Peptida pelepas gastrin (dalam bahasa Inggris: Gastrin-releasing peptide, GRP) merupakan suatu neuropeptida dan molekul regulator yang dikodekan pada manusia oleh gen GRP. GRP terlibat dalam berbagai proses fisiologis dan patofisiologis. Fungsi paling menonjol dari GRP adalah merangsang pelepasan gastrin dari sel G pada lambung. GRP mengkode sejumlah peptida mirip bombesin.[1][2][3][4] Preproprotein GRP yang terdiri dari 148 asam amino, setelah mengalami pemotongan peptida sinyal, diproses lebih lanjut untuk menghasilkan peptida gastrin-releasing sepanjang 27 asam amino atau neuromedin C sepanjang 10 asam amino.[5] Peptida-peptida kecil ini mengatur berbagai fungsi pada sistem gastrointestinal dan sistem saraf pusat, termasuk pelepasan hormon gastrointestinal, kontraksi sel otot polos, serta proliferasi sel epitel.[1]
Gene
Gen GRP terletak pada kromosom 18q21. PreproGRP (bentuk GRP yang belum diproses) dikodekan dalam tiga ekson yang dipisahkan oleh dua intron.[4]Penyambungan alternatif menghasilkan beberapa varian transkrip yang mengkode berbagai isoform.[1]
Sintesis
PreproGRP mengalami pemotongan oleh peptidase sinyal untuk menghasilkan pro-gastrin-releasing-peptide (proGRP), yang selanjutnya diproses melalui pemotongan proteolitik menjadi peptida GRP yang lebih kecil. Peptida-peptida kecil ini dilepaskan oleh serabut pasca-ganglion dari saraf vagus, yang menginervasi sel G di lambung dan merangsang sel tersebut untuk melepaskan gastrin. GRP berperan dalam mengatur berbagai fungsi sistem gastrointestinal dan sistem saraf pusat, termasuk pelepasan hormon gastrointestinal, kontraksi sel otot polos, serta proliferasi sel epitel.[6]
Fungsi
Peptida pelepas gastrin merupakan peptida regulator yang memicu pelepasan gastrin serta mengatur sekresi asam lambung dan fungsi motorik enterik.[6] Serabut pasca-ganglion dari saraf vagus yang menginervasi neuron bombesin/GRP di lambung melepaskan GRP, yang kemudian merangsang sel G untuk melepaskan gastrin. GRP juga berperan dalam sistem sirkadian, berfungsi dalam penyaluran sinyal cahaya ke osilator sirkadian utama di inti suprachiasmatic pada hipotalamus. GRP memediasi beberapa aspek respons stres, yang menjelaskan mengapa atropin tidak memblokir efek vagal pada pelepasan gastrin.[7]
Signifikansi Klinis
GRP dan neuromedin C diperkirakan berperan dalam patologi kanker manusia, termasuk kanker paru-paru, kolon, lambung, pankreas, payudara, dan prostat.[1]
↑"Neuromedin C". pubchem.ncbi.nlm.nih.gov (dalam bahasa Inggris).
12Merali Z, McIntosh J, Anisman H (October 1999). "Role of bombesin-related peptides in the control of food intake". Neuropeptides. 33 (5): 376–386. doi:10.1054/npep.1999.0054. PMID10657515.
Benya RV, Kusui T, Pradhan TK, Battey JF, Jensen RT (Jan 1995). "Expression and characterization of cloned human bombesin receptors". Molecular Pharmacology. 47 (1): 10–20. PMID7838118.
Moody TW, Zia F, Venugopal R, Korman LY, Goldstein AL, Fagarasan M (1994). "Corticotropin-releasing factor stimulates cyclic AMP, arachidonic acid release, and growth of lung cancer cells". Peptides. 15 (2): 281–285. doi:10.1016/0196-9781(94)90013-2. PMID8008632. S2CID44503352.
Frankel A, Tsao MS, Viallet J (Apr 1994). "Receptor subtype expression and responsiveness to bombesin in cultured human bronchial epithelial cells". Cancer Research. 54 (7): 1613–1616. PMID8137267.
Mason S, Smart D, Marshall IC, McKnight A, Skepper JN, McNulty S (Mar 2002). "Identification and characterisation of functional bombesin receptors in human astrocytes". European Journal of Pharmacology. 438 (1–2): 25–34. doi:10.1016/S0014-2999(02)01268-2. PMID11906707.
Schneider J, Philipp M, Velcovsky HG, Morr H, Katz N (2003). "Pro-gastrin-releasing peptide (ProGRP), neuron specific enolase (NSE), carcinoembryonic antigen (CEA) and cytokeratin 19-fragments (CYFRA 21-1) in patients with lung cancer in comparison to other lung diseases". Anticancer Research. 23 (2A): 885–893. PMID12820318.
Pranala luar
Gastrin-Releasing+Peptidedi National Library of Medicine ASJudul Subjek Medis (MeSH)