Perusahaan Kereta Api Jepang Tengah (東海旅客鉄道株式会社code: ja is deprecated , Tōkai Ryokaku Tetsudō Kabushiki-gaisha) adalah perusahaan penyedia jasa perkeretaapian penumpang berbasis kereta rel listrik (KRL) dan Shinkansen untuk wilayah tengah (Nagoya) Jepang dan salah satu perusahaan dalam kelompok JR. Perusahaan ini biasa disebut JR Central (JR東海code: ja is deprecated , Jeiāru Tōkai-Nihon).[6]
JR West sangat identik dengan warna oranye, JR Cental memiliki ciri khas berupa huruf "C" pada pola latar belakang tiketnya. JR West berpusat di Distrik Nagoya, Prefektur Aichi, perusahaan ini telah melantai di Pasar Utama (Prime Market) Bursa Efek Tokyo dan menjadi salah satu komponen saham dalam indeks 70 besar Nikkei Stock Average serta TOPIX.[7]
Entitas ini didirikan pada 1 April 1987 menyusul privatisasi dan pemecahan Japanese National Railways (JNR).[8][9] Fokus utama bisnisnya adalah pengoperasian Tōkaidō Shinkansen, jalur kereta cepat tersibuk di Jepang yang menghubungkan Tokyo, Nagoya, dan Osaka.[10]
JR Central memiliki jaringan kereta api yang mencakup wilayah Tokai (Jepang Tengah) serta sebagian wilayah Kanto dan Kansai, melintasi prefektur seperti Aichi, Shizuoka, Gifu, dan Mie.[11] Jalur kereta api JR Central terbentang sepanjang 1.970,8 km dengan 405 stasiun kereta api aktif yang melayani angkutan penumpang.[12][13] Selain kereta api konvensional dan Shinkansen, perusahaan ini juga sedang memimpin pengembangan proyek ambisius Chūō Shinkansen menggunakan teknologi Maglev.
Sejarah
Pada tahun 1987, Central Japan Railway Company (JR Central) resmi berdiri sebagai hasil dari privatisasi dan pembagian Japanese National Railways.[14] Sejak awal, JR Central tidak hanya mengoperasikan layanan kereta api, tetapi juga merambah bisnis perjalanan domestik dan transportasi bus, meski kemudian unit bus dipisahkan bersama dengan unit usaha JR Tokai Bus.
Memasuki awal 1990-an, JR Central mulai memperkenalkan berbagai layanan baru, termasuk pembukaan Sakuma Rail Park dan pengoperasian kereta seri 371 untuk layanan ekspres "Asagiri".[15] Namun, momen paling bersejarah terjadi pada 1992 ketika layanan Shinkansen "Nozomi" diluncurkan, menghubungkan Tokyo dengan Shin-Osaka.[16]
Pada 1996, perusahaan meluncurkan jalur percobaan maglev di Yamanashi, yang menjadi dasar pengembangan kereta superkonduktor masa depan.[17][18] Tahun 1999 juga menjadi titik balik dengan berakhirnya operasi Shinkansen seri 0 setelah 35 tahun beroperasi.[19][20] Selain itu, JR Central mulai memanfaatkan teknologi digital dengan meluncurkan situs web resmi dan layanan reservasi daring untuk Shinkansen.
Pada 2006, kartu elektronik IC TOICA diresmikan oleh JR Central di Nagoya.[21][22] Lalu pada tahun 2007, terjadi momen penting dengan dimulainya operasi Shinkansen N700 series, yang menawarkan kecepatan lebih tinggi dan kenyamanan lebih baik dari Shinkansen seri sebelumnya. Dilanjutkan dengan peluncuran N700A pada 2013 dan N700S pada 2020.
1234"Annual Securities Report 2025"(PDF). East Japan Railway Company (dalam bahasa English). East Japan Railway Company. 18 June 2025. Diakses tanggal 11 April 2026. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑"Basic Information on a Non-consolidated Basis". Central Japan Railway Company (dalam bahasa English). Central Japan Railway Company. March 2025. Diakses tanggal 11 April 2026. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)