Sejarah
Fujita-gumi, pendahulu DOWA,[5] didirikan oleh tiga bersaudara dari Prefektur Yamaguchi pada tahun 1881. Ketiganya memiliki hubungan dengan sejumlah pejabat pemerintah, sehingga pada tahun 1884 mereka dapat membeli Tambang Kosaka, yang membuat mereka dapat mengembangkan bisnisnya ke berbagai bidang, dengan fokus tetap di pertambangan batu bara.[6] Setelah pembelian ini, Fujita-gumi menambah modalnya dan berinvestasi besar-besaran pada tenaga kerja terampil dan peralatan. Pada tahun 1888, Tambang Kosaka merupakan penghasil perak terbesar di Jepang.[6]
Pada tahun 1900, seorang insinyur di Kosaka sukses mengekstraksi tembaga dengan mengakses kuroko (bijih hitam — campuran tembaga, seng, dan timbal) di dalam tambang. Setelah itu, Kosaka mengubah fokusnya dari perak ke tembaga, dan pada tahun 1907 berhasil menjadi penghasil tembaga terbesar di Jepang.[5]