Akhirnya pecah pertempuran yang sengit, didahului ajakan pemimpin mereka Syahriyar untuk perang tanding. Maka majulah seorang prajurit Islam yang bernama Nail al-A'raji Abu Nabatah dari Bani Tamim. Selama beberapa saat mereka saling menyerang dengan tombak, setelah itu masing-masing melemparkan tombaknya untuk mengambil pedang, tak lama kemudian keduanya berkelahi dengan menggunakan pedang dari atas kuda masing-masing. Lalu keduanya saling bergumul dan jatuh dari atas kuda.
Syahriyar berhasil duduk di atas dada Abu Nabatah dan megeluarkan pisau belatinya untuk menyembelih lehernya. Namun salah satu jarinya dapat digigit oleh Abu Nabatah hingga membuatnya sibuk untuk melepaskannya. Ketika itulah Abu Nabatah mengambil belati tersebut dan secepat kilat menyembelih lehernya dan kemudian mengambil seluruh benda dan kuda milik Syahriyar.
Dengan kejadian itu pasukan musuh mulai goyah dan berakhir dengan kekalahan. Maka Sa'ad berkeinginan agar Nail Abu Nabatah memakai gelang-gelang Syahriyar dan mengenakan mahkota di atas kepalanya lengkap dengan senjatanya, sekaligus menaiki kudanya dalam peperangan dan Nail patuh melaksanakannya. Ada yang mengatakan bahwa dialah orang yang pertama kali memakai gelang di Irak.[1] Pasukan Sa'ad bergerak menuju Pertempuran Bahurasir.
Referensi
12Katsir, Ibnu (2004).Al-Bidayah Wan Nihayah Masa Khulafa'ur Rasyidin. Jakarta: Darul Haq, hal 267-268. ISBN 978-602-6563-82-8