika Utara. Seiring dengan peran pentingnya dalam forensik, spesies ini telah dipelajari secara mendalam, khususnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.[4][5]
Deskripsi
Lalat Phormia regina dewasa umumnya menampilkan warna tubuh biru atau hijau metalik, serta memiliki deretan setae oranye khas di sekitar spirakel toraks anterior. Spesies ini juga mudah dikenali berkat gena berwarna hitam (bagian samping kepala di bawah garis mata), kalipter yang hampir seluruhnya putih, dan lekukan khas pada sayapnya.[2][3]
Persebaran dan habitat
Phormia regina tersebar luas di seluruh Amerika Serikat dan juga ditemukan di berbagai wilayah lain di Amerika Utara. Spesies ini kerap hadir pada mayat manusia, bangkai hewan, serta berbagai jenis kotoran. Studi menunjukkan bahwa lalat ini dapat muncul pada banyak macam kotoran hewan, tetapi di wilayah barat laut Amerika Serikat mereka tampak lebih memilih kotoran manusia, cerpelai, dan babi. Selama musim semi dan musim panas, P. regina lebih sering ditemukan di bagian utara Amerika Serikat, sedangkan pada musim dingin keberadaannya bergeser ke wilayah yang lebih selatan. Pergeseran ini kemungkinan berkaitan erat dengan peran suhu dalam proses perkembangannya. Di kawasan Teluk San Francisco, lalat ini juga lebih banyak ditemukan di lingkungan pedesaan, terutama dekat sumber air daripada di area perkotaan.[4][6][7][8]
↑Byrd, Jason H.; Allen, Jon C. (August 2001). "The development of the black blow fly, Phormia regina (Meigen)". Forensic Science International. 120 (1–2): 79–88. doi:10.1016/S0379-0738(01)00431-5. PMID11457615.
↑Coffey, Marvin D. (1 January 1966). "Studies on the Association of Flies (Diptera) with Dung in Southeastern Washington1". Annals of the Entomological Society of America. 59 (1): 207–218. doi:10.1093/aesa/59.1.207.
↑Weidner, L. M.; Jennings, D. E.; Tomberlin, J. K.; Hamilton, G. C. (September 2015). "Seasonal and Geographic Variation in Biodiversity of Forensically Important Blow Flies (Diptera: Calliphoridae) in New Jersey, USA". Journal of Medical Entomology. 52 (5): 937–946. doi:10.1093/jme/tjv104. PMID26336244.
↑Brundage, Adrienne; Bros, Shannon; Honda, Jeffrey Y. (October 2011). "Seasonal and habitat abundance and distribution of some forensically important blow flies (Diptera: Calliphoridae) in Central California". Forensic Science International. 212 (1–3): 115–120. doi:10.1016/j.forsciint.2011.05.023. PMID21683536.