Berkas suara ini dibuat berdasarkan revisi dari artikel ini per tanggal 26 Februari 2025(2025-02-26), sehingga isinya tidak mengacu pada revisi terkini.
Perry Warjiyo (lahir 25 Februari 1959) adalah seorang ekonom Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia ke-16 sejak 23 Mei 2018. Sebelumnya ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk masa jabatan 2013–2018.[1][2]
Riwayat Hidup
Perry Warjiyo merupakan Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Gadjah Mada tahun 1982 yang kemudian mendapatkan gelar M.Sc dalam bidang ekonomi moneter dan internasional dari Universitas Negeri Iowa[en],[3] Ames USA tahun 1989. Pada tahun 1991 Perry Warjiyo kemudian berhasil meraih gelar Ph.D untuk bidang ekonomi moneter dan internasional dari Universitas yang sama.
Kariernya dimulai dari staf di Desk penyelamatan kredit, urusan pemeriksaan dan pengawasan kredit hingga pada tahun 1992 sampai 1995 dia diangkat menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia. Pada tahun 1998 Perry Warjiyo diangkat sebagai kepala Biro Gubernur, tahun 2001 memegang peran sebagai project leader Unit Khusus Program Transformasi (UKPT) hingga akhirnya tahun 2003 dia menempati posisi sebagai Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebangsentralan, dan tahun 2005 diangkat menjadi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia hingga tahun 2007.
Pada tahun 2007 – 2009 Perry Warjiyo diangkat menjadi Direktur Eksekutif, South East Asia Voting Group (SEAVG),[5]International Monetary Fund (IMF) mewakili 13 negara anggota yang tergabung dalam South-East Asia Voting Group.
Dia juga pernah menjadi dosen Pasca Sarjana di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi Moneter dan Ekonomi Keuangan Internasional serta dosen tamu di sejumlah Universitas di Indonesia .